Di Markas Kopassus,Jokowi Sebut Pasukan Cadangan 
Bisa Dia Kerahkan Saat Darurat Kamis 10November 2016 | 11:57 WIB
 
FabianJanuarius KuwadoPresidenJoko Widodo saat diberikan penjelasan mengenai 
alutsista Kopassus di MarkasKopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada 
Kamis (10/11/2016). JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden JokoWidodo menegaskan bahwa 
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan cadanganyang setiap saat 
dapat digerakkannya jika negara dalam kondisi darurat. "Di sini ada Sandi 
Yudha, SatuanKomando dan Gultor. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam 
keadaan emergency, darurat,bisa saya gerakkan," ujar Jokowi usai memberikan 
pengarahan kepadaprajurit Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, 
Jakarta Timur,Kamis (10/11/2016). "Sebagai panglima tertinggi, lewatPanglima 
TNI, (dapat digerakkan) untuk keperluan-keperluan khusus," lanjutdia. Meski 
demikian, Jokowi membantah bahwakehadiran serta aktivitasnya itu lantaran 
negara dalam keadaan darurat.Kehadiran Presiden adalah dalam rangka 
memperingati Hari Pahlawan. "Enggak (dalam keadaan darurat). Inikan Hari 
Pahlawan. Tadi kan saya bilang 'kalau' (keadaan darurat)," ujarJokowi. Presiden 
memberikan pengarahan kepada1.720 personel Kopassus mulai dari tingkat bintara 
hingga perwira. Sebelum memberikan pengarahan, Jokowimendapat penjelasan soal 
mematikannya alat utama sistem persenjataan milikKopassus. Usai memberikan 
pengarahan, Presiden menghampirisatu per satu prajurit untuk 
bersalaman.Prajurit itu berteriak"komando" saat berjabat tangan dengan 
Presiden. Penulis : Fabian Januarius KuwadoEditor : Sandro Gatra

Kirim email ke