Pertama hutang di Indonesia itu ada 3: pemerintah, BI dan swasta. Hutang 
pemerintah itu benar akan menjadi beban seluruh rakyat Indonesia. 

Kalau swasta tidak. hutang swasta adalah tanggung jawab swasta. Hutang BI ini 
saya kurang tahu. Statusnya gak jelas bagi saya dari segi hukumnya. Harus cari 
tahu dulu. Kalau di USA Fed itu adalah lembaga independen dan hutangnya FED 
adalah hutang instansi FED bukan pemerintah USA.

 

Kedua, mereka yang ribut hutang ini sebetulnya normal saja. ada keprihatinan 
dan itu bagus. Tetapi yang tidak normal adalah mereka mereka itu hanya 
mencerca. Mereka tidak pernah bertanya: kalau tidak berhutang RI bisa apa dan 
akan kemana? Maksudnya konskwensinya gimana kalau tidak berhutang?

Hutang sudah ada. Harus dibayar. Salah satu cara gak bayar hutang bisa. Namanya 
ngemplang/moratorium. Tetapi konsekwensinya beratnya luar biasa. Bisa2 RI 
dikucil dari dunia. RI dari dulu tidak mau ambil jalur ini. yg digunakan adalah 
negosiasi hutang. ini efektif dan benar menurut saya.

 

Ketiga, kebanyakan mereka yang mempersoalkan masalah hutang ini ada 2 kelompok: 
tidak mengerti arti hutang dan kelompok yang menyerang Jokowi.

 

Keempat, mestinya yg mempersoalkan hutang ini, harus bertanya: negara mana 
didunia ini yg tidak punya hutang? selanjutnya pertanyakan bagaimana posisi 
hutang RI dibandingkan negara2 lain. Dalam diskusi kita yg sangat minimum 
disini kan kelihatan jelas. Hutangnya RI memang naik tetapi kalau dikatakan ini 
jelek, mestinya dijelaskan kenapa jelek. Yang dilihat adalah hutangnya naik itu 
jelek tetapi tidak ada penjelasan kenapa jeleknya. 

 

Mudah sekali utk melihat jumlah hutang setiap negara. Tidak harus ekonom atau 
orang pintar. Google saja dan akan kelihatan jumlah hutang2 setiap negara.

Aneh sekali orang kalau sudah takut sama hutang. bagaimana negara bisa jalan 
tanpa hutang. jangankan negara, perusahaan maupun individu sekarang ini gak 
bisa hidup tanpa hutang. yang bisa hanyalah tarzan yg tidak berinteraksi dengan 
dunia ekonomis. Pakai kartu kredit, ambil kredit motor sampai kredit rumah itu 
semuanya hutang. sudah saya tulis berulang2 kali bahwa masalah hutang itu 
adalah masalah penanganan. Managemen hutang itu yg paling penting. Hutang itu 
adalah leverage. Artinya meningkatkan kinerja. Kalau tidak bisa mengelolanya 
itu yg berbahaya. Di Indonesia itu yg berbahaya adalah aspek korupsi dan rasa 
tidak bertanggung jawab atas pengambilan hutang karena hokum tidak berjalan 
dengan baik. Di jaman Jokowi ini sudah dibenahi sedikit demi sedikit.

 

Banyak yg mimpi melihat masalah ekonomi ini seperti masalah science yg bisa 
dilihat secara harafiah. Disamping variable yg mempengaruhi aspek ekonomi 
seperti hukum, nepotisme, korupsi, kultural, birokrasi, keamanan, politik, 
sarana dan prasarana, sumber daya, agama, dll yang sangat kompleks diindonesia, 
ilmu ekonomi itu sendiri bukan ilmu eksata. Ilmu ekonomi itu masuk art bukan 
science. Tidak ada resep langsung yg dapat bikin ekonomi langsung bagus. Gak 
ada itu.

 

Jamannya George W. bush tua minta ampun tingginya hutang USA. Bill Clinton 
nguraingin hutangnya dan turun luar biasa. Jaman bush muda naik lagi double. 
Begitu juga jaman Obama naik walaupun tidak double. Kalau dibandingkan dengan 
economic growthnya ya gak ada relevansinya. Economic growth naik turun tidak 
berdasarkan naik turunnya jumlah hutang. Pada krisis 2008 itu economic growth 
pernah minus tetapi hutangnya bertambah. Ditahun2 yang lain ya normal positif 
saja economic growthnya walaupun hutangnya bertambah. USA itu lebih parah lagi 
waktu krisis 2007 yl. USA itu cetak duit bukan berhutang. Kalau minta hutang 
sudah susah krn RRT dan jepang dua negara krediturnya juga sedang kelimpungan, 
ya mau enggak mau USA harus cetak duit. Cetak duit ini lebih berbahaya drpd 
hutang! kenapa? Karena cetak duit itu mengakibatkan inflasi. Duitnya bertambah 
banyak tetapi barang dan jasa tetap dipasar. Dengan cetak uang FED gak usah 
bayar bunga. Kalau pinjam dari luar harus bayar bunga. Dengan kata lain FED 
bertambah kaya tapi hutangnya berkurang. Kelihatannya hebat kan? Tetapi 
berbahaya krn outstanding money naik berarti value of money turun dan harga 
akan naik/inflasi. Jadi harus ngerti dulu artinya hutang dan impaknya terhadap 
perekonomian suatu negara sebelum phobia akan hutang. ini baru secelumit 
ceriteranya. Ilmunya masih banyak.

 

Setengah mati Jokowi bekerja. Hasilnya memang belum Nampak. Harapan sudah ada 
dan jalannya sudah benar. Ini yg harus dilindungi. 

Selama kritik masih dalam batas kritik membangun, Jokowi harus mendengarkan. 
Tetapi kalau sudah kelewatan, ya diamkan saja. setiap kritik mempunyai motivasi 
nya sendiri2. Bisa dilihat koq  mana kritik yang membangun dan mana yang hanya 
asbun.

 

Salam

Nesare

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 19, 2016 10:07 PM
To: [email protected]; Lusi D. <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%

 

  

Yang menjadi PERTANYAAN, kenapa saat berhutang pada IMF, BD, AS-Jepang selama 
lebih 1/2 abad ini, setelah jenderal Soeharto berhasil merebut kekuasaan, tidak 
banyak orang ribut, diam-diam saja, atau setidaknya tidak berteriak keras, 
tapi, ... sekarang setelah Jokowi berusaha melepas jerat hutang IMF, AS, Jepang 
yang mencekik leher itu dengan mengalihkan mencoba bantuan hutang pada RRT 
malah terus berteriak begitu kerasnya??? 

 

Padahal dalam kenyataan, dahulu ada pengalaman RRT membebaskan bantuan 
hutang-hutangnya pada RI dan baru saja minggu yl. juga dengar berita RRT 
menghibahkan hutang pada Kamboja, hanya saya lupa berapa besar hutang yang 
dihibahkan itu. Apa ada Hutang pada IMF, BD, AS, Jepang bisa dihibahkan, ... 
pada peminjamnya?

 

Yang lebih PENTING lagi, BANTUAN hutang dari RRT yang membengkak, dikatakan 
melonjak 1.800% itu (entah dibanding tahun berapa), bisa dimanfaatkan betul 
oleh Pemerintah Jokowi untuk membangun dasar ekonomi Indonesia dengan 
sebaik-baiknya. Agar dalam tahun-tahun berikut bisa mendorong maju perkembangan 
ekonomi nasional lebih baik, dan berangsur-angsur bisa mandiri, lepas dari 
ketergantungan bantuan asing manapun! Mudah-mudahan saja segala BANTUAN hutang 
itu tidak dikorupsi dan hanya menggendutkan sementara pejabat saja!

 

 

Salam,

ChanCT

 

 

From: 'Lusi D.' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 

Sent: Thursday, October 20, 2016 2:01 AM

To: kh djie [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]; 
[email protected] <mailto:[email protected]>  ; 
[email protected] <mailto:[email protected]>  

Subject: Re: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%

 

  

Iyalah bung KH. Tapi yang utang ini kan Negara Indonesia, jadi yang
nanggung kan seluruh warganya baik yang setuju utang ataupun yang tidak
setuju. Sampai sekarang syarat-syarat yang diumumkan keluar yang
kelihatannya "enteng-enteng" saja yang kiranya tidak kelihatan
menyinggung ketergantungan dibidang politik ataupun finansial.

Masalahnya kan sudah ada sekelompok jenis manusia yang menikmati utang
dan cerita sambil klomat-klamit kemana-mana kalau utang itu enak;
misalnya komplotan garong komprador dan para taipan pemberi utang itu.
Dan jangan lupa ada sejumlah mayoritas jutaan manusia Nasion Indonesia
yang menanggung beban utang seumur hidupnya beserta generasi-generasi
kelanjutan mereka.

Negara mana sih yang utang pada IMF, World Bank atau ADB yang
menyelesaikan utang dan tidak utang lagi karena ekonominya sudah
pulih kembali. Bung ada cerita dari negara yang utang, bagaimana
caranya melunasinya dan mengembalikan utangnya. Kalau Yunani saya
dengar mereka harus, sekali lagi harus memenuhi pembayaran bunga tepat
waktu. Karena ekonominya belum juga sembuh, maka langkah yang diambil
dengan mengurangi uang pensiunan, dana kesehatan dan dana seosial
lainnya termasuk beasiswa.

Pernah pemerintah Yunani melawan dengan menunda pembayaran bunga.
Sebagai balasannya Bank Sentral Uni Eropa (EZB) yang mengeluarkan Ero
membatasi pengeluaran uang lewat bank-bank dan otomat uang dengan
jumlah yang sangat minim membatasi untuk tiap orang untuk keperluan
harian saja.
Salam. Lusi.-

Am Wed, 19 Oct 2016 14:08:27 +0200 schrieb "kh djie
[email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]" 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >:

> Bung Lusi,
> Normal orang utang itu pada pemberi utang mana saja yang syarat2nya
> lebih menarik dari pemberi utang lainnya ( misalnya bunga utang yang
> lebih endah dari yang lain, utang yang dapat dicicil jangka panjang ).
> Kalau ekonomi melemah, penghasilan dari export untuk mencicil, juga
> berkurang.
> Tetapi kalau tidak berani melakukan investasi membangun jalan2,
> pelabuhan dll., waktu ekonomi melemah, nanti waktu ekonomi membaik,
> akan ketinggalan. Pemerintah mesti menyiapkan diri menghadapi
> Masyarakat Ekonomi Asean. Utang untuk pembangunan dengan
> memperhatikan return of investment, tidak untuk konsumtif,
> diperlukan. Kalau sebagian besar import makanan, sudah dapat dipenuhi
> sendiri, ini juga mengurangi devisa yang keluar. Salam,
> KH
> 
> 
> 2016-10-19 12:07 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] 
> <mailto:[email protected]>  [GELORA45] <
> [email protected] <mailto:[email protected]> >: 
> 
> >
> >
> > Berita terbaru ini sebagai tambahan argumen aktual ttg saling
> > hubungan kepentingan taipan-taipan RRT untuk memperluas penanaman
> > kapitalnya ke negeri klandidat setengah-jajahannya.
> >
> > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
> >
> > Datum: Wed, 19 Oct 2016 11:35:56 +0200
> > Von: "'Sunny' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45]" 
> > <[email protected] <mailto:[email protected]> >
> > An: <Undisclosed-Recipient:;>
> > Betreff: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
> >
> > res: Masih sedikit utangnya, jangan khawatir. Monggo-monggo,
> > plisssss, silahkan berhutang. Tetapi, apakah mudah melunasi hutang
> > yang sekian banyak ini.
> >
> > http://nasional.kontan.co.id/news/wah-utang-ri-ke-china-membengkak-1800
> >
> > Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
> > Senin, 17 Oktober 2016 / 19:12 WIB
> >
> > JAKARTA. Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, utang luar
> > negeri Indonesia kepada China telah membengkak 1.838%. Angka
> > pertumbuhan tersebut menjadi tertinggi di antara lima negara
> > kreditor utang terbesar Indonesia.
> >
> > Berdasarkan data yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI), per
> > Agustus tahun ini nilai utang Indonesia ke China mencapai US$ 14,24
> > miliar. Sedangkan sepuluh tahun yang lalu hanya US$ 735 juta.
> >
> > Utang Indonesia ke negara lain seperti Singapura saja hanya
> > mengalami pertumbuhan 285%. Begitu juga ke Jepang dengan 1,57%.
> > Dibandingkan pesaing terdekatnya yakni Singapura, pertumbuhan utang
> > ke China sembilan kali lipat lebih besar.
> >
> > Jika dihitung selama lima tahun, maka pertumbuhan utang ke China
> > masih unggul dengan 327%. Disusul Singapura dengan 62,25%. Utang ke
> > Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Belanda bahkan turun masing-masing
> > 25,97%, 57,73% dan 34,03%.
> >
> > Saat ini China masih bertengger di posisi ketiga di antara lima
> > kreditor utang luar negeri Indonesia terbesar. Singapura dan Jepang
> > berada di posisi pertama dan kedua dengan nilai utang US$ 53,59
> > miliar dan US$ 33,47 miliar.
> > 
> > 



Kirim email ke