http://www.jawapos.com/read/2016/11/03/61826/asingnya-nama-presiden-soekarno-bagi-anak-di-ujung-timur-indonesia

Kamis, 03 November 2016 10:55 

Asingnya Nama Presiden Soekarno Bagi Anak di Ujung Timur Indonesia


 
Gamel/Cendrawasih Pos/JawaPos.com 
-Pelajar di tanah Papua mengikuti program Pramuka 

JawaPos.com PEKANBARU - Kesetaraan pendidikan di Indonesia masih dalam bentuk 
lip service. Buktinya di ujung timur Indonesia, Tepatnya di Jayawijaya Papua, 
anak-anak di sana masih menghadapi gagap menulis membaca dan berhitung. 

Fakta ini ditemukan oleh Reby Oktarianda, salah seorang tenaga pengajar yang 
tergabung dalam program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan 
Tertinggal (SM3T). 

Diceritakannya, ketika pertama kali datang ke tanah Jayawijaya, Papua beberapa 
waktu lalu, dia dan bersama anggota SM3T lainnya menghapi pengalaman yang cukup 
besar. 

Di daerah ini kesabaran dan kemampuan seorang guru sangat diuji. Bayangkan 
saja, pelajar tingkat SMP masih ada yang belum bisa baca tulis. 

"Anehnya mereka tetap naik kelas," kenang alumnus Pendidikan Biologi Fakultas 
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unri itu yang dilansir Riau Pos (Jawa Pos 
Group), Kamis (3/11). 

Pengalamannya, ketika baru tiba di daerah Jayawijaya dia bersama tenaga 
pengajar daerah terluar lainnya menemukan anak buta huruf, lemah dalam 
berhitung dan menulis. 

Kirim email ke