Setiap negara yang memiliki tentara atau pasukan cadang  akan dikerahkan pada 
keadaan darurat. Ada apa dibalik pernyataan Jokowi, apakah kekuasaan 
neo-Mojopahit diganggu oleh anak-anak piara mereka seperti FPI, MMI, MIT, etc 
untuk mendirikan khalifat?

From: mailto:[email protected] 
Sent: Thursday, November 10, 2016 6:21 AM
To: [email protected] 
Subject: [GELORA45] Jokowi Sebut Pasukan Cadangan Bisa Dia Kerahkan Saat Darurat

  

Di Markas Kopassus, Jokowi Sebut Pasukan Cadangan 

Bisa Dia Kerahkan Saat Darurat

Kamis 10 November 2016 | 11:57 WIB


 

Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo saat diberikan penjelasan mengenai alutsista Kopassus di 
Markas Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Kamis (10/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Komando Pasukan 
Khusus (Kopassus) merupakan pasukan cadangan yang setiap saat dapat 
digerakkannya jika negara dalam kondisi darurat.

"Di sini ada Sandi Yudha, Satuan Komando dan Gultor. Ini merupakan pasukan 
cadangan yang dalam keadaan emergency, darurat, bisa saya gerakkan," ujar 
Jokowi usai memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus di Markas Kopassus, 
Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).

"Sebagai panglima tertinggi, lewat Panglima TNI, (dapat digerakkan) untuk 
keperluan-keperluan khusus," lanjut dia.

Meski demikian, Jokowi membantah bahwa kehadiran serta aktivitasnya itu 
lantaran negara dalam keadaan darurat. Kehadiran Presiden adalah dalam rangka 
memperingati Hari Pahlawan.

"Enggak (dalam keadaan darurat). Ini kan Hari Pahlawan. Tadi kan saya bilang 
'kalau' (keadaan darurat)," ujar Jokowi.

Presiden memberikan pengarahan kepada 1.720 personel Kopassus mulai dari 
tingkat bintara hingga perwira.

Sebelum memberikan pengarahan, Jokowi mendapat penjelasan soal mematikannya 
alat utama sistem persenjataan milik Kopassus.

Usai memberikan pengarahan, Presiden menghampiri satu per satu prajurit untuk 
bersalaman.
Prajurit itu berteriak "komando" saat berjabat tangan dengan Presiden.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Sandro Gatra




Kirim email ke