Pemerintah Hong Kong Segera Sahkan Larangan Membersihkan Jendela
jbmihongkong / 10 hours agoDepartemen Tenaga Kerja Hong Kong mengambil langkah 
cepat untuk mencegah kecelakaan PRT mirgan saat membersihkan jendela dari 
apartemen yang tinggi. Perwakilan serikat dan organisasi buruh migran di Hong 
Kong bertemu dengan perwakilan Departemen tenaga kerja Hong Kong pada Rabu, 2 
November 2016 di Shueng Wan, kantor pusat departemen tenaga kerja Hong Kong. 
Agenda pertemuan ini salah satunya adalah untuk menindaklanjuti tuntutan buruh 
migran di Hong Kong terkait larangan membersihkan jendela bagi PRT migran di 
Hong Kong.Dalam pertemuan tersebut perwakilan pejabat departemen tenaga kerja 
menjelaskan aturan tambahan baru dalam kontrak kerja baru kepada perwakilan 
organisasi yang hadir dan menyampaikan jika sebelumnya juga sudah menyampaikan 
hal serupa kepada perwakilan majikan dan agen di Hong Kong.“Kami menyambut baik 
upaya pemerintah Hong Kong dengan merespon cepat tuntutan kami terkait dengan 
larangan membersikan jendela bagi PRT migran, namun sayangnya ini masih berlaku 
bagi kontrak kerja yang baru dan kami meminta agar nasib 340 ribu PRT migran 
yang sudah di Hong Kong juga diperhatikan, jelas Sringatin, Koordinator 
JBMI.Sringatin menyampaikan kekwatiranya terkait dengan aturan ini, karena 
belum berbentuk undang-undang dan tidak ada sistem pengaduan dan hukuman bagi 
majikan yang melanggar aturan ini. PRT migran yang dipaksa membersihkan jendela 
hanya diminta untuk memutuskan kontrak kerjanya, tapi kami tahu bahwa ini tidak 
mudah, mengingat dampak lain yang harus dihadapi oleh PRT migran saat 
memutuskan kontrak kerja. PRT migran akan sulit menolak perintah majikan 
mengingat tidak murah dan tidak mudah untuk memutuskan kontrak kerja. Kami 
harus menghadapi aturan imigrasi Hong Kong yang mengharuskan kami untuk keluar 
Hong Kong saat mengajukan visa dengan majikan baru dan juga tingginya potongan 
agen yang dibebankan kepada kami, tegas Sring.Departemen tenaga kerja di Hong 
Kong meminta masukan dari perwakilan serikat buruh dan organisasi yang hadir 
dalam penambahan pasal baru dalam kontrak kerja PRT migran terkait dengan 
larangan membersihkan jendela.Dalam aturan itu ditambahkan bahwa PRT migran 
hanya dibolehkan membersihkan jendela yang berada di lantai dasar ,jendela yang 
berada diteras atau memiliki balconi dan PRT boleh membersihkan jendela dengan 
ketentuan : jendela harus dipasang dengan terali besi yang terkunci dengan 
jaminan keamanan, saat membersihkan jendela harus ada majikan atau orang dewasa 
perwakilan dari majikan yang mengawasi PRT mirgan saat membersihkan jendela, 
saat membersihkan jendela tubuh tidak boleh keluar dari jendela dan hanya 
bagian tangan saja yang boleh berada diluar jendela.Perwakilan AMCB dan JBMI 
yang hadir dalam pertemuan tersebut menekankan kepada departeman tenaga kerja 
di Hong Kong untuk memastikan PRT migran dengan kontrak lama bisa mengikuti isi 
kontrak kerja yang baru ini dan mereka dijamin bisa menolak membersihkan 
jendela saat majikan menyuruhnya. Selain itu pemerintah Hong Kong harus  
membuat sistem pengaduan dan hukuman bagi pelanggar isi kontrak kerja terkait 
larangan membersihkan jendela sehingga majikan jahat tidak mudah untuk 
melanggar isi aturan baru ini.JBMI dan AMCB juga mengingatkan janji pemerintah 
Hong Kong yang akan memberikan training tentang kesehatan dan keselamatan kerja 
bagi PRT migran khususnya yang baru datang di Hong Kong. Training ini penting 
bagi PRT migran yang baru datang untuk memahami bagaimana bekerja di Hong Kong 
dengan rumah berbentuk flat ataupun apartemen tinggi.Sebelumnya, JBMI juga 
sudah memberikan surat terbuka kepada Bapak Tri Tharyat, Konjen KJRI di Hong 
Kong pada Minggu 23 Oktober 2016. Surat terbuka yang juga didukung oleh 
beberapa organisasi di Hong Kong meminta pemerintah Indonesia khususnya KJRI 
Hong Kong untuk mendukung langkah pemerintah Philipina yang memberlakukan 
aturan larangan membersihkan jendela bagi PRT Mirgan di Hong Kong dan 
mengharuskan majikan untuk menandatangi perjanjian tentang larangan 
membersihkan jendela.Hong Kong 03 November 2016

Kirim email ke