Belakangan ini sering hujan lebat. Bulan September Garut dihantam banjir. Minggu lalu banjir di Bandung menyeret mobil penduduk dan apa saja.
Semoga besok hujan lebat mengguyur alun-alun JKT. Kita lihat, siapa yang paling berani mandi hujan diseling petir menggelegar. --- teddyr@... wrote: Ada 20 truk tentara di tol Bandung - Jakarta yang saya duga dari Kodam Siliwangi. From: ajeg "Mereka akan menggunakan sorban berwarna putih, kopiah haji dan tidakbersenjata." Presiden Jokowi mestinya tetap mengedepankan persuasiseperti ketika mendatangi Prabowo dan mengundang MUI, PBNU, PB Muhammadiyah ke istana. Mengerahkan pasukan elit beratribut mirip FPI begini malah terkesan provokatif. Lupa? Pasukan ini ditimpuki botol oleh FPI di dekat istana. Atau, perusuh sudah menyusup terlalu jauh dalam istana? --- Pasukan Asmaul Husna Diterjunkan Amankan Aksi 4 November | | Pasukan Asmaul Husna Diterjunkan Amanka... | | - Begini Taktik PasukanAsmaul Husna Hadapi Demo 4 November KAMIS, 03NOVEMBER 2016 | 06:30 WIB PasukanAsmaul Husna Polri mengikuti apel pasukan pengamanan Pilkada 2017 di Monas,Jakarta, 2 November 2016. Sebanyak 4000 pasukan gabungan TNI dan Polrimelaksanakan apel pengamanan Pilkada serentak 2017. TEMPO/Subekti TEMPO.CO, Jakarta -Polri menyiapkan 400 anggota Brimob terpilih dari berbagai daerah untukmengamankan jalannya demonstrasi pada 4 November 2016 mendatang dari MasjidIstiqlal menuju Istana Negara. Mereka akan menggunakan sorban berwarna putih, kopiah haji dan tidakbersenjata. Pasukan yang berada di barisan terdepan itu bakal terusmengumandangkan zikir dan melafalkan Asmaul Husna atau nama-nama Allah. "Kami menyebutnya Tim Asmaul Husna," kata Kapolda Metro Jaya IrjenPol M.Iriawan, Rabu, 2 November 2016. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menjelaskan TimAsmaul Husna merupakan pasukan yang disiapkan dari Brimob Nusantara. Polri, katanya, mendatangkan anggotaBrimob dari berbagai daerah yang secara spesifik mempunyai kemampuan berzikir.Salah satunya Brimob dari Polda Jawa Barat. Tim semacam ini pernahditurunkan ketika berlangsung demonstrasi di Bandung dan Surabaya. Awi menuturkan hal ini merupakan terobosan kreatif dari Brimob Mabes Polriuntuk mengamankan unjuk rasa tanpa kekerasan. "Kami kedepankan persuasifdulu," katanya. Wakil Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Arif Rachman,mengatakan Tim Asmaul Husna adalah pengganti pasukan tameng. "Kalaupasukan lain menembak pakai peluru, mereka menembak pakai hati," kataArif. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto,mengatakan Tim Asmaul Husna hadir untuk mengingatkan masyarakat bahwa polisisama dengan warga lainnya yang juga beribadah. "Bahwa ada juga di antarakami yang Muslim, juga melakukan kegiatan keagamaan," kata Agus. Awi menjelaskan sesuai perintah Kapolri dan Kapolda, Tim Asmaul Husna maupunTim Dalmas Awal tidak dipersenjatai. Meski begitu, prosedur tetap pengamananakan tetap dilakukan. Jika situasi damai, ujar Awi, akan menggunakan prosedur tetap atau SOP Nomor 6tahun 2006 tentang Pengendalian Massa. Andaikata terjadi tindakan anarkistis,akan dipakai Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 tentang Pengunaan Kekuatandalam Tindakan Kepolisian. "Terakhir, kalo terjadi chaos, ada timnya sendiri menggunakan ProtapNomor 1 tahun 2010," ujar Awi. Selain pasukan Asmaul Husna, Polri menyiapkan 300 personel Polwan berhijabuntuk mengamankan demonstrasi di Jakarta pada 4 November 2016. Personel Polwan berhijab ini akan diposisikan di garda depan pengamanan."Mereka masuk dalam Tim Dalmas Awal atau Tim Negosiator," kata Awi. Pada Rabu, 2 November 2016, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan PanglimaTNI Jenderal Gatot Nurmantyo memeriksa kesiapan personelnya di Lapangan SilangMonas, Jakarta Utara. Mulai dari pasukan TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Marinir, Pasukan Khusus,polisi Lalu Lintas, dan Sabhara. Mereka memakai baju seragam masing-masing. Di samping pasukan Brigade Mobil yang berpakaian hitam-hitam, hadir pula TimAsmaul Husna yang berbalut sorban dan kopiah haji berwarna putih. Mereka tetapmemakai seragam polisi. Mereka duduk bersila dan tangannya menengadah di atas lutut. Mereka melafalkanAsmaul Husna atau nama-nama Allah untuk melunakkan hati ribuan demonstranseusai salat Jumat, 4 November 2016 di Mesjid Istiqlal dan Istana Presiden. INGE KLARA | REZKI ALVIONITASARI | SUBEKTI
