Kalau tidak di-press tentu anda tidak akan mengaku kalau yg anda bicarakan itu 
sebelum 2008 kejaman dahulu kala padahal itu sudah saya tulis ber-kali2 bahkan 
jelas saya tanyakan tahun berapa, dalam menjawabpun ternyata anda ngerpek 
melihat keterangan orang sebelumnya kemudian ditulis lagi dengan kata2 yg 
berbeda.
Begini ya saya ulangi lagi, sebelum financial crisis-pun standar DSR 28-43% itu 
sudah dipakai, hanya waktu itu stated income juga umum dipakai sehingga sso yg 
income-nya tidak cukup bisa ngibul (baiknya dirinya sendiri ataupun kerja sama 
dengan loan officer) mempunyai income tambahan sebesar sekian self employed 
atau kerjaan tambahan tanpa pay stub atau apalah. 
Juga ada program creative financing dengan negative amortization yg memberi 
grace period beberapa tahun awal cukup membayar nilai yg kecil sekali bahkan 
lebih kecil dari tingkat bunga dimana kekurangannya dimasukkan kepokok alhasil 
pokok menjadi semakin besar. Contoh creative financing seperti ini di Indonesia 
ada di proyek KA Cepat Jakarta Bandung yg memberi grace period sekitar 4-5 th 
tidak perlu membayar bunganya yg selisihnya dimasukkan kepokok.
Tentang tanpa DP, yg terjadi sang borrower meminjam lebih dari satu loan 
(umumnya 2 loan). Sebagai contoh loan yg pertama senilai 80% LTV sedang loan 
kedua 20% LTV ke second lender. Bagi lender pertama sang borrower seakan pinjam 
duit dengan 20% dp memberikan loan dgn tingkat bunga normal sesuai dengan 
credit rating sang borrower, sedang lender yg kedua menarik tingkat bunga yg 
lebih tinggi karena asume resiko yg lebih tinggi. Disini seandainya terjadi 
foreclosure lender pertama akan dapat pengembalian lebih dahulu dan bila masih 
ada sisanya barulah dibayarkan ke lender kedua yg sering2 tidak mencukupi.
Tetapi setelah financial crisis praktek2 seperti diatas sudah tidak ada lagi 
atau setidaknya berkurang banyak sekali.
Apa yg terjadi diatas adalah beberapa penyebab financial crisis, yg terjadi 
karena sistem kapitalisme murni yg diterapkan President Bush walaupun 
diperingatkan banyak ahli akan terjadi bubble kalau terus dibiarkan bapak 
presiden tetap saja cuek dan sibuk main perang2an. Tetapi memang itulah prinsip 
yang dianut Partai Republic yg menghindari banyaknya regulasi dalam pasar. 
Setelah pemerintahan beralih ke Democrat regulasi2 yg mengatur pasar diterapkan 
yg bisa meredam banyak praktek2 seperti diatas.

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Koq bisa confidential? Apanya yg confidential?Orangnya? Apanya yg confidential 
illegal immigrant ini? sudah buta tuli jutaan illegal immigrant berkeliaran 
bebas dinegara ente! Malahan dibikin film documenter ala mahoma lopez di 
manhattan NY. Datanya confidential? Iya. Ini benar datanya confidential. Ini yg 
ente minta dan ini yg disebut goblok!!!! Ini pertanyaan ente yg  ane gak jawab! 
Mintanya data confidential orang!!! Minta ampun gobloknya!!! Pemberian mortgage 
kaya’ gitu itu begitu lazimnya dinegara ente. Seperti yg ane tulis tempo hari 
praktis ini sangat lazim dan tanpa DP sebelum 2008. Ini salah satu penyebab 
krisis real estate dinegara ente!!!! Klik sana DP 0% ini digoogle, bejibun 
banyaknya informasi ini!!!! Ente itu ngak ngerti!!! Pake’ logika sendiri utk 
mempertahankan opini standard DSR 30%!!!Ini yg ane bidik!!! Ini yg ane 
salahkan!!! Ini yg ane bilang cupat pikirannya!!! Inilah ente!!!Pake logika 
kalau 80% utk bayar cicilan kredit rumah, mana cukup sisanya 20% utk biaya 
hidup sehari2?! Ini yg ente pake’ utk menyokong logika ente. Emangnya yg ambil 
kredit begitu gobloknya kalau dia nggak mampu bayar cicilan kredit 
rumah/mortgage itu dari awalnya?!! Emangnya dia mau default??!!! Emangnya dia 
mau foreclosure??!!!Ya jelas orang sudah ambil kredit mortgage pasti sudah tahu 
dia mampu bayar!!! Lender gak pusing masalah ini. yg ditakuti lender adalah 
kalau nantinya gak bisa bayar. Ini sebabnya banyak: kehilangan pekerjaan, kena 
deportasi, ada guncangan dikeluarga, makanya sekarang setelah krisis 2008 sudah 
susah atau mungkin sudah tidak ada DP 0% alias gratis itu. Kalau dulu mah itu 
praktek sehari2 orang ambil mortgage. Ente banyak ndak tahunya tapi so’ 
tahu!!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 6:03 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   anda sedemikian 
tahunya sampai2 informasi yg sangat confidential juga tahu, bisa tahu status 
undocumented yg seharusnya dirahasiakan rapat2, bisa tahu biarpun seluruh 
income dijumlahkan juga DSRnya 80% yg seharusnya tidak layak dapat loan tapi 
tetap dikasih juga, bisa tahu nggak pakai dp,  tentu hanya orang yg terlibat yg 
tahu sedemikian dalam. hal ini menimbulkan kemungkinan anda mempunyai peranan 
dalam transaksi itu atau anda hanya sekedar ngebacot.  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :

Apa nggak goblok dengan pertanyaan personal begini?Emangnya selama ente bashing 
Jokowi itu, apa peranan ente?Hehehehe ngaco aja! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 3:23 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   kelihatannya anda 
sedemikian dalam pengetahuan akan transaksi itu, apa peranan anda dalam 
pemberian loan yg anda ceritakan itu? sebagai borrower, loan officer, lender, 
atau apalah? ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :


Itu urusan ente. Itu urusan negara ente. Mau percaya atau tidak itu urusan 
ente.Lender yg ngasih ke illegal immigrant saja ada dan terang2an dinegara 
ente, koq hanya masalah DSR ente persoalkan. Bisa2 ente ini anti illegal 
immigrant ya?! Hehehehehe Nesare



 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 3, 2016 10:56 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   jadi setelah income 
bapak ibu kakek nenek saudara saudari semuanya diperhitungkan DSRnya 80% masih 
dikasih kredit tanpa DP pula, apa mungkin anda yg jadi loan officer-nya yg 
cuman ngejar komisi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :



Loh kan sudah ane kasih tahu: income bapak, ibu, kakek, nenek, saudara didalam 
keluarga itu diperhitungkan sbg total income??!!!Semua income ini tidak bayar 
pajak dan tidak bisa diversify tetapi lender memperhitungkannya dan bisa 
disapprove karena buyer mintanya DSR 80%. Itu tergantung lendernya. Kalau 
lendernya agresifnya ya bisa dikasih. Kalau dulu sebelum krisis 2008 hampir 
semua dikasih dan malahan tidak pakai DP! DP ini jauh lebih berbahaya drpd DSR 
yg tinggi buat lender! Ngerti ndak??!!! Moso’ buyer mau default setelah minta 
DSR tinggi dalam bbrp bulan?Moso ada orang ambil kredit tapi gak mampu bayar 
cicilan kreditnya?Gobloknya minta ampun!! Mikir kaya’ gini saja ndak bisa!!! 
Nesare  From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 6:27 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Terus bagaimana kok 
anda bisa tahu DSR-nya 80%, apa cuman asal jeplak? Anda benar waktu mengatakan 
ini "menjadi persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar 
nantinya" karena itu harus dipastikan income-nya mencukupin utk bayar angsuran 
dan juga biaya hidup. DSR 30-40% terhitung sehat karena setelah membayar 
angsuran rumah dan kredit2 yg lain masih tersisa sekitar 60-70% untuk kebutuhan 
hidup. DSR 80% adalah hampir tidak mungkin, kemungkinan default yg tinggi. 
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :




Kalau mau detailnya tanya sana sama loan officernya. Mereka itu dinegara 
ente.Ane gak ikut2an akh urusan klerikan kaya’ gini. Aneh2 saja orang ini mau 
tahu detailnya orang. Sekalian saja tanya kakeknya itu isterinya berapa. 
Kawinnya dimana jadi sah atau tidak. terus ibunya main serong tidak. kalau main 
serong bisa tidak qualified sang ibu ini. Ya silahkan tanya dinegara ente ya 
dan kasih tahu kita2 ini Ngaco aja!!! Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 1:29 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   terus bagaimana? 
berapa angsuran, berapa total pendapatan si A, berapa pendapatan kakek, ibu, 
bapak, dll. mereka diikutkan sebagai apa, sebagai co-signor ataukah sebagai 
guarantor? berapa nilai rumah, berapa downpayment, terus berapa perbandingan 
antara angsuran dengan total pendapatan kesemuanya itu? ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :





Illegal immigrant A apply mortgage. Masukin data sesuai dengan data pajaknya 
jadi kelihatan incomenya termasuk gross income plus bonus dll. Dirumah itu yg 
tinggal si immigrant A dengan kakek, ibu, bapaknya dll yg ada yg punya TIN dan 
ada yang tidak. yang ada artinya bayar pajak. Yang tidak ada artinya tidak 
bayar pajak. Ini semua dimasukkan kedalam pertimbangan dalam jumlah mortgage yg 
diambil. Kalau yg minta sudah berani minta mortgage tentunya mereka sudah tahu 
kemampuan bayarnya. Orang goblok minta mortgage tapi gak bisa bayar. Yg menjadi 
persoalan oleh lender adalah takut kalau buyer gak mampu bayar nantinya bukan 
gak bisa waktu apply mortgage nya. Makanya lender mengharuskan adanya DP. Ini 
semua ada subjektifitas. Bukan seperti otak ente pake’ standard 30%! Nesare 
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 2, 2016 10:33 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan   mmm... menurut anda 
DSR mencapai 80% karena pendapatan diperhitungkan, bisakah anda perjelas dengan 
contoh. --- tetapi ane bilang bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan 
illegal immigrant ini diperhitungkan oleh pemberi kredit/mortgage. ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :






Jonathan: omongan anda ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, 
disatu pihak protes para undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok 
nggak dideportasi, dilain pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax 
return) gimana di-review income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar 
pajak atau nggak sih?Nesare: yg protes illegal immigrant itu siapa? Gobloknya 
ampun! Dari mana ente tahu ane against illegal immigrant? Dari mana??!! Ane 
bilang illegal immigrant bisa dapat mortgage utk beli rumah walaupun mrk tidak 
bayar pajak. Ini argumen yg ane kasih krn ente bilang DSR 30% tetapi ane bilang 
bisa lebih malahan bisa 80% krn pendapatan illegal immigrant ini diperhitungkan 
oleh pemberi kredit/mortgage. Kan ente ndak percaya bisa terjadi DSR lebih dari 
standard 30-40% itu. Ente cupat pikirannya. Ente banyak ndak tahunya lalu 
gobloknya terkungkung dalam framework yg sempit itu! Itulah ente! Pake’ dalih 
ini itu, sedangkan tidak ngerti proses mortgage itu berjalan gimana. Ini 
prakteknya! Standard koq dianggap kitab suci. Ini jalan pikiran ente! Nesare   
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 1, 2016 2:29 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  omongan anda 
ngelantur nggak karu2an dan saling bertolak belakang, disatu pihak protes para 
undocumented yg bekerja dan terang2an bayar pajak kok nggak dideportasi, dilain 
pihak bilang undocumented itu nggak punya 1040 (tax return) gimana di-review 
income-nya. jadi gimana sebenarnya mereka itu bayar pajak atau nggak sih? 
ngomong sama orang bigot memang susah, di US itu beli rumah tidak diperiksa 
dokumen imigrasinya, yg penting bisa bayar atau nggak gitu aja baik itu cash 
ataupun lewat financing gak masalah. Kenapa, apakah anda concern kok 
undocumented bisa beli rumah? Concern-nya kenapa? tentang financing, itu 
tergantung dari income, down payment, credit history, yg kesemuanya itu 
mempengaruhi approval ataupun interest rate yang dikenakan. sedangkan status 
keimigrasian tidak jadi bahan pertimbangan bahkan tidak dilihat sama sekali. 
seorang loan officer itu terikat dengan kode etik, utk memperpanjang license 
mereka harus mengikuti continuing education yang harus ada ethic didalamnya, 
tambahan juga rentan dituntut dipengadilan sehingga walaupun punya insurance 
juga akan sebisa mungkin memenuhi standar ethic yang ada. 

Kirim email ke