Bung Lusi,
Normal orang utang itu pada pemberi utang mana saja yang syarat2nya lebih
menarik dari pemberi utang lainnya ( misalnya bunga utang yang lebih endah
dari yang lain, utang yang dapat dicicil jangka panjang ).
Kalau ekonomi melemah, penghasilan dari export untuk mencicil, juga
berkurang.
Tetapi kalau tidak berani melakukan investasi membangun jalan2, pelabuhan
dll., waktu ekonomi melemah, nanti waktu ekonomi membaik, akan ketinggalan.
Pemerintah mesti menyiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean.
Utang untuk pembangunan dengan memperhatikan return of investment, tidak
untuk konsumtif, diperlukan. Kalau sebagian besar import makanan, sudah
dapat dipenuhi sendiri, ini juga mengurangi devisa yang keluar.
Salam,
KH


2016-10-19 12:07 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Berita terbaru ini sebagai tambahan argumen aktual ttg saling
> hubungan kepentingan taipan-taipan RRT untuk memperluas penanaman
> kapitalnya ke negeri klandidat setengah-jajahannya.
>
> Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
>
> Datum: Wed, 19 Oct 2016 11:35:56 +0200
> Von: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
> An: <Undisclosed-Recipient:;>
> Betreff: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
>
> res: Masih sedikit utangnya, jangan khawatir. Monggo-monggo, plisssss,
> silahkan berhutang. Tetapi, apakah mudah melunasi hutang yang sekian
> banyak ini.
>
> http://nasional.kontan.co.id/news/wah-utang-ri-ke-china-membengkak-1800
>
> Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
> Senin, 17 Oktober 2016 / 19:12 WIB
>
> JAKARTA. Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, utang luar negeri
> Indonesia kepada China telah membengkak 1.838%. Angka pertumbuhan
> tersebut menjadi tertinggi di antara lima negara kreditor utang
> terbesar Indonesia.
>
> Berdasarkan data yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI), per
> Agustus tahun ini nilai utang Indonesia ke China mencapai US$ 14,24
> miliar. Sedangkan sepuluh tahun yang lalu hanya US$ 735 juta.
>
> Utang Indonesia ke negara lain seperti Singapura saja hanya mengalami
> pertumbuhan 285%. Begitu juga ke Jepang dengan 1,57%. Dibandingkan
> pesaing terdekatnya yakni Singapura, pertumbuhan utang ke China
> sembilan kali lipat lebih besar.
>
> Jika dihitung selama lima tahun, maka pertumbuhan utang ke China masih
> unggul dengan 327%. Disusul Singapura dengan 62,25%. Utang ke Jepang,
> Amerika Serikat (AS) dan Belanda bahkan turun masing-masing 25,97%,
> 57,73% dan 34,03%.
>
> Saat ini China masih bertengger di posisi ketiga di antara lima
> kreditor utang luar negeri Indonesia terbesar. Singapura dan Jepang
> berada di posisi pertama dan kedua dengan nilai utang US$ 53,59 miliar
> dan US$ 33,47 miliar.
> 
>

Kirim email ke