res : Berita agak lama tetapi apakah masih aktual? Sebenarnya tak perlu dihiraukan dengan pendidikan duniawi, kata seorang ahli ilmu langitan. Menurutnya buat apa pendidikan ilmu duniawi berkualitas tinggi, bukankah hidup di dunia ini hanya sebentar,dibandingkan kehidupan kekal di dunia seberang, di sana di taman firdaus terdapat kehidupan kekal penuh kelimpahan jasmaniah dan rochaniah, di taman firdaus itu menurutnya terdapat malaekat-malaekat cantik lagi sexy yang memberi pelayanan rochniah
Dan dari itu Kemenang akan mendidik 5000 PhD dalam waktu singkat mendatang agar ramai-ramai kehidupan kekal nan abadi di taman firdaus penuh dengan segala macam kebutuhan. http://www.jawapos.com/read/2016/04/27/25747/kualitas-pendidikan-indonesia-paling-rendah-di-dunia Rabu, 27 April 2016 10:02 Kualitas Pendidikan Indonesia Paling Rendah di Dunia dok. Jawa Pos -Mendikbud Anies Baswedan JawaPos.com - Ada perkembangan terbaru di dunia pendidikan Indonesia. Di tengah perkembangan zaman dan arus global, serta persaingan antar negara, ternyata kualitas pendidikan Indonesia paling rendah. Pengamat Pendidikan Indra Charisniadji mengungkapkan, menghadai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah negaranya tengah melakukan upaya persiapan yang optimal. Di antaranya meningkatkan kualitas pendidikan. Hal itu dilakukan oleh negara Thailand, Vietnam dan Filipina. Sementara di Indonesia upaya itu baru berjalan, tapi hasilnya belum kelihatan. Indra menyebutkan, kompetensi SDM Indonesia masih sangat rendah. Dari sisi kualitas pendidikan, Indonesia masih di urutan terendah dunia. Faktor penyebabnya, salah satunya masih rendahnya kualitas guru atau tenaga pengajar di Indonesia. Padahal, menurutnya kualitas guru sangat menentukan kualitas hasil pendidikan. ”Dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) ada 192 dari 1,6 juta guru saja yang memperoleh nilai di atas 90. Sementara nilai rata-rata UKG hanya 56. Kalau di Pendidikan Tinggi (Dikti) nilai ini sangat rendah bukan nilai D lagi bisa saja nilainya F,” ujar Indra Charisniadji dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Rabu (26/4). ndra menjelaskan fakta ini usai mengikuti seminar nasional pendidikan di Gedung DPR bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dan komisi X DPR, Selasa (26/4). Indra menyebutkan, jumlah guru di Indonesia sebanyak 3 juta orang. Dari jumlah tersebut ada peningkatan guru sebanyak 823 persen dari tahun 1999/2000. Sementara, peningkatan jumlah peserta didik hanya 17 persen. ”Angka kenaikan guru rasionya sangat tinggi. Apakah kenaikan siswa yang hanya 17 persen memerlukan guru sebanyak itu. Apalagi rasio tertinggi guru honorer yang hanya terima gaji Rp90 ribu per bulan pada 2005 lalu misalnya,” ungkapnya. Dikatakan Indra, tingginya rasio peningkatan guru harus diikuti kebijakan pendidikan kompetensi guru dari pemerintah. Khusus pendidikan vokasi, menurutnya harus memenuhi kebutuhan dunia industri. Pasalnya, kualitas pendidikan kejuruan saat ini belum tentu memenuhi kebutuhan industri. ”Secara kuantitas lulusan SMK banyak, tapi secara kualitas belum memenuhi standar kebutuhan industri. Keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi(LSP) atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi(BNSP) belum menjawab kualitas kompetensi SMK,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan industri, menurut Indra tenaga pengajar profesional dapat diambil dari lapangan. Apalagi minat guru vokasi dewasa ini sangat minim. Selain itu, tak kalah penting pemenuhan alat bantu ajar harus dipenuhi. ”Tidak hanya belanja aja, pemerintah harus ada road map. Apalagi alat bantu ajar pendidikan vokasi sangat mahal,” tandasnya. Mendikbud Anies Baswedan mengakui tentang masalah itu. Dikatakannya, berbagai masalah yang muncul di dunia pendidikan akan segera diselesaikan. Menurut mantan Rektor Universitas Paramadina itu, setiap masalah yang muncul di dunia pendidikan harus diselesaikan. Sehingga, tidak muncul masalah yang sama. ”Masalah pendidikan banyak sekali. Setiap ke daerah kami sebut belanja masalah. Dan masalah yang kami temukan akan selesaikan,” ujar Anies Baswedan. Terkait peningkatan rasio guru yang cukup signifikan, menurut Anies perlu dilakukan solusi yang strategis. (nas/iil/JPG
