Menarik juga, bung Chan apa punya cerita tentang Chen ini lebih lanjut.---... 
Chen Haoqi (Secretary General of Beijing Association of Retired Workers for 
Overseas Chinese Affairs) yang lahir di Pontianak dan berlayar ke China selama 
tujuh hari tujuh malam pada saat usia 13 tahun.

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Laporan Dari ChinaKunjungi China, Chairul Tanjung: RI Kekuatan Ekonomi Terbesar 
Asia TenggaraElvan Dany Sutrisno - detikNews Chairul Tanjung di Beijing (Foto: 
Elvan Dany Sutrisno/detikcom)Beijing - Pimpinan CT Corpora, Chairul Tanjung, 
mengunjungi Beijing, China. Kunjungan ini dalam rangka pertemuan bisnis dan 
lauching buku biografi 'Chairul Tanjung Si Anak Singkong' dalam bahasa mandarin.

Di hari pertama kunjungan ke Beijing, China, Chairul Tanjung ditemui oleh Vice 
President of Chinese People's Association for Friendship with Foreign Countries 
(CPAFFC), Xie Yuan. Kedua pihak membahas kerjasama ekonomi Indonesia dan China.
Chairul Tanjung yang akrab disapa CT ini disambut dalam welcome meeting yang 
hangat di Reception Meeting CPAFFC di Beijing, China, Kamis (27/10/2016). Dalam 
kunjungan ini CT didampingi oleh istri tercinta, Anita Ratnasari Tanjung, juga 
putranya Rachmat Dwiputra Tanjung, juga sejumlah kolega bisnisnya. Dubes RI 
untuk China Soegeng Rahardjo juga ikut dalam pertemuan ini.
| Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom
Chairul Tanjung di Beijing |

Sementara itu dari pihak China ikut menyambut kedatangan CT selain Xie Yuan 
selaku Vice President of Chinese People's Association for Friendship with 
Foreign Countries (CPAFFC), ada Luan Yutao (Deputy Director General for Asian 
Affairs of CPAFFC), Xiao Qun (President of Beijing Association of Retired 
Workers for Overseas Chinese Affairs), Chen Haoqi (Secretary General of Beijing 
Association of Retired Workers for Overseas Chinese Affairs) yang juga 
translator untuk buku Buografi Chairul Tanjung si Anak Singkong dalam bahasa 
mandarin.

Hadir juga Xu Yan (Director for ASEAN Affairs of CPAFFC), Wu Jiong (Deputy 
Director for ASEAN Affairs of CPAFFC), Liu Lu (Desk Officer for ASEAN Affairs 
of CPAFFC), Zang Liang (Second secretary of departement of Asian Affairs 
Ministry of Foreign Affairs of PRC).
| Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom
Chairul Tanjung di Beijing |

Dalam sambutannya, Xie Yuan menuturkan kerjasama ekonomi antara Indonesia 
dengan China sangatlah strategis. Kerjasama ekonomi kedua negara juga sudah 
lama berjalan sangat baik.

"Hubungan kerjasama antara China dan Indonesia sangat baik. Pada bulan 
September kemarin ada pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Bapak 
Jokowi. Ada konsensus dan komitmen yang kuat pengembangan kerjasama yang 
semakin komprehensif," kata Xie Yuan.

Menanggapi hal itu, CT mengungkap sejumlah kerjasama yang tengah berlangsung 
antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah China.

"Banyak kerjasama investasi dalam pembangunan seperti join venture untuk kereta 
cepat Jakarta-Bandung yang akan selesai pada tahun 2019. Jadi tidak lama lagi 
kami akan memiliki kereta cepat," kata CT sembari tersenyum.

CT lantas menuturkan Indonesia adalah pasar potensial untuk China. Banyak 
produk China beredar di Indonesia, namun banyak juga potensi ekspor Indonesia 
ke China seperti bahan tambang seperti besi, batu bara, CPO, dan raw material 
lainnya.

"Kami memang tidak sebesar China dengan penduduk hampir 1,3 miliar orang, tapi 
kami yang terbesar di Asia Tenggara. Jadi kerjasama dagang dengan Indonesia 
berarti bekerjasama dengan 'great Indonesia' artinya Asia Tenggara. Dan itu 
sangat penting," kata CT seraya mengungkap pengalamannya berdiskusi langsung 
dengan Presiden CHINA pada KTT APEC tahun 2013 silam. Kala itu CT yang menjabat 
Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) berperan sebagai Wakil Ketua Panitia APEC 
2013.
| Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom
Chairul Tanjung di Beijing |

Dalam kesempatan ini CT juga menuturkan bahwa kerjasama tidak hanya perlu di 
jalin antara kedua negara. Tapi juga antar pengusaha di kedua negara. 
Pernyataan CT ini disambut dengan apresiasi dari Xie Yuan.

"Seperti anda saat ini personal ambassador," kata Xie Yuan.

Keduanya kemudian membahas kegiatan sosial yang dilakukan. Merespons cerita 
dari Xie Yuan soal kepedulian asosiasi yang dipimpinnya itu, CT pun menuturkan 
ia memiliki CT Foundation yang fokus pada kegiatan amal, terutama mendorong 
pendidikan untuk anak-anak yang orang tuanya kurang mampu. Salah satunya adalah 
SMA unggulan yang dibangun di kawasan Rumah Anak Madani di Sumatera Utara, 
dulunya ini adalah pendampingan anak korban tsunami Aceh tahun 2004 silam.
"Kegiatan CT Foundation 100 persen charity. Fokus pada pendidikan pada 
anak-anak yang orang tuanya kurang mampu," kata CT.

Setelah pertemuan hangat itu kemudian pihak CPAFFC menjamu makan siang 
rombongan CT. Setelah itu kedua pihak saling memberikan kenang-kenangan. CT 
memberikan sebuah miniatur perahu pinisi, yang cukup berkesan CT juga 
memberikan buku 'Chairul Tanjung Si Anak Singkong' yang ditulis dalam bahasa 
mandarin lengkap dengan tandatangannya kepada Xie Yuan.

Dubes RI untuk China Soegeng Rahardjo menuturkan pertemuan yang hangat dan 
penuh keakraban tersebut sangat baik untuk hubungan kerjasama Indonesia dan 
China.

"Pertemuan yang sangat bersahabat antara Pak CT dengan Mr Xie ini sangat 
mendukung persahabatan kedua negara yang telah dibina selama ini. Sehingga 
posisi Indonesia di mata China semakin baik lagi ke depan," kata Dubes Soegeng.
| Foto: Elvan Dany Sutrisno/detikcom
Chairul Tanjung di Beijing |

Di hari kedua kunjungan ke China besok Jumat (27/10/2016), CT akan meluncurkan 
buku 'Chairul Tanjung Si Anak Singkong' dalam bahasa mandarin. Buku ini 
diterjemahkan oleh Chen Haoqi (Secretary General of Beijing Association of 
Retired Workers for Overseas Chinese Affairs) yang lahir di Pontianak dan 
berlayar ke China selama tujuh hari tujuh malam pada saat usia 13 tahun.
(van/imk)

Kirim email ke