Berita isapan jempol ini sebaiknya tak perlu disiarkan. Penulis berita aslinya
perlu ditangkap polisi, karena tulisan seperti ini bisa menambah kekacauan di
Indonesia. Perbuatan ini adalah sebuah perbuatan kriminil. Hal seperti ini sama
seperti yang dilakukan oleh orang yang mempelintir ucapan Ahok baru-baru ini.
Akibat dari pelintiran ucapan Ahok tersebut, kini diseluruh wilayah Indonesia
terjadi kekacauan. MUI turut pula memperkeruh suasana. Oleh sebab itu pihak
keamanan perlu bertindak tegas membasmi orang-orang yang menulis dengan isapan
jempol, dengan tanpa fakta, mempelintir ucapan tokoh-tokoh pemimpin negara,
termasuk tindakan MUI dan kakek tua Amien Rais.
Pada Kamis, 20 Oktober 2016 3:07, "Marco 45665 [email protected]
[sastra-pembebasan]" <[email protected]> menulis:
MEDIA SOCIAL ITU , SIFATNYA dan SUMBERNYA MACAM2 seperti GADO2 atau
PECEL ......>> Kalau kita beli GADO2 atau dalam hal ini MAKANAN JADI DI
INTERNET ...lebih2 melalui MEDIA SOCIAL .... maka TIDAK ADA JAMINAN bahwa yang
KITA MAKAN adalah MAKANAN yang BENAR2 BERKWALITAS dan SEHAT serta TANPA
BERIZIKO ......
2016-10-20 2:00 GMT+02:00 kh djie [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>:
Lha, ya, kok ada yang percaya..............Kalau takut dirampok,
ngangkutnya harus pakai pantserwagen,dan dikawal puluhan polisi.... ?
2016-10-20 1:53 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service
Indonesia]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
Pernah saya baca di medsos, uang 1 T-10 T kalau diambil pakai mobil
mungkin sampai 50 truck-100 truck, kalau di transfer lewat bank jelas dilihat
oleh kpk.Bayangkan kalau 100 truck mobil angkut uang korupsi apa gak geger
masyarakat From: [email protected] [mailto:[email protected] om]
Sent: Wednesday, October 19, 2016 4:08 PM
To: ;
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] AHok Terima 12 T, Buat Mega 10 T res
:Lumayan besar berkat dianugerahkan kepada Megawati. Bagaimana dengan
proyek-proyek lain? http://indonesiapolicy.com/201
6/10/17/ahok-terima-12-t-buat- mega-10-t/
AHok Terima 12 T, Buat Mega 10 T
By Editor Utama - October 17, 2016 Share on FacebookTweet on
Twitterindonesiapolicy.com – Desas desus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
Sukarnoputri menerima uang Rp 10 Triliun, mulai tampak titik terangnya. Seorang
pengusaha keturunan Tionghoa yang diketemui informan indonesiapolicy.com
menyatakan info tersebut valid.Ceritanya, pulau hasil reklamasi, Pulau G sudah
dijual ke Hongkong. Dari kepulauan yang sudah diserahkan Inggris ke Republik
Rakyat Cina (RRC), pengusaha Pulau G, Agung Podomoro Land (PT.Wisesa) yang
dimiliki Sugianto Kesuma alias AGuan, diperoleh dana segar sekitar Rp 40
Triliun dari lembaga keuangan disana.Dari dana yang diperoleh itu diserahkan
kepada AHok Rp 12 triliun, nah yang Rp 10 triliun itu diserahkan AHok kepada
Megawati. Dari dana itu pengusaha yang memperoleh hak atas tanah reklamasi
Pulau G, diwajibkan juga membangun 40 ribu rumah susun. “Pulau (reklamasi) G
itu gak boleh gagal atau dibatalkan. Siapapun yang membatalkan atau
menggagalkannya, jangankan AHok, Jokowi pun, pasti kami lengserkan. Enak aja
udah terima, mau batalkan proyek itu,”ujar informan itu menirukan kata-kata
pengusaha tersebut.Tak heran jika, Menteri Koordinator Maritim, Rizal Ramli
disikat. Karena membatalkan izin Pulau G. Walaupun Rizal, tidak sembarangan
dalam membatalkan reklamasi pulau itu. Rizal, bahkan membentuk Tim yang terdiri
dari pakar lingkungan, kelautan, sosial dan lainnya untuk mengkaji keberadaan
pulau-pulau reklamasi tersebut, khususnya Pulau G.Setelah Rizal disingkirkan
Jokowi, penggantinya Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan,
kontan menyatakan meneruskan reklamasi Pulau G. Luhut tidak peduli dengan
kajian sebelumnya, dan putusan pengadilan yang membatalkan izin proyek
reklamasi tersebut. Pernyataan Luhut tentu, bukan kemauan dia saja, tetapi
tentu dari bosnya, Jokowi, dan taipan rakus yang berada di
belakangnya.Pernyataan Menko Luhut, tentu saja membuat AHok lega. Dia bisa
bebas dari ancaman mafia yang juga taipan rakus tersebut. Bahkan AHok tidak
kawatir dengan ancaman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyatakan
diskresi yang dilakukan AHok adalah bentuk lain dari tindak korupsi. Tapi
herannya, sampai sekarang KPK masih tak mengambil tindakan, menyatakan AHok
sebagai tersangka, menangkap atau menahannya, bahkan melepaskan AGuan dan
anaknya dari cekal. Bau busuk akan semakin terkuak. Siapa yang jahat terhadap
bangsa ini?
#yiv7335757195 #yiv7335757195 -- #yiv7335757195ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-mkp #yiv7335757195hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mkp #yiv7335757195ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mkp .yiv7335757195ad
{padding:0 0;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mkp .yiv7335757195ad p
{margin:0;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mkp .yiv7335757195ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-sponsor
#yiv7335757195ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-sponsor #yiv7335757195ygrp-lc #yiv7335757195hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-sponsor #yiv7335757195ygrp-lc .yiv7335757195ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7335757195 #yiv7335757195actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7335757195
#yiv7335757195activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7335757195
#yiv7335757195activity span {font-weight:700;}#yiv7335757195
#yiv7335757195activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7335757195 #yiv7335757195activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7335757195 #yiv7335757195activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7335757195 #yiv7335757195activity span
.yiv7335757195underline {text-decoration:underline;}#yiv7335757195
.yiv7335757195attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7335757195 .yiv7335757195attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7335757195 .yiv7335757195attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7335757195 .yiv7335757195attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7335757195 .yiv7335757195attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7335757195 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7335757195 .yiv7335757195bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7335757195
.yiv7335757195bold a {text-decoration:none;}#yiv7335757195 dd.yiv7335757195last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7335757195 dd.yiv7335757195last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7335757195
dd.yiv7335757195last p span.yiv7335757195yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7335757195 div.yiv7335757195attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7335757195 div.yiv7335757195attach-table
{width:400px;}#yiv7335757195 div.yiv7335757195file-title a, #yiv7335757195
div.yiv7335757195file-title a:active, #yiv7335757195
div.yiv7335757195file-title a:hover, #yiv7335757195 div.yiv7335757195file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7335757195 div.yiv7335757195photo-title a,
#yiv7335757195 div.yiv7335757195photo-title a:active, #yiv7335757195
div.yiv7335757195photo-title a:hover, #yiv7335757195
div.yiv7335757195photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7335757195
div#yiv7335757195ygrp-mlmsg #yiv7335757195ygrp-msg p a
span.yiv7335757195yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7335757195
.yiv7335757195green {color:#628c2a;}#yiv7335757195 .yiv7335757195MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7335757195 o {font-size:0;}#yiv7335757195
#yiv7335757195photos div {float:left;width:72px;}#yiv7335757195
#yiv7335757195photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7335757195
#yiv7335757195photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7335757195
#yiv7335757195reco-category {font-size:77%;}#yiv7335757195
#yiv7335757195reco-desc {font-size:77%;}#yiv7335757195 .yiv7335757195replbq
{margin:4px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-mlmsg select, #yiv7335757195 input, #yiv7335757195 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-mlmsg pre, #yiv7335757195 code {font:115%
monospace;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-mlmsg #yiv7335757195logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-msg
p#yiv7335757195attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-reco #yiv7335757195reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-sponsor
#yiv7335757195ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-sponsor #yiv7335757195ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-sponsor #yiv7335757195ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7335757195 #yiv7335757195ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7335757195
#yiv7335757195ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7335757195