Wah, mau tua tua an......
Kejawen ya lebih tua.......
Mau pribumi asli aslian, barangkali orang Badui di Banten.......
Mau Arab-araban, ya Wahabisme....

On 6 November 2016 at 07:41, Chalik Hamid [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Satu persatu mulai keluar siapa aktor politik yang menunggangi demo 4
> November 2016.
>
>
> Pada Minggu, 6 November 2016 1:31, "'Chan CT' [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
>
>
>
>
>
> *From:* 'Sunny' [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Sunday, November 6, 2016 3:11 AM
>
>
>
> http://www.suara-islam.com/read/index/20348/Fahri-Hamzah-
> -Umat-Islam-Lebih-Tua-dari-Negara
>
> Fahri Hamzah: Umat Islam Lebih Tua dari Negara
> Jumat, 04/11/2016 17:28:05 | Dibaca : 5076
> Facebook Twitter Gplus
> Fahri Hamzah (kiri) bersama Fadli zon (kanan) dalam Aksi Bela Islam di
> Jakarta, Jumat (4/11/2016).
> *Jakarta (SI Online)* – Selain dihadiri jutaan umat Islam dari berbagai
> daerah, aksi bela Islam II juga dihadiri para tokoh nasional.
> Salah satunya ialah Fahri hamzah yang begitu mengapresiasi massa yang
> datang dari berbagai daerah dengan biaya sendiri untuk menyatakan
> aspirasinya kepada presiden.
>
> “Kami berjanji untuk datang dalam aksi ini. Dari Istiqlal kesini. Inilah
> parlemen terbesar jalanan dalam sejarah bangsa kita,” ucap Fahri dalam
> orasinya di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
>
> Wakil Ketua DPR RI itu juga mengatakan bahwa umat Islam lebih tua dari
> negara.
>
> “Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol berjuang memerdekakan negara. Umat
> berjuang dengan takbir seperti Bung Tomo. Tiba-tiba sekarang umat mau
> dikriminalisasi. Umat lebih tua dari negara,” ujarnya berapi-api.
>
> Dalam orasinya, mantan Ketua Umum KAMMI tersebut juga mengatakan bahwa
> Jokowi telah berulang kali melanggar, membiarkan non-Muslim menghina Islam.
>
> “Presiden melanggar hukum. Setiap presiden Republik Indonesia ketika
> disumpah, dia harus setia dengan UUD,” kata Fahri.
>
> Politisi  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengatakan, bahwa dalam
> kasus Sumber Waras Ahok tidak dihukum. Akan tetapi sekarang Irman Gusman
> dan Dahlan Iskan sudah ditangkap, padahal kerugian negara masih dihitung.
>
> Lebih lanjut Fahri mengungkapkan, jika presiden melanggar konstitusi
> sangat bisa digalang  Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Presiden, kata Fahri,
> bisa dijatuhkan melalui sidang impeachment di MK.
>
> “Itu parlemen di ruangan. Kalau parlemen jalanan Habib Rizieq lebih tahu,”
> ujar Fahri.
>
> “Kalau  tidak diterima presiden, gedung parlemen harus dibuka. Tidak ada
> yang salah. Yang salah adalah penakut yang tidak berani terima umat islam,”
> pungkasnya.
>
> Red: Shodiq Ramadhan
>
>
>
> ++++++
>
> http://www.suara-islam.com/read/index/20340/Ini-Rahasia-
> Pendanaan-Aksi-Bela-Islam
>
> Ini Rahasia Pendanaan Aksi Bela Islam
> Jumat, 04/11/2016 07:55:26 | Dibaca : 8195
> Facebook Twitter Gplus
> Ilustrasi Aksi Bela Islam pertama
> *Jakarta (SI Online) *- Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis
> Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir menyayangkan adanya fitnah
> terhadap Aksi Bela Islam 4 November 2016.
>
> "Belum apa-apa kita sudah difitnah dapat 10 miliar untuk pendanaan aksi,"
> ujar Ustaz Bachtiar beberapa waktu lalu di Jakarta.
>
> Lalu dari mana, pendanaan aksi tersebut? Pembina GNPF-MUI Habib Muhammad
> Rizieq Syihab mengungkapkan bahwa sumber dana aksi tidak terbatas, itu
> semua dari umat Islam yang digerakkan oleh Allah SWT.
>
> Sejak kemarin, banyak beredar informasi para donatur yang memberikan
> sumbangan berupa logistik, penginapan dan lainnya. Masjid-masjid dan kantor
> ormas Islam di sekitar Jakarta dibuka untuk menampung para peserta aksi,
> lengkap dengan konsumsinya. Bahkan gedung DPR MPR pun menyatakan siap
> menampung para peserta aksi.
>
> Lalu apa rahasianya sehingga umat Islam berlomba-lomba memberikan
> kontribusinya? ini jawaban Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima *Suara
> Islam Online.*
>
> *RAHASIA TGL 4 BULAN 11*
>
> *SIAPA DONATUR AKSI 4 NOV ?*
> *UNTUK SIAPA UMAT BERGERAK ?*
>
> *+++++*
>
>
>
> 
>

Kirim email ke