Yang menjadi PERTANYAAN, kenapa saat berhutang pada IMF, BD, AS-Jepang selama 
lebih 1/2 abad ini, setelah jenderal Soeharto berhasil merebut kekuasaan, tidak 
banyak orang ribut, diam-diam saja, atau setidaknya tidak berteriak keras, 
tapi, ... sekarang setelah Jokowi berusaha melepas jerat hutang IMF, AS, Jepang 
yang mencekik leher itu dengan mengalihkan mencoba bantuan hutang pada RRT 
malah terus berteriak begitu kerasnya??? 

Padahal dalam kenyataan, dahulu ada pengalaman RRT membebaskan bantuan 
hutang-hutangnya pada RI dan baru saja minggu yl. juga dengar berita RRT 
menghibahkan hutang pada Kamboja, hanya saya lupa berapa besar hutang yang 
dihibahkan itu. Apa ada Hutang pada IMF, BD, AS, Jepang bisa dihibahkan, ... 
pada peminjamnya?

Yang lebih PENTING lagi, BANTUAN hutang dari RRT yang membengkak, dikatakan 
melonjak 1.800% itu (entah dibanding tahun berapa), bisa dimanfaatkan betul 
oleh Pemerintah Jokowi untuk membangun dasar ekonomi Indonesia dengan 
sebaik-baiknya. Agar dalam tahun-tahun berikut bisa mendorong maju perkembangan 
ekonomi nasional lebih baik, dan berangsur-angsur bisa mandiri, lepas dari 
ketergantungan bantuan asing manapun! Mudah-mudahan saja segala BANTUAN hutang 
itu tidak dikorupsi dan hanya menggendutkan sementara pejabat saja!


Salam,
ChanCT


From: 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, October 20, 2016 2:01 AM
To: kh djie [email protected] [GELORA45]; [email protected] ; 
[email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%

  
Iyalah bung KH. Tapi yang utang ini kan Negara Indonesia, jadi yang
nanggung kan seluruh warganya baik yang setuju utang ataupun yang tidak
setuju. Sampai sekarang syarat-syarat yang diumumkan keluar yang
kelihatannya "enteng-enteng" saja yang kiranya tidak kelihatan
menyinggung ketergantungan dibidang politik ataupun finansial.

Masalahnya kan sudah ada sekelompok jenis manusia yang menikmati utang
dan cerita sambil klomat-klamit kemana-mana kalau utang itu enak;
misalnya komplotan garong komprador dan para taipan pemberi utang itu.
Dan jangan lupa ada sejumlah mayoritas jutaan manusia Nasion Indonesia
yang menanggung beban utang seumur hidupnya beserta generasi-generasi
kelanjutan mereka.

Negara mana sih yang utang pada IMF, World Bank atau ADB yang
menyelesaikan utang dan tidak utang lagi karena ekonominya sudah
pulih kembali. Bung ada cerita dari negara yang utang, bagaimana
caranya melunasinya dan mengembalikan utangnya. Kalau Yunani saya
dengar mereka harus, sekali lagi harus memenuhi pembayaran bunga tepat
waktu. Karena ekonominya belum juga sembuh, maka langkah yang diambil
dengan mengurangi uang pensiunan, dana kesehatan dan dana seosial
lainnya termasuk beasiswa.

Pernah pemerintah Yunani melawan dengan menunda pembayaran bunga.
Sebagai balasannya Bank Sentral Uni Eropa (EZB) yang mengeluarkan Ero
membatasi pengeluaran uang lewat bank-bank dan otomat uang dengan
jumlah yang sangat minim membatasi untuk tiap orang untuk keperluan
harian saja.
Salam. Lusi.-

Am Wed, 19 Oct 2016 14:08:27 +0200 schrieb "kh djie
[email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:

> Bung Lusi,
> Normal orang utang itu pada pemberi utang mana saja yang syarat2nya
> lebih menarik dari pemberi utang lainnya ( misalnya bunga utang yang
> lebih endah dari yang lain, utang yang dapat dicicil jangka panjang ).
> Kalau ekonomi melemah, penghasilan dari export untuk mencicil, juga
> berkurang.
> Tetapi kalau tidak berani melakukan investasi membangun jalan2,
> pelabuhan dll., waktu ekonomi melemah, nanti waktu ekonomi membaik,
> akan ketinggalan. Pemerintah mesti menyiapkan diri menghadapi
> Masyarakat Ekonomi Asean. Utang untuk pembangunan dengan
> memperhatikan return of investment, tidak untuk konsumtif,
> diperlukan. Kalau sebagian besar import makanan, sudah dapat dipenuhi
> sendiri, ini juga mengurangi devisa yang keluar. Salam,
> KH
> 
> 
> 2016-10-19 12:07 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>: 
> 
> >
> >
> > Berita terbaru ini sebagai tambahan argumen aktual ttg saling
> > hubungan kepentingan taipan-taipan RRT untuk memperluas penanaman
> > kapitalnya ke negeri klandidat setengah-jajahannya.
> >
> > Beginn der weitergeleiteten Nachricht:
> >
> > Datum: Wed, 19 Oct 2016 11:35:56 +0200
> > Von: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
> > An: <Undisclosed-Recipient:;>
> > Betreff: [GELORA45] Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
> >
> > res: Masih sedikit utangnya, jangan khawatir. Monggo-monggo,
> > plisssss, silahkan berhutang. Tetapi, apakah mudah melunasi hutang
> > yang sekian banyak ini.
> >
> > http://nasional.kontan.co.id/news/wah-utang-ri-ke-china-membengkak-1800
> >
> > Wah, utang RI ke China membengkak 1.800%
> > Senin, 17 Oktober 2016 / 19:12 WIB
> >
> > JAKARTA. Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir, utang luar
> > negeri Indonesia kepada China telah membengkak 1.838%. Angka
> > pertumbuhan tersebut menjadi tertinggi di antara lima negara
> > kreditor utang terbesar Indonesia.
> >
> > Berdasarkan data yang baru saja dirilis Bank Indonesia (BI), per
> > Agustus tahun ini nilai utang Indonesia ke China mencapai US$ 14,24
> > miliar. Sedangkan sepuluh tahun yang lalu hanya US$ 735 juta.
> >
> > Utang Indonesia ke negara lain seperti Singapura saja hanya
> > mengalami pertumbuhan 285%. Begitu juga ke Jepang dengan 1,57%.
> > Dibandingkan pesaing terdekatnya yakni Singapura, pertumbuhan utang
> > ke China sembilan kali lipat lebih besar.
> >
> > Jika dihitung selama lima tahun, maka pertumbuhan utang ke China
> > masih unggul dengan 327%. Disusul Singapura dengan 62,25%. Utang ke
> > Jepang, Amerika Serikat (AS) dan Belanda bahkan turun masing-masing
> > 25,97%, 57,73% dan 34,03%.
> >
> > Saat ini China masih bertengger di posisi ketiga di antara lima
> > kreditor utang luar negeri Indonesia terbesar. Singapura dan Jepang
> > berada di posisi pertama dan kedua dengan nilai utang US$ 53,59
> > miliar dan US$ 33,47 miliar.
> > 
> > 



Kirim email ke