Pernah saya baca di medsos, uang 1 T-10 T kalau diambil pakai mobil mungkin 
sampai 50 truck-100 truck, kalau di transfer lewat bank jelas dilihat oleh kpk.
Bayangkan kalau 100 truck mobil angkut uang korupsi apa gak geger masyarakat

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, October 19, 2016 4:08 PM
To: ;
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] AHok Terima 12 T, Buat Mega 10 T


res : Lumayan besar berkat dianugerahkan kepada Megawati. Bagaimana dengan 
proyek-proyek lain?

http://indonesiapolicy.com/2016/10/17/ahok-terima-12-t-buat-mega-10-t/

AHok Terima 12 T, Buat Mega 10 T
By Editor Utama -
October 17, 2016

Share on Facebook
Tweet on Twitter
[http://indonesiapolicy.com/wp-content/uploads/2016/10/ahokrekla1.jpg]

indonesiapolicy.com – Desas desus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati 
Sukarnoputri menerima uang Rp 10 Triliun, mulai tampak titik terangnya. Seorang 
pengusaha keturunan Tionghoa yang diketemui informan indonesiapolicy.com 
menyatakan info tersebut valid.

[megaahoks2]

Ceritanya, pulau hasil reklamasi, Pulau G sudah dijual ke Hongkong. Dari 
kepulauan yang sudah diserahkan Inggris ke Republik Rakyat Cina (RRC), 
pengusaha Pulau G, Agung Podomoro Land (PT.Wisesa) yang dimiliki Sugianto 
Kesuma alias AGuan, diperoleh dana segar sekitar Rp 40 Triliun dari lembaga 
keuangan disana.

Dari dana yang diperoleh itu diserahkan kepada AHok Rp 12 triliun, nah yang Rp 
10 triliun itu diserahkan AHok kepada Megawati. Dari dana itu pengusaha yang 
memperoleh hak atas tanah reklamasi Pulau G, diwajibkan juga membangun 40 ribu 
rumah susun. “Pulau (reklamasi) G itu gak boleh gagal atau dibatalkan. Siapapun 
yang membatalkan atau menggagalkannya, jangankan AHok, Jokowi pun, pasti kami 
lengserkan. Enak aja udah terima, mau batalkan proyek itu,”ujar informan itu 
menirukan kata-kata pengusaha tersebut.

Tak heran jika, Menteri Koordinator Maritim, Rizal Ramli disikat. Karena 
membatalkan izin Pulau G. Walaupun Rizal, tidak sembarangan dalam membatalkan 
reklamasi pulau itu. Rizal, bahkan membentuk Tim yang terdiri dari pakar 
lingkungan, kelautan, sosial dan lainnya untuk mengkaji keberadaan pulau-pulau 
reklamasi tersebut, khususnya Pulau G.

Setelah Rizal disingkirkan Jokowi, penggantinya Menteri Koordinator 
Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, kontan menyatakan meneruskan reklamasi 
Pulau G. Luhut tidak peduli dengan kajian sebelumnya, dan putusan pengadilan 
yang membatalkan izin proyek reklamasi tersebut. Pernyataan Luhut tentu, bukan 
kemauan dia saja, tetapi tentu dari bosnya, Jokowi, dan taipan rakus yang 
berada di belakangnya. [aguansahok7]

Pernyataan Menko Luhut, tentu saja membuat AHok lega. Dia bisa bebas dari 
ancaman mafia yang juga taipan rakus tersebut. Bahkan AHok tidak kawatir dengan 
ancaman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyatakan diskresi yang 
dilakukan AHok adalah bentuk lain dari tindak korupsi. Tapi herannya, sampai 
sekarang KPK masih tak mengambil tindakan, menyatakan AHok sebagai tersangka, 
menangkap atau menahannya, bahkan melepaskan AGuan dan anaknya dari cekal. Bau 
busuk akan semakin terkuak. Siapa yang jahat terhadap bangsa ini?

Kirim email ke