Di Timur Tengah ISIS mulai kehilangan wilayah satu persatu, jadi agaknya 
sebagai kompensasi di mulai kegiatan yang lebih nyata di NKRI.  Jadi tunggu 
saja tanggal mainnya yang lebih luas.  Maka oleh sebab itu selekas mungkin 
pulau Jawa dimerdekakan dengan wahabi mereka.

From: mailto:[email protected] 
Sent: Sunday, November 6, 2016 10:18 AM
To: Chan CT ; Gelora45 
Subject: Re: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Fahri Hamzah: Umat Islam Lebih Tua 
dari Negara + Ini Rahasia Pendanaan Aksi Bela Islam

  

Bahasa Jawa lain dari isis, adalah silir, ada angin bertiup sepoi sepoi.
Tetapi silir itu juga nama daerah di tepi Bengawan Solo, tempat PKS,
Pekerja Seks.
Lha kok parainya Fahri Hamzah, namanya juga PKS, apa dapat inspirasi 
namanya habis kunjungi daerah itu ? 
Sekarang lebih terkenal sebagai Partai Korupsi Sapi........

2016-11-06 9:54 GMT+01:00 Chan CT <[email protected]>:

  Maksudnya tentu jelas, Umat ISLAM berada diatas NEGARA! Dan itulah tujuan 
ISIS, negara Islam, ... juga di Indonesia!


  From: kh djie [email protected] [GELORA45] 
  Sent: Sunday, November 6, 2016 2:53 PM
  To: Gelora45 ; Chalik Hamid 
  Subject: Re: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Fahri Hamzah: Umat Islam Lebih 
Tua dari Negara + Ini Rahasia Pendanaan Aksi Bela Islam

    

  Wah, mau tua tua an......
  Kejawen ya lebih tua.......
  Mau pribumi asli aslian, barangkali orang Badui di Banten.......
  Mau Arab-araban, ya Wahabisme....

  On 6 November 2016 at 07:41, Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:

      

    Satu persatu mulai keluar siapa aktor politik yang menunggangi demo 4 
November 2016.



    Pada Minggu, 6 November 2016 1:31, "'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list]" <[email protected]> menulis:




      


    From: 'Sunny' [email protected] [GELORA45] 
    Sent: Sunday, November 6, 2016 3:11 AM
      


    
http://www.suara-islam.com/read/index/20348/Fahri-Hamzah--Umat-Islam-Lebih-Tua-dari-Negara

    Fahri Hamzah: Umat Islam Lebih Tua dari Negara
    Jumat, 04/11/2016 17:28:05 | Dibaca : 5076
    Facebook Twitter Gplus 
     Fahri Hamzah (kiri) bersama Fadli zon (kanan) dalam Aksi Bela Islam di 
Jakarta, Jumat (4/11/2016). 
    Jakarta (SI Online) – Selain dihadiri jutaan umat Islam dari berbagai 
daerah, aksi bela Islam II juga dihadiri para tokoh nasional.
    Salah satunya ialah Fahri hamzah yang begitu mengapresiasi massa yang 
datang dari berbagai daerah dengan biaya sendiri untuk menyatakan aspirasinya 
kepada presiden. 

    “Kami berjanji untuk datang dalam aksi ini. Dari Istiqlal kesini. Inilah 
parlemen terbesar jalanan dalam sejarah bangsa kita,” ucap Fahri dalam orasinya 
di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (4/11/2016). 

    Wakil Ketua DPR RI itu juga mengatakan bahwa umat Islam lebih tua dari 
negara. 

    “Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol berjuang memerdekakan negara. Umat 
berjuang dengan takbir seperti Bung Tomo. Tiba-tiba sekarang umat mau 
dikriminalisasi. Umat lebih tua dari negara,” ujarnya berapi-api. 

    Dalam orasinya, mantan Ketua Umum KAMMI tersebut juga mengatakan bahwa 
Jokowi telah berulang kali melanggar, membiarkan non-Muslim menghina Islam. 

    “Presiden melanggar hukum. Setiap presiden Republik Indonesia ketika 
disumpah, dia harus setia dengan UUD,” kata Fahri.

    Politisi  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengatakan, bahwa dalam 
kasus Sumber Waras Ahok tidak dihukum. Akan tetapi sekarang Irman Gusman dan 
Dahlan Iskan sudah ditangkap, padahal kerugian negara masih dihitung.

    Lebih lanjut Fahri mengungkapkan, jika presiden melanggar konstitusi sangat 
bisa digalang  Hak Menyatakan Pendapat (HMP). Presiden, kata Fahri, bisa 
dijatuhkan melalui sidang impeachment di MK. 

    “Itu parlemen di ruangan. Kalau parlemen jalanan Habib Rizieq lebih tahu,” 
ujar Fahri. 

    “Kalau  tidak diterima presiden, gedung parlemen harus dibuka. Tidak ada 
yang salah. Yang salah adalah penakut yang tidak berani terima umat islam,” 
pungkasnya.

    Red: Shodiq Ramadhan



    ++++++

    
http://www.suara-islam.com/read/index/20340/Ini-Rahasia-Pendanaan-Aksi-Bela-Islam

    Ini Rahasia Pendanaan Aksi Bela Islam
    Jumat, 04/11/2016 07:55:26 | Dibaca : 8195
    Facebook Twitter Gplus 
     Ilustrasi Aksi Bela Islam pertama 
    Jakarta (SI Online) - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama 
Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir menyayangkan adanya fitnah terhadap 
Aksi Bela Islam 4 November 2016.

    "Belum apa-apa kita sudah difitnah dapat 10 miliar untuk pendanaan aksi," 
ujar Ustaz Bachtiar beberapa waktu lalu di Jakarta.

    Lalu dari mana, pendanaan aksi tersebut? Pembina GNPF-MUI Habib Muhammad 
Rizieq Syihab mengungkapkan bahwa sumber dana aksi tidak terbatas, itu semua 
dari umat Islam yang digerakkan oleh Allah SWT.

    Sejak kemarin, banyak beredar informasi para donatur yang memberikan 
sumbangan berupa logistik, penginapan dan lainnya. Masjid-masjid dan kantor 
ormas Islam di sekitar Jakarta dibuka untuk menampung para peserta aksi, 
lengkap dengan konsumsinya. Bahkan gedung DPR MPR pun menyatakan siap menampung 
para peserta aksi.

    Lalu apa rahasianya sehingga umat Islam berlomba-lomba memberikan 
kontribusinya? ini jawaban Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara 
Islam Online.

    RAHASIA TGL 4 BULAN 11


    SIAPA DONATUR AKSI 4 NOV ?
    UNTUK SIAPA UMAT BERGERAK ?

    +++++









Kirim email ke