Tadi saya baca di FB ada demonstran bawa bendera isi… dan ga…..serta mau pisah 
dengan RI, apa benar ada kasus seperti itu.
Belum lagi ada penjarahan indomaret dan bakar-bakar mobil

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, November 05, 2016 3:36 AM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Fahri Hamzah: Dua Cara Jatuhkan Presiden, 
lewat Parlemen Ruangan atau Jalanan [1 Attachment]





http://nasional.kompas.com/read/2016/11/04/19551281/

fahri.hamzah.dua.cara.jatuhkan.presiden.lewat.parlemen.ruangan.atau.jalanan

Fahri Hamzah: Dua Cara Jatuhkan Presiden, lewat
Parlemen Ruangan atau Jalanan
Jumat, 4 November 2016 | 19:55 WIB

  *
  *
  *
  *
  *
2575
Shares
[cid:[email protected]]Rachmat Nur Hakim/Kompas.com Wakil Ketua 
DPR Fahri Hamzah saat ikut unjuk rasa.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyinggung soal 
penggulingan pemerintahan. Ia menyatakan, ada dua cara yang bisa dilakukan 
untuk menjatuhkan presiden.

Hal itu disampaikan Fahri saat berorasi dalam "Aksi Bela Islam" di depan Istana 
Negara, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Fahri berorasi di depan massa yang menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI 
Jakarta Basuki Tjahaja 
Purnama<http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> alias Ahok 
terkait dugaan penistaan agama.

"Jatuhkan presiden itu ada dua cara, pertama lewat parlemen ruangan dan kedua 
lewat parlemen jalanan," kata Fahri.

(Baca: JK: Kapolri Janji Selesaikan Kasus Ahok dalam Dua 
Minggu<http://nasional.kompas.com/read/2016/11/04/18292251/jk.kapolri.janji.selesaikan.kasus.ahok.dalam.dua.minggu>)

Karena itu, Fahri mengimbau agar Presiden Joko 
Widodo<http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi> berhati-hati dalam menyikapi 
proses hukum terhadap Ahok yang kini tengah berlangsung.

Sebab, kata Fahri, dalam menyikapi proses hukum terhadap Ahok, Presiden dirasa 
mengintervensi.

"Jadi hukum harus ditegakkan seadilnya tanpa intervensi. Kalau tidak, parlemen 
ruangan bisa bertindak untuk menggalang mosi tidak percaya atau parlemen 
jalanan yang bertindak menuntut Presiden mundur," lanjut Fahri.

(Baca: Kapolri Janji Kasus Ahok Selesai Dua Minggu, Ini Komentar Perwakilan 
Demonstran<http://nasional.kompas.com/read/2016/11/04/19033431/kapolri.janji.kasus.ahok.selesai.dua.minggu.ini.komentar.perwakilan.demonstran>)

Saat jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan, Fahri mengaku ikut berunjuk rasa 
untuk memenuhi undangan.

"Karena kami diundang. Tugas anggota Dewan secara umum adalah memenuhi undangan 
masyarakat. Tentu kehadiran kami ditunggu masyarakat, baik konstitusi langsung 
maupun tidak langsung," kata Fahri.

Fahri hadir bersama Wakil Ketua DPR lain, Fadli 
Zon<http://nasional.kompas.com/tag/Fadli%20Zon>, dan beberapa anggota Dewan.

Sementara itu, Kepala Polri<http://nasional.kompas.com/tag/Polri> Jenderal Pol 
Tito Karnavian<http://nasional.kompas.com/tag/Tito%20Karnavian> berjanji akan 
cepat menyelesaikan penanganan kasus Ahok.


Janji itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf 
Kalla<http://nasional.kompas.com/tag/Jusuf%20Kalla> sesuai bertemu dengan 
perwakilan demonstran di kantor Wapres, Jakarta, Jumat petang.

"Kesimpulannya ialah dalam hal (kasus) Saudara Ahok, kita akan tegakkan, 
laksanakan dengan hukum yang tegas dan cepat. Oleh Kapolri, dijanjikan selesai 
dalam dua minggu pelaksanaan yang cepat itu," kata JK.

"Sehingga, semua berjalan sesuai aturan, tapi dengan tegas. Itu aja," tambah JK.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  *   Demo 4 November 
2016<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/4394/1/demo.4.november.2016>
Penulis

: Rakhmat Nur Hakim

Editor

: Sandro Gatra













Kirim email ke