NESARE wrote *:*
Betul masalahnya jangan terkonsentrasi di jawa saja. otonomi daerah sudah
digalakkan tetapi problem selanjutnya yg terbentuk adalah raja2 didaerah yg
luar biasa kacaunya sekarang ini. Dulu sentralisasi bikin repot. Sekarang
otonomi juga repot malahan lebih repot. Memang repot ngurus Indonesia itu.
Ini memang masalah mental. Hokum harus diperketat utk ngurusin mental ini.
*-------------------------------------------------------------------------------------------------*
*Sedikit OPINI dari saya.*
*APA yang saya perhatikan dan simak secara umum sekian lama ialah bahwa :*
*> KELEMAHAN * yang paling menyolok dan Pokok dari SYSTEM PEREKONOMIAN
INDONESIA dipandang dari segi Macro maupun Micro EKONOMI - justru
terletak pada *System Pengendalian atau >> Management Systemnya. *( >* Khusus
untuk Pers dan Media - jadi Bukan seperti yang biasa diartikulasikan oleh
para EXPERT ORBA secara "ILMIAH" .....sbg "System Penglolaaan " )*
Hal ini pun dengan sendirinya nampak Tidak saja hanya pada MANAGEMENT
SYSTEM DIBIDANG EKONOMI, tetapi justru jelas pulan Terpancar dan nampak
dibidang *HUKUM dan KEHIDUPAN POLITIK* ( SYSTEM KEPARTIAN , *SYSTEM
PEMILU *... sampai pada *SYSTEM KEUANGAN dan SPONSORING,dll .... yang
kesemuanya perlu DIKONTROL dengan seksama sert merata dan terorganisir
dngan baik diseluruh wilayah kedaulatan R.I.... dengan kata lain Must be
always Under CONTROL ..**... atau semuanya akan menjadi OUT OF CONTROL dan
berjalan secara Buas dan Anarchis.....*
>> Hal tsb diatas *( dimana * kerap kali terjadi *Krimininalisasi Politik*
>> tremasuk
dalam Proces PEMILU ataupun PIKLADA ... *contoh; Kampanye Hitam , Sogokan
dan Main Ancam dalam segal Bentuknya , * Beahviour yang Anarchis dan Tak
urung pula POLITIK KUTU LONCAT > yang tak jemu2nya Loncat Kesan
-Kemari.... terkadang tak jarang - dan kerap kali TURUT CAMPUR atas
Wewenang Resort Lain yang Tidak masuk dalam Kompetesnsi dan Pertanggung
Jawabannya ..... Tapi perlu memaksakan Hadir dimana saja , dan disetiap
saat .... dan senang Berkomentar {KOSONG) dimuka MEDIA ...... untuk
memeberi Kesan
dmuka Publik dan Media bhw " IA adalah Sosok Pejabat yg perlu didengar dan
Yang paling yakin serta paling Tegas dan Paling Berani serta Yang Paling
Benar "...........?* ,* MEMEBELI SUARA dng Memeberikan Pesangon , Timbel
, dll .
PARTAI2 POLITIK
> Para Pejabat Tinggi Pemerintah segala level (Pusat dan Daerah / dampai
Tingkat terendah ) dan hampir disegala Jajaran Horizontalnya (Tingat
Kementrian) sangat Tidak memperhatikan Masalah Pokok tsb diatas ,
kemungkinan justru Mereka kurang Memperhatikan dan bahkan mungkin Kurang
Memahami (atau kurang mendalami) *Pemahaman tentang FUNGSI dan PERANAN
"MANAGEMENT " (**dalam hal ini Khususunya -**KEPEMIMPINAN ) dalam arti
yang Luas dan Keseluruhannya . *
*MANAGEMENT SYSTEM as an ESSENTIAL TOOL of Economic& Political System
(*sebagai
ALAT MEKANIK dari System Ekonomi dan Politik )* , baik dari segi Ekonomi
Umumnya (*Macro Econ.Strategy* ) dan Kehidupan Ekonomi Praktis ( *Micro &
Business Administration* ) , maupun dalam segi KEHIDUPAN POLITIK dan SOCIAL
khususnya - adalah merupakan **ALAT MECHANIK dari Suatu MODEL atau System
Pemerintahan , tanpa ALAT tersebut ( *Management System YANG BAIK DAN
MEMBUMI* ) **tak mungkin suatu System /Model Ekonomi dan Politik akan bisa
berhasil dengan baik dan menghasilkan Hasil yang benar2 diharapkan
Bangsanya,*
*>> Dan salah satu INSTRUMENT MANAGEMENT YANG PALING POKOK adalah CONTROL
SYSTEM ( atau System KONTROL) yang sangat erat hubungannya dng SYSYTEM dan
SUPERMASI HUKUM .... Begitu erat hubungannya bagiakan bagian yang Tak
mungkin dipisahkan satu dari yang lainnya - bagaikan " DUA sisi dari SATU
Mata Uang"*
*Dan system Kontrol yang sangat baik harus mempnyai 2 Aspekt/ Sifat (
Seperti HUKUM itu sendiri) yaitu : ** Yang Pertama : PREVENSI sifatnya *
* ** sedangkan yg Kedua: SANKSI HUKUM ( Tindak
Represive Hukum ) *
*Kesimpulannya yang kIta dapat ialah , bhw BAGAIMANA SYSTEM HUKUM begitu
pula akan langsugng - tak langsung akan terpancar dalam Level dan Mutu dari
System KONTROLnya Pemerintah (baik Pusat maupun Daerah) demikian juga akan
terbawa2 didalam Sysytm Organisasi dan System Kerja dan Behaviour
Perusahaan2 ( Sfera Micro ekonomi ) Mulai dari Top Manager /Pimpinan
Tertinggi Perusahaan yg bersangkutan sampai pada mata rantai UNIT2 yang
langsung berkecimpung didalam Bidang Usaha, Produksi dan Jasa dan berakhir
pada yang paling detail > Pada Behaviour Para Pegawai bawahannya ,dll
,dll.... *
*----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------*
*Contoh yang paling Praktis dan Jelas nyata untuk bisa dipahami Publik
awam dan oleh seluruh Lapisan Masyarakat umumnya , ialah jika Kita
meminjam Contoh Hidup sebagai Proto Typ dari Prakteik Kehidupan Manusia
se-hari2... **misalnya:*
> Kehidupan setiap Keluarga adalah suatu Contoh dari Jasad Hidup sebagai NANO
s*ystem dari KEHIDUPAN EKONOMI yang kongkret** dari Kehidupan Masyarakat
bangsa yang bisa kita pinjam** sebagai Contoh yang terkecil ( Nano sample)
sbb : *
*> Bagaimana Kepala Keluarga mengatur Keuangan dan Ekonomi Rumah tangganya
, dan bagaimana Seoarng Kepala Keluarga merencanakan Kehidupan Keluarganya* (-
Pendidikan dan Masa Depan Anak2nya - Memperhatikan Kebutuhan Anak2 dan
keluarganya ( termasuk Kebutuhan , kegiatan Mental yang creative dan
Aktivitas Prakrtis sehari2...,dll,dll * ).... akan demikian pula KEDUDUKAN
KUKUH atau LEMAHNYA , BERHASIL atau GAAGALNYA SUATU KELUARGA dan MASA
DEPANNYA sehubungan dengan KEHIDUPAN DI KELILINGNYA.......*
*Sekian dulu secara singkat dan umum. *Dan maafkan sperntara ini saya
masih banyak urusan yang saya perlu selesaikan dan saya terpaksa memotong
Ulsan sya tsb diatas, mengingat bahw a Maslahnya sangat luas untuk dikupas
dan waktu saya ssangat trebatas untuk bisa menulis lebih detail .
Salam hangat sampai y.ad,
Marc.
*=============================================================================*
2016-10-22 14:46 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:
>
>
> Bukan mimpi!
>
> Dari PDB atau GDP itu bisa terjadi. Memang arahnya kesitu.
>
>
>
> Dulu saya pernah lihat sawah coklat. Saking luasnya harus naik helicopter
> utk monitor. Pemiliknya hanya pemilik “kecil”. Artinya ada yg lebih gede2
> lagi dan export ke luar negeri terutama perusahaan coklat seperti van
> houten itu.
>
>
>
> Betul masalahnya jangan terkonsentrasi di jawa saja. otonomi daerah sudah
> digalakkan tetapi problem selanjutnya yg terbentuk adalah raja2 didaerah yg
> luar biasa kacaunya sekarang ini. Dulu sentralisasi bikin repot. Sekarang
> otonomi juga repot malahan lebih repot. Memang repot ngurus Indonesia itu.
>
> Ini memang masalah mental. Hokum harus diperketat utk ngurusin mental ini.
>
>
>
> Maju terus. Sedikit demi sedikit beresin yg kacau2 itu. Sudah bagus
> dimulai dgn sarana dan prasarana serta revolusi mental.
>
> Ditindaklanjuti terus…..
>
>
>
>
>
> Salam
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Saturday, October 22, 2016 8:04 AM
> *To:* Undisclosed-Recipient:;
> *Subject:* [GELORA45] 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah
> China, India dan AS
>
>
>
>
>
> res : *Mimpi bagus, cuma saja yang dikatakan Indonesia adalah pulau Jawa,
> karena semuanya terkonsentrsi di pulau Jawa, maka oleh sebab itu ada
> istilah “Jawasentris”. Wilayah di luar pulau Jawa hanya menjadi sumber
> bahan mentah dan pasar konsumsi. Bagi yang masih ingat coklat. Biji coklat
> dari Hindia Belanda dibawa ke Belanda. disana diolah dan dikirim kembali ke
> Hindia Belanda untuk dijual sebagai “chocolade” merk Van Houten.*
>
>
>
> http://www.antaranews.com/berita/591648/2050-indonesia-terbe
> sar-keempat-dunia-setelah-china-india-dan-as
>
>
> *2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS*
>
> Sabtu, 22 Oktober 2016 10:31 WIB | 4.649 Views
>
> Pewarta: R.H. Napitupulu
>
> [image: 2050, Indonesia terbesar keempat dunia setelah China, India dan AS]
>
> (ANTARA/Puspa Perwitasari)
>
> Yogyakarta (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi negara terbesar keempat
> dunia pada 2050, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan perhitungan
> keseimbangan kemampuan berbelanja per kapita, kata seorang pakar dari
> Australia.
>
> "Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari
> urutan kesembilan menjadi keempat dunia. Sementara Brasil naik dua
> peringkat, dari urutan ketujuh menjadi urutan kelima pada 2050," kata Hal
> Hill, ekonom Crawford School of Public Policy (Fakultas Kebijakan Publik),
> Universitas Nasional Australia di kampus Universitas Gadjah Mada, Sabtu.
>
> Menurut dia, negara-negara besar yang sekarang tergolong maju belum tentu
> akan sama maju pada masa yang akan datang karena pusat daya tarik dunia
> mulai bergerak dari Atlantik ke Asia Pasifik.
>
> Berdasarkan proyeksinyam ada lima negara yang akan menjadi negara
> terbesar, yakni China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Brasil yang
> tiga di antaranya ada di Asia.
>
> Ia menuturkan, berdasarkan PDB dengan perhitungan keseimbangan kemampuan
> berbelanja (PPP) per kapita, China pada 2014, kemudian pada 2030 sampai
> 2050 akan tetap pada urutan pertama. India dari urutan ketiga akan naik dan
> bertukar posisi dengan AS pada urutan kedua.
>
> Hill juga memaparkan daya tarik ekonomi dunia berubah sejalan juga dengan
> kemajuan ekonomi yang dialami negara-negara di Asia Tenggara.
>
> Salah satu laporan World Bank mencatat, sedikitnya ada 13 negara dari 150
> negara yang pertumbuhan ekonominya di bawah 10 persen selama 100 tahun dan
> yang menarik hampir semua negara dalam kelompok ini berasal dari Asia.
>
> Dari Asia Timur ada China, Hong Kong, Jepang, Korea, dan Taiwan, sedangkan
> dari Asia Tenggara ada Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, kata
> Hill.
>
> "Indonesia mulai mengejar. Kita tahu, pada tahun 1960-an, Indonesia sangat
> miskin namun mampu bangkit maju. Yang tidak maju menurut ukuran ini adalah
> Filipina karena selama lebih dari 60 tahun mengalami kemiskinan, jika
> dibandingkan dengan Amerika. Bangladesh dan Kamboja juga demikian,"
> demikian Hill.
>
> Editor: Jafar M Sidik
>
> COPYRIGHT © ANTARA 2016
>
>
>