Fata morgana barangkali.......

2016-11-03 10:46 GMT+01:00 Yoseph T Taher [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>  1. *"kualitas pendidikan  Indonesia paling rendah*". Mengapa mesti heran
> kalau masuk sekolah saja mesti "main sogok" lalu ijazah gampang didapat
> kalau berani bayar. Bukankah demikian prakteknya? Semenjak 1965 disegala
> sudut dan bidang sudah berjalan tidak pada tempatnya.......babenya saja
> (Soeharto) koruptor besar. Bagaimana yang bawahan nggak niru?
>
> 2. Dan khusus untuk bung "Sunny" tentang *"**di  taman firdaus itu
> menurutnya terdapat malaekat-malaekat cantik lagi sexy yang  memberi
> pelayanan rochniah**" *itu hanyalah impian disiang bolong orang-orang
> padang pasir, karena dinegerinya susah melihat perempuan cantik, maka
> diberilah harapan bakal mendapat malaekat cantik.......ha......ha........maka
> berbondong-bondonglah orang mengharap dan 
> mengharap........ha........ha.......!  Lelaki
> mana  yang nggak suka diberi malaekat cantik.......???
>
>
>
> ------ Original Message ------
> From: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
> To:
> Sent: Thursday, 3 Nov, 2016 At 7:18 PM
> Subject: [GELORA45] Kualitas Pendidikan Indonesia Paling Rendah di Dunia
>
>
>
>
>
>
>
> res : *Berita agak lama tetapi apakah  masih aktual? *
>
> *Sebenarnya tak perlu dihiraukan dengan  pendidikan duniawi, kata seorang
> ahli ilmu langitan. Menurutnya buat apa  pendidikan ilmu duniawi
> berkualitas tinggi, bukankah hidup di dunia  ini  hanya
> sebentar,dibandingkan kehidupan kekal di dunia seberang, di sana di taman
>  firdaus terdapat kehidupan kekal penuh kelimpahan jasmaniah dan rochaniah,
> di  taman firdaus itu menurutnya terdapat malaekat-malaekat cantik lagi
> sexy yang  memberi pelayanan rochniah  *
>
> *Dan dari itu  Kemenang** akan mendidik 5000  PhD dalam waktu singkat
> mendatang agar ramai-ramai kehidupan kekal nan abadi di  taman firdaus
> penuh dengan segala macam kebutuhan.*
>
> http://www.jawapos.com/read/2016/04/27/25747/kualitas-pendid
> ikan-indonesia-paling-rendah-di-dunia
>
>
> Rabu, 27 April 2016 10:02
> Kualitas Pendidikan  Indonesia Paling Rendah di Dunia
>
> [image: Kualitas Pendidikan Indonesia Paling Rendah di Dunia]
> dok. Jawa Pos
> -Mendikbud Anies Baswedan
>
>
> *JawaPos.com* - Ada  perkembangan terbaru di dunia pendidikan Indonesia.
> Di tengah perkembangan zaman  dan arus global, serta persaingan antar
> negara, ternyata kualitas pendidikan  Indonesia paling rendah.
>
> Pengamat Pendidikan Indra  Charisniadji mengungkapkan, menghadai
> Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sejumlah  negaranya tengah melakukan upaya
> persiapan yang optimal.
>
> Di antaranya meningkatkan kualitas  pendidikan. Hal itu dilakukan oleh
> negara Thailand, Vietnam dan Filipina.  Sementara di Indonesia upaya itu
> baru berjalan, tapi hasilnya belum kelihatan.
>
> Indra menyebutkan, kompetensi SDM  Indonesia masih sangat rendah. Dari
> sisi kualitas pendidikan, Indonesia masih di  urutan terendah dunia.
>
> Faktor penyebabnya, salah satunya  masih rendahnya kualitas guru atau
> tenaga pengajar di Indonesia. Padahal,  menurutnya kualitas guru sangat
> menentukan kualitas hasil pendidikan.
>
> ”Dari hasil Uji Kompetensi Guru  (UKG) ada 192 dari 1,6 juta guru saja
> yang memperoleh nilai di atas 90.  Sementara nilai rata-rata UKG hanya 56.
> Kalau di Pendidikan Tinggi (Dikti) nilai  ini sangat rendah bukan nilai D
> lagi bisa saja nilainya F,” ujar Indra  Charisniadji dilansir *Indopos
> (Jawa Pos Group),* Rabu  (26/4).
>
> ndra menjelaskan fakta ini usai  mengikuti seminar nasional pendidikan di
> Gedung DPR bersama Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies
> Baswedan dan komisi X DPR, Selasa (26/4).
>
> Indra menyebutkan, jumlah guru di  Indonesia sebanyak 3 juta orang. Dari
> jumlah tersebut ada peningkatan guru  sebanyak 823 persen dari tahun
> 1999/2000. Sementara, peningkatan jumlah peserta  didik hanya 17 persen.
>
> ”Angka kenaikan guru rasionya  sangat tinggi. Apakah kenaikan siswa yang
> hanya 17 persen memerlukan guru  sebanyak itu. Apalagi rasio tertinggi guru
> honorer yang hanya terima gaji Rp90  ribu per bulan pada 2005 lalu
> misalnya,” ungkapnya.
>
> Dikatakan Indra, tingginya rasio  peningkatan guru harus diikuti kebijakan
> pendidikan kompetensi guru dari  pemerintah.
>
> Khusus pendidikan vokasi,  menurutnya harus memenuhi kebutuhan dunia
> industri. Pasalnya, kualitas  pendidikan kejuruan saat ini belum tentu
> memenuhi kebutuhan industri.
>
> ”Secara kuantitas lulusan SMK  banyak, tapi secara kualitas belum memenuhi
> standar kebutuhan industri.  Keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi(LSP)
> atau Badan Nasional Sertifikasi  Profesi(BNSP) belum menjawab kualitas
> kompetensi SMK,” katanya.
>
> Untuk memenuhi kebutuhan industri,  menurut Indra tenaga pengajar
> profesional dapat diambil dari lapangan. Apalagi  minat guru vokasi dewasa
> ini sangat minim. Selain itu, tak kalah penting  pemenuhan alat bantu ajar
> harus dipenuhi.
>
> ”Tidak hanya belanja aja,  pemerintah harus ada road map. Apalagi alat
> bantu ajar pendidikan vokasi sangat  mahal,” tandasnya.
>
> Mendikbud Anies Baswedan mengakui  tentang masalah itu. Dikatakannya,
> berbagai masalah yang muncul di dunia  pendidikan akan segera diselesaikan.
>
> Menurut mantan Rektor Universitas  Paramadina itu, setiap masalah yang
> muncul di dunia pendidikan harus  diselesaikan. Sehingga, tidak muncul
> masalah yang sama.
>
> ”Masalah pendidikan banyak sekali.  Setiap ke daerah kami sebut belanja
> masalah. Dan masalah yang kami temukan akan  selesaikan,” ujar Anies
> Baswedan.
>
> Terkait peningkatan rasio guru  yang cukup signifikan, menurut Anies perlu
> dilakukan solusi yang strategis.  *(nas/iil/JPG*
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke