Para undocumented itu melanggar keimigrasian memang iya, dan itu selalu menjadi 
issue secara politik bagaimana menanganinya apakah akan diputihkan atau diusir 
semua atau apalah. Tetapi dalam kasus yg kita bicarakan kode etik apa yg 
dilanggar?
Anda membanggakan diri pernah menolong undocumented, tetapi sikap dan pandangan 
anda yg sangat anti mencerminkan hal yg berbeda.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Oh yang illegal immigrant tidak melanggar kode etik? Hehehehehe.Juga tidak 
melanggar hukum negara ente ya? Ayo, mari datang rame2 kenegara 
sijonathan!Imigrasi dibubarkan!Ini programnya jonathan!Visa2 ditiadakan!Ini 
program humanis! Hehahehaheha.. Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 4, 2016 2:22 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  yg melanggar kode 
etik dan regulasi itu ya loan officer ataupun lender-nya. anda ngaco saja!  
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Oh mengalah nih yeah??!!Sekarang bilang bisa ya??!! Koq bisa mereka2 yg 
melanggar kode etik itu kan illegal immigrant dan lender yg ngasih loan kpd 
orang yg illegal.Gimana sih? Katanya ente humanis pro illegal 
immigrant.Sekarang bilang illegal immigrant melanggar kode etis dan regulasi?!! 
Aduhhhhh….gawat orang ini.Lebih gawat lagi nuduh ane yg anti illegal 
immigrant!!!! Bener2 orang satu ini!!


Nesare  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 4, 2016 1:44 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   melihat penekanan 
anda pada illegal immigrant terlihat jelas sikap anti undocumented nan bigot 
anda. dibilang nggak ada sama sekali jelas gak bisa, biarpun disupermarket 
dikasih tulisan jangan ngutil dan dipasang kamera sekalipun ya tetap saja ada 
yg ngutil. dibilang jangan kencing dipinggir jalan ya tetap ada yg kencing, 
kalau yg anda maksudkan yg dilakukan mereka2 yg melanggar kode etik ataupun 
bahkan regulasi ya tak tahulah. ---In [email protected], <nesare1@...> 
wrote :


Tetapi setelah financial crisis praktek2 seperti diatas sudah tidak ada lagi 
atau setidaknya berkurang banyak sekali.Nesare: sekarang masih ada ‘kan? Wong 
illegal immigrant saja masih petentang petenteng berani terang2an hidup di 
negara ente, koq bisa takut ambil mortgage utk beli rumah?! Emangnya ene gak 
tahu dulu sebelum krisis lebih parah?!Lah kalau ane ngerpek melihat keterangan 
orang lain, emangnya salah? Gak boleh? Ya jelas ane ngerpek krn ane tinggal di 
desa di Indonesia yg internetnya lambat dan tidak secured. Lah kalau salah ya 
kasih tahu salah!!! Ente mau ngotot apa lagi? Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 4, 2016 11:06 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   Kalau tidak 
di-press tentu anda tidak akan mengaku kalau yg anda bicarakan itu sebelum 2008 
kejaman dahulu kala padahal itu sudah saya tulis ber-kali2 bahkan jelas saya 
tanyakan tahun berapa, dalam menjawabpun ternyata anda ngerpek melihat 
keterangan orang sebelumnya kemudian ditulis lagi dengan kata2 yg berbeda. 
Begini ya saya ulangi lagi, sebelum financial crisis-pun standar DSR 28-43% itu 
sudah dipakai, hanya waktu itu stated income juga umum dipakai sehingga sso yg 
income-nya tidak cukup bisa ngibul (baiknya dirinya sendiri ataupun kerja sama 
dengan loan officer) mempunyai income tambahan sebesar sekian self employed 
atau kerjaan tambahan tanpa pay stub atau apalah.  Juga ada program creative 
financing dengan negative amortization yg memberi grace period beberapa tahun 
awal cukup membayar nilai yg kecil sekali bahkan lebih kecil dari tingkat bunga 
dimana kekurangannya dimasukkan kepokok alhasil pokok menjadi semakin besar. 
Contoh creative financing seperti ini di Indonesia ada di proyek KA Cepat 
Jakarta Bandung yg memberi grace period sekitar 4-5 th tidak perlu membayar 
bunganya yg selisihnya dimasukkan kepokok. Tentang tanpa DP, yg terjadi sang 
borrower meminjam lebih dari satu loan (umumnya 2 loan). Sebagai contoh loan yg 
pertama senilai 80% LTV sedang loan kedua 20% LTV ke second lender. Bagi lender 
pertama sang borrower seakan pinjam duit dengan 20% dp memberikan loan dgn 
tingkat bunga normal sesuai dengan credit rating sang borrower, sedang lender 
yg kedua menarik tingkat bunga yg lebih tinggi karena asume resiko yg lebih 
tinggi. Disini seandainya terjadi foreclosure lender pertama akan dapat 
pengembalian lebih dahulu dan bila masih ada sisanya barulah dibayarkan ke 
lender kedua yg sering2 tidak mencukupi. Tetapi setelah financial crisis 
praktek2 seperti diatas sudah tidak ada lagi atau setidaknya berkurang banyak 
sekali. Apa yg terjadi diatas adalah beberapa penyebab financial crisis, yg 
terjadi karena sistem kapitalisme murni yg diterapkan President Bush walaupun 
diperingatkan banyak ahli akan terjadi bubble kalau terus dibiarkan bapak 
presiden tetap saja cuek dan sibuk main perang2an. Tetapi memang itulah prinsip 
yang dianut Partai Republic yg menghindari banyaknya regulasi dalam pasar. 
Setelah pemerintahan beralih ke Democrat regulasi2 yg mengatur pasar diterapkan 
yg bisa meredam banyak praktek2 seperti diatas.  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :



Koq bisa confidential? Apanya yg confidential?Orangnya? Apanya yg confidential 
illegal immigrant ini? sudah buta tuli jutaan illegal immigrant berkeliaran 
bebas dinegara ente! Malahan dibikin film documenter ala mahoma lopez di 
manhattan NY. Datanya confidential? Iya. Ini benar datanya confidential. Ini yg 
ente minta dan ini yg disebut goblok!!!! Ini pertanyaan ente yg  ane gak jawab! 
Mintanya data confidential orang!!! Minta ampun gobloknya!!! Pemberian mortgage 
kaya’ gitu itu begitu lazimnya dinegara ente. Seperti yg ane tulis tempo hari 
praktis ini sangat lazim dan tanpa DP sebelum 2008. Ini salah satu penyebab 
krisis real estate dinegara ente!!!! Klik sana DP 0% ini digoogle, bejibun 
banyaknya informasi ini!!!! Ente itu ngak ngerti!!! Pake’ logika sendiri utk 
mempertahankan opini standard DSR 30%!!!Ini yg ane bidik!!! Ini yg ane 
salahkan!!! Ini yg ane bilang cupat pikirannya!!! Inilah ente!!!Pake logika 
kalau 80% utk bayar cicilan kredit rumah, mana cukup sisanya 20% utk biaya 
hidup sehari2?! Ini yg ente pake’ utk menyokong logika ente. Emangnya yg ambil 
kredit begitu gobloknya kalau dia nggak mampu bayar cicilan kredit 
rumah/mortgage itu dari awalnya?!! Emangnya dia mau default??!!! Emangnya dia 
mau foreclosure??!!!Ya jelas orang sudah ambil kredit mortgage pasti sudah tahu 
dia mampu bayar!!! Lender gak pusing masalah ini. yg ditakuti lender adalah 
kalau nantinya gak bisa bayar. Ini sebabnya banyak: kehilangan pekerjaan, kena 
deportasi, ada guncangan dikeluarga, makanya sekarang setelah krisis 2008 sudah 
susah atau mungkin sudah tidak ada DP 0% alias gratis itu. Kalau dulu mah itu 
praktek sehari2 orang ambil mortgage. Ente banyak ndak tahunya tapi so’ 
tahu!!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 6:03 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   anda sedemikian 
tahunya sampai2 informasi yg sangat confidential juga tahu, bisa tahu status 
undocumented yg seharusnya dirahasiakan rapat2, bisa tahu biarpun seluruh 
income dijumlahkan juga DSRnya 80% yg seharusnya tidak layak dapat loan tapi 
tetap dikasih juga, bisa tahu nggak pakai dp,  tentu hanya orang yg terlibat yg 
tahu sedemikian dalam. hal ini menimbulkan kemungkinan anda mempunyai peranan 
dalam transaksi itu atau anda hanya sekedar ngebacot.  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :




Apa nggak goblok dengan pertanyaan personal begini?Emangnya selama ente bashing 
Jokowi itu, apa peranan ente?Hehehehe ngaco aja! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 3:23 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   kelihatannya anda 
sedemikian dalam pengetahuan akan transaksi itu, apa peranan anda dalam 
pemberian loan yg anda ceritakan itu? sebagai borrower, loan officer, lender, 
atau apalah? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :





Itu urusan ente. Itu urusan negara ente. Mau percaya atau tidak itu urusan 
ente.Lender yg ngasih ke illegal immigrant saja ada dan terang2an dinegara 
ente, koq hanya masalah DSR ente persoalkan. Bisa2 ente ini anti illegal 
immigrant ya?! Hehehehehe Nesare






 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 10:56 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   jadi setelah income 
bapak ibu kakek nenek saudara saudari semuanya diperhitungkan DSRnya 80% masih 
dikasih kredit tanpa DP pula, apa mungkin anda yg jadi loan officer-nya yg 
cuman ngejar komisi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :






Loh kan sudah ane kasih tahu: income bapak, ibu, kakek, nenek, saudara didalam 
keluarga itu diperhitungkan sbg total income??!!!Semua income ini tidak bayar 
pajak dan tidak bisa diversify tetapi lender memperhitungkannya dan bisa 
disapprove karena buyer mintanya DSR 80%. Itu tergantung lendernya. Kalau 
lendernya agresifnya ya bisa dikasih. Kalau dulu sebelum krisis 2008 hampir 
semua dikasih dan malahan tidak pakai DP! DP ini jauh lebih berbahaya drpd DSR 
yg tinggi buat lender! Ngerti ndak??!!! Moso’ buyer mau default setelah minta 
DSR tinggi dalam bbrp bulan?Moso ada orang ambil kredit tapi gak mampu bayar 
cicilan kreditnya?Gobloknya minta ampun!! Mikir kaya’ gini saja ndak bisa!!! 
Nesare

Kirim email ke