http://www.antaranews.com/berita/593978/modal-asing-yang-masuk-pasar-modal-indonesia-rp157-triliun

Modal asing yang masuk pasar modal Indonesia Rp157 triliun
Kamis, 3 November 2016 17:07 WIB | 117 Views
Pewarta: Indra Arief Pribadi
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyebutkan dana asing yang masuk ke 
pasar modal dan obligasi di dalam negeri (capital inflow) sebesar Rp157 triliun 
hingga pekan terakhir Oktober 2016.

"Sampai minggu lalu sebesar Rp157 triliun dalam bentuk portfolio, itu tidak 
termasuk penanaman modal asing. Saham sekitar Rp37 triliun sisanya obligasi 
pemerintah," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis.

Di kuartal IV 2016, Perry melihat potensi dana luar negeri masuk akan semakin 
besar. Salah satu peyebabnya adalah realisasi dari repatriasi dana program 
amnesti pajak yang selama ini mengendap di luar negeri.

Perkiraan Perry, hingga akhir Desember 2016, dana repatriasi akan menambah 
Rp100 triliun ke total capital inflow. Perkiraaan angka tersebut dari catatan 
dana repatriasi di periode pertama amnesti pajak sebesar Rp143 triliun, yang 
akan disalurkan dengan jangka waktu hingga akhir Desember 2016.

"Dari Rp143 triliun yang sudah masuk baru sekitar Rp 40 triliun. Sisanya Rp 100 
triliun itu akan masuk dan kami antisipasi di Desember ini," ujarnya.

Namun, Perry mengakui, gejolak di pasar keuangan global masih membayangi. Jika 
tidak hati-hati, alih-alih dana masuk, sebaliknya bisa saja dana keluar 
terjadi. 

Beberapa potensi gejolak itu antara lain bersumber dari Pemilihan Presiden 
(Pilpres) di Amerika Serikat pada 8 November 2016 mendatang dan rencana 
kenaikan suku bunga The Federal Reserva.

"Pilpres kami antisipasi tetapi sejauh ini dampaknya terhadap Indonesia, itu 
tidak besar bahkan sama sekali tidak ada. Itu dalam arti portfolio masih masuk 
masih masuk, kurs relatif stabil dan cukup baik," katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kamis, 3 November 2016 17:07 WIB | 117 Views
Pewarta: Indra Arief Pribadi
 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia menyebutkan dana asing yang masuk ke 
pasar modal dan obligasi di dalam negeri (capital inflow) sebesar Rp157 triliun 
hingga pekan terakhir Oktober 2016.

"Sampai minggu lalu sebesar Rp157 triliun dalam bentuk portfolio, itu tidak 
termasuk penanaman modal asing. Saham sekitar Rp37 triliun sisanya obligasi 
pemerintah," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis.

Di kuartal IV 2016, Perry melihat potensi dana luar negeri masuk akan semakin 
besar. Salah satu peyebabnya adalah realisasi dari repatriasi dana program 
amnesti pajak yang selama ini mengendap di luar negeri.

Perkiraan Perry, hingga akhir Desember 2016, dana repatriasi akan menambah 
Rp100 triliun ke total capital inflow. Perkiraaan angka tersebut dari catatan 
dana repatriasi di periode pertama amnesti pajak sebesar Rp143 triliun, yang 
akan disalurkan dengan jangka waktu hingga akhir Desember 2016.

"Dari Rp143 triliun yang sudah masuk baru sekitar Rp 40 triliun. Sisanya Rp 100 
triliun itu akan masuk dan kami antisipasi di Desember ini," ujarnya.

Namun, Perry mengakui, gejolak di pasar keuangan global masih membayangi. Jika 
tidak hati-hati, alih-alih dana masuk, sebaliknya bisa saja dana keluar 
terjadi. 

Beberapa potensi gejolak itu antara lain bersumber dari Pemilihan Presiden 
(Pilpres) di Amerika Serikat pada 8 November 2016 mendatang dan rencana 
kenaikan suku bunga The Federal Reserva.

"Pilpres kami antisipasi tetapi sejauh ini dampaknya terhadap Indonesia, itu 
tidak besar bahkan sama sekali tidak ada. Itu dalam arti portfolio masih masuk 
masih masuk, kurs relatif stabil dan cukup baik," katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke