apa mereka juga bilang minta mortgage dan biarpun income-nya nggak cukup tetap 
dikasih?anda itu kentara sekali meng-ada2, setelah bilang orang Indonesia 
sekarang lari lagi kearah yg lain.
apa salahnya orang bekerja? apa salahnya orang yg bekerja ingin tidak 
diekploitasi? apa memangnya anda ingin semua undocumented itu tidak kerja? anda 
ingin semua jadi garong rampok begitu? justru biarpun undocumented sebaiknya 
tetap bekerja, tidak ada yg salah dan memalukan dengan bekerja. anda bigotnya 
kebangetan.
saya tahu cukup banyak komunitas Indonesia tapi nggak pernah dengar anaknya 
nggak sekolah gara2 takut digrebek polisi, juga nggak pernah dengar rumahnya yg 
sudah dibeli ditinggal begitu saja gara2 takut digrebek. anda jelas ngaco saja, 
semua anak disini boleh sekolah tidak perduli status imigrasinya, tidak peduli 
orang tuanya undocumented ataupun tidak. juga bahkan dikasih breakfast dan 
lunch kalau income orang tuanya masih dalam batasan tertentu.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Jonathan: Anda belum jawab darimana anda tahu mereka itu ilegal 
immigrant?Nesare:  wah kelihatan sekali ente ini gak tahu ada illegal immigrant 
yang hidup terang2an dinegara ente. Puluhan juta orang!!!!! Belum lama ini ada 
tayangan di 
http://worldchannel.org/programs/episode/arf-s4-e419-hand-feeds/http://thehandthatfeedsfilm.com/nonton
 film documenter seperti ini yg banyak biar ente terbuka dgn apa artinya “kiri” 
itu!Seorang pemalu dari mexico, mahoma lopez organized temen2 senasibnya yg 
illegal kerja di Hot and Crusty di manhattan NY utk demo terang2an. Kenapa? 
Karena gajinya sedikit dan selalu diintimidasi oleh manager kalau gak masuk krn 
sakit bisa dipecat dlsbg. Mereka demo dan minta  di unionized! TERANG 
TERANGAN!!! Resiko waktu demo: takut ditangkap, takut dideportasi, kehilangan 
pendapatan selama demo dll. Akhirnya menang!!! Ente ini tinggal dimana? Kaya’ 
gini saja ente ndak tahu tapi teriak2 kaya’ pahlawan kesiangan bashing RI yg 
katanya goblok melulu. Sudah ane sarankan tanya sama orang2 indonesia disekitar 
ente. Jelas sekali ente ndak bergaul sama orang Indonesia disekitar ente!!! 
Jelas sekali!!! Jadi jelas ente ndak ngerti gimana ada orang Indonesia yg sdh 
beli rumah, beli perabot terus ditinggal begitu saja krn takut digrebeg polisi. 
Anak2nya juga ndak sekolah krn kalau sekolah takut ketahuan illegal. Wah….coba 
tanya2 dan cari tahu utk membuktikan kalau ente itu masih cinta Indonesia!!!!! 
Oh jelas ane ndak tahu kalau banyak standard etika berasal dari kitab suci. 
Ente buta tuli ya ndak tahu bahwa ane ndak mau ngomong ttg Tuhan dan kitab suci 
ente??!!!! Itu kan yg ente percaya krn ente agamais. Masih malu ya mengaku sbg 
agamais??? Hehehehehe. Yg ane tahu dan sdh ane tulis etika itu masalah moral 
philosofi dan agama itu dogma yg irasional dan berdasarkan kepercayaan. Kalau 
etika kelihatan misalnya ente ndak pernah minta maaf kalau bikin salah. Ini 
unethical! Dosa ndak? Ane ndak tahu. Itu urusan Tuhan ente sama ente!  Nesare  
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, October 31, 2016 11:12 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Anda belum jawab 
darimana anda tahu mereka itu ilegal immigrant? kok bisa anda lihat W2 atau 
1040 mereka ataupun tahu mereka tidak punya W2 ataupun tax return? apa anda 
loan officer-nya? Ok. anggap saja anda benar2 tahu dan bukan ngarang cerita, 
itu terjadi tahun berapa? setelah financial crisis atau sebelum? Tempo doeloe 
memang ada yg namanya stated income, itu merupakan salah satu hal yg 
mengakibatkan financial crisis, tetapi praktek ini sekarang sudah tidak ada 
lagi atau setidaknya berkurang banyak sekali. "A stated income loan is a 
mortgage where the lender does not verify the borrower's income by looking at 
their pay stubs, W-2 (employee income) forms, income tax returns, or other 
records. Instead, borrowers are simply asked to state their income, and taken 
at their word." Anda tidak tahu betapa banyaknya standar etika yang berasal 
dari kitab suci, seperti yg saya sebutkan dibawah yg intinya kalau berbuat baik 
jangan di-koar2kan, ataupun golden rule baik dari Yesus ataupun Khonghucu, dan 
masih banyak lagi yg lain.  Hanya orang munafik yg berbuat kebaikan sekali saja 
mungkin dan amat simple terus diteriakkan keseluruh penjuru dunia untuk 
menunjukkan betapa baiknya dirinya sambil menepuk dada. ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :

“guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya”?Apanya yg 
direview? Orang gak bayar pajak!Gimana reviewnya?Masa bodoh loan officer mau 
verify keuangan calon pembeli rumah. Wong datanya gak ada. Illegal immigrant 
kerja dibawah tangan. Kerja di restoran dibayar cash, bawa pulang dan disimpan 
dibawah bantal. Ini yg terjadi banyak sama orang Indonesia yg illegal. Nah 
hebatnya negara ente ini gak kutak katik orang2 amerika latin yg illegal. 
Malahan ada yg bayar pajak artinya terang2an declare bahwa dia illegal….ehhh 
gak dideportasi. Tetapi dari negara2 yg gak banyak orang yg illegal termasuk 
orang2 illegal dari Indonesia malahan ditangkap dan dideportasi. Moso’ ente gak 
ngerti masalah ini dinegara ente?!! Sbg seorang democrat urus masalah itu! 
Jangan bashing RI saja bisanya!!!! Ente itu gak pernah ngomong positif ttg RI, 
tahu????!!!!! “bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak”?Ya tahulah dari 
W2 atau 1040 kan bukti ente bayar pajak atau tidak. koq nanya? Ente gak pernah 
bayar pajak ya? Nah ketahuan nih yeah. Bisa2 ente ini juga illegal immigrant 
ya? Ayat kitab suci dianggap sbg standard etika? Ngaco aja! Agama itu dogma. 
Etika itu masalah moral, philosofi. Sok ngajarin orang lain sedangkan 
sendirinya gak pernah berkacamata melihat dirinya sendiri. emangnya selama ini 
ente ndak tahu, ane ini nelanjangi ente yg sok nya minta ampun. Kaya’ serba 
tahu semua ttp tahunya hanya kulit2nya saja. sudah salah gak pernah terima 
salah apalagi minta maaf. Teriak2 humanis, ttp kelakuan seperti apa. yg paling 
tepat istilahnya: narcissist! Aneh2 saja orang satu ini, siapa yg pusing ente 
mau setuju pathway to citizenship, setuju masuknya orang timur tengah dll. Itu 
urusan ente dinegara ente. Yg ane pusingin kalau ente sudah ngomong yg enggak2 
ttg RI!!! Nesare From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 7:02 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   ya memang seseorang 
sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya, credit 
history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus begitu. darimana anda 
tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda loan officer-nya 
yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau 
nggak? pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu 
orang terus di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, 
koran, dlsb merupakan standar etika. anda sekarang balik seakan saya tahu 
orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh banget, justru saya mempertanyakan 
darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal itu nggak bakalan teriak kasih tahu 
orang statusnya, kalau mereka percaya anda kemudian anda koar2kan jelas 
menunjukkan betapa munafiknya anda. saya tidak keberatan dan setuju saja 
Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg masuk ke US, pengungsi2 itu memang 
sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan hidup, saya bukan-nya paranoid 
seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg menyusup diantara pengungsi. 
ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan mengorbankan para pengungsi.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Susahnya apa omong sama 
ane? Hehehehehe.Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus 
direview keuangan!Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan 
ente: Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau 
bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review 
keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi. Gimana bisa 
diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? Bayar pajak 
sudah ndak!!!!Goblok dipelihara! Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak 
ikut2an.Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala!Dasar agamais tapi berkedok sok 
suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe. Emangnya ente mau ngomong ente 
sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu?Kalo sudah tahu orang2 indonesia 
illegal ini, koq bisa gak tahu gimana kehidupan mereka?Koq bisa gak tahu kalau 
mereka beli rumah ambil kredit gak usah kasih data keuangan yg mrk gak punya 
krn gak bayar pajak? Koq tahu ya ane anti pathway to citizenship? Dari mana 
wangsitnya? Dari dewa mana atau dewi mana? Sinterklas atau hantu halowen? Urus 
sana negara ente! Jangan suruh orang lain ngurusin negara ente!!!!! Ngaco 
aja!!!!Sono urus orang illegal yg puluhan juta dari amerika latin dan sebentar 
lagi kalau Clinton menang bakalan masuk tu orang2 timur tengah…biar tambah seru 
saja negara ente. Biar kita lihat rame2 gimana Obamacare yg sudah naik premi 
nya bakalan tambah babak belur enggak ditambah pengungsi2 ini. mari kita lihat 
rame2 gimana ekonomi USA nantinya. Kalau US dollar jatuh kita lihat gimana 
reaksinya si jonathan. Lucunya rupiah melemah langsung bashing. Kalau rupiah 
menguat diam saja. hehehehehe. Dasar orang kerdil hanya main data, serang dan 
kabur…..hehehehe. Jadi persoalan negara ente itu ya dinegara ente saja. Jangan 
ganggu negara2 lain termasuk Indonesia ya!!!!!! Indonesia gak pernah ganggu 
negara ente, jadi jangan ganggu RI!!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 5:08 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   yg saya katakan 
"guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor." langsung 
diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn anda itu susah banget. 
anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu 
sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi 
gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya. "Jadi apabila 
engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang 
dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya 
mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat 
upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu 
apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan 
tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya 
kepadamu." Matius 6:2-4
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Guarantor koq bisa sama 
dengan co signor?Teori dari mana lagi ini?!!Orang kasih garansi koq bisa sama 
dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!! Yg ane bilang praktis yg berjalan 
dinegara ente itu adalah co signor.Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di 
review keuangannya? Bayar pajak juga enggak!Duit aja banyak yg dibawa bantal. 
Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 indonesia dikota ente yg illegal.Bantu 
orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to citizenship 
dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan "tangan kanan memberi 
tangan kiri jangan sampai tahu" Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg 
memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor 
juga harus di-review keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap 
memenuhi. ---Nesare:Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit 
yg diajukan oleh peminta kredit.Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, 
loan officer approve ngasih 80% krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan 
dirumah itu dan juga mau ikut tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi 
income nya gak bisa di verify krn mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg 
diikutin tidak bisa jadi patokan krn loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa 
bayar lebih.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Orang satu ini gobloknya 
minta ampun dan celakanya dipelihara.Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin 
adalah pemberian kredit bisa melebihi standard yg ditentukan oleh suatu 
perusahaan.Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak 
pemberian kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg 
menjadi patokan perusahaan pemberi kredit.Eh ngelantur kemana2 bilang ane gak 
suka imigran gelap.Emangnya ente yg humanis ini pernah nolong illegal immigrant 
asal Indonesia?Aduhhhh…kalau ane sudah pernah loh!!!!!! Ya jelas loan officer 
gak akan nanya yg ambil kredit lah apakah mereka itu illegal atau 
tidak!!!!Gobloknya minta ampun!!!! Yg terjadi adalah: loan officer approve 
permintaan kredit yg diajukan oleh peminta kredit.Kalau income nya hanya 
sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% krn melihat ada bapak ibu 
nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut tanda tangan dalam ambil 
mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn mereka2 ini gak bayar 
pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn loan officer tahu bahwa 
keluarga ini bisa bayar lebih. Emangnya sipenerima kredit goblok mau default 
kalau gak bisa bayar mortgage nya itu dari bulan pertama? Ente kan bilang 80% 
dan hanya tersisa 20% buat makan, nonton dan bensin dll. Ini kan asumsi ente yg 
goblok itu. Ini yg ane bilang dari dulu ente itu cupat pikirannya! Lalu dari 
pihak pemberi kredit, emangnya mereka ini goblok kalau tidak tahu bahwa pasti 
ada income sampingan diluar si penanda tangan!!!! Moso’ loan officer nya mau 
dipecat krn ngasih kredit macet???!!! Ente jelas gak ngerti gimana orang ambil 
mortgage dinegara ente!!!!Lah gimana mau gaya2 menganalisa apalagi yg di 
RI….weleh weleh….??!!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 28, 2016 11:14 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   Anda mengedepankan 
imigran gelap dengan contoh orang Indonesia dan Latino hal itu jelas 
menunjukkan pandangan anda yg bigot, memangnya anda melihat dengan mata curiga 
setiap orang Indonesia dan Latino sebagai imigran gelap? Status keimigrasian 
seseorang itu tidak ditulis didahi kepala yang bisa dibaca semua orang, tidak 
ada ketentuan utk memerisa immigration document waktu seseorang mengajukan 
mortgage bahkan ada UU anti diskriminasi. Seandainya loan officer menanyakan 
status keimigrasian ke orang2 tertentu hanya karena aksen yg berat sementara 
pada orang lain tidak ditanyakan itu sudah terhitung diskriminasi karena 
national origin. Saya tidak tahu secara tepat kasus DSR 80% yang anda 
bicarakan, tetapi ada yang namanya stated income bagi mereka yang self employed 
atau usaha sendiri. Apa mungkin ini yang anda maksud? Tetapi tetap saja DSR yg 
diterapkan 43% untuk back-end ratio.  ---In [email protected], 
<nesare1@...> wrote :Yang ngomong loan officer ngecek dokumen imigrasi itu 
siapa? Ente ini bisa baca ndak?Ane bilang loan officer memperhitungkan imigran 
gelap dalam memperhitungkan DSR suatu keluarga.Lah kalau dicek dokumen 
imigrasinya kan gak boleh dikasih loan nya?Ente kan bilang DSR 30% - 40%. Ane 
bilang lebih. Ane kasih contoh kasus imigran gelap. Sebetulnya keluarganya 
hanya punya DSR 80% tapi mortgage loan bisa dikasih karena dimasukkan factor 
imigran gelap ini yg belum tentu bayar pajak jadi gak bisa diverifikasi 
pendapatannya.Banyak orang Indonesia yang imigran gelap di USA punya rumah 
dengan cara ini.Kasihannya kalau mereka curiga ada polisi mau datang, mereka 
tinggalin saja semuanya termasuk perabot rumah yg baru dibeli.Ini salah satu 
contohnya. Kalau orang latino lebih seru lagi ceritanya. Minta ampun gobloknya! 
Orang ngomong apa eh ditanggapi gak keruan2! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 26, 2016 11:21 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Loan officer sama 
sekali tidak mengecek immigration documents dan tidak boleh men-diskriminasi 
baik itu race, national origin, sex, sexual orientation, age, dlsb. Uraian anda 
dibawah mencerminkan pandangan bigot nan diskriminatory serta pengetahuan yang 
minim. Yg direview loan officer adalah acceptable proof of income. Setelah 2009 
saya lihat acceptable proof of income utk individual tax return, dan ditambah 
bank statements utk menunjukkan ada duit bayar down payments dan closing cost. 
---Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg 
minta mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!! 
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Jonathan

(Message over 64 KB, truncated)

Kirim email ke