Betul tapi lucu2 ini nadanya serius loh. Seserius waktu gus dur membubarkan dept. social dan dept. penerangan.
Tetapi setelah banyak bencana alam, bencana social dan lain2 masalah kesejahteraan social, dibentuk BKSN. Karena tidak kuat menghadapi masalah yg terlalu banyak akhirnya dept. social dibentuk lagi digabungkan dgn dept. kesehatan. Bagi ente ini mungkin lucu tetapi bagi ane ini masalah serius. Lucunya ente krn tujuannya ente hanya bashing Jokowi saja. Ane jadi pengin tahu argumennya kenapa kopassus sbg pasukan cadangan lucunya dimana? Ente ini lucu sukanya hanya bikin2 statement saja. Koq bisa ya kopassus hanya boleh dipakai jaman perang yg ente katakana sejak jaman bung Karno? Ane ini kan orang awam tapi tahu kopassus pernah bebasin sandera di don muang muangthai, pepera irian barat dll. Sering ane dengar banyak mahasiswa/I Indonesia kepusat kopassus di cijantung utk belajar character building. Begitu juga anggota kopassus sering turun kejalan bersih2 kali ciliwung dengan kodam jaya, kostrad dll satuan2 TNI lainnya. Ente kelihatannya orang yg ngerti militer ya, tolong dijelaskan kekita2 yg awam ini gimana ceriteranya kopassus hanya bisa digerakkan dijaman perang saja. Jangan bilang lucu kalau Jokowi nanti bikin kopacu alias komando pasukan lucu. Tapi kemungkinan besar Jokowi tidak mau krn dia percaya kekuatan sipil dan gak mau gede2in kekuatan militer lagi. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, November 10, 2016 7:24 AM To: [email protected]; Sunny <[email protected]> Subject: [GELORA45] Re: Jokowi Sebut Pasukan Cadangan Bisa Dia Kerahkan Saat Darurat Banyak urusan di negeri ini jadi lucu-lucu di tangan Jokowi karena langkahnya sering menyimpang dari tatanan yang ada bahkan bertentangan dengan kementeriannya sendiri. Catat saja hari ini tiba-tiba dia menjadikan korps baret merah sebagai 'pasukan cadangan'. Kalau Kopassus dijadikan pasukan cadangan, lalu dia jadikan apa Kostrad, yang sejak jaman Bung Karno merupakan satuan cadangan strategis AD? Kelucuan lainnya, Jokowi juga menyebut bisa mengerahkan "pasukan cadangan" ini dalam kedudukannya sebagai panglima tertinggi. Padahal, sejak jaman Bung Karno juga, kewenangan Panglima Tertinggi yang melekat pada seorang presiden hanya berlaku saat negara dalam keadaan perang. Itu pun harus dengan persetujuan Rakyat lewat perwakilannya di DPR. Tidak boleh seenak udelnya. --- ambon@... wrote: Setiap negara yang memiliki tentara atau pasukan cadang akan dikerahkan pada keadaan darurat. Ada apa dibalik pernyataan Jokowi, apakah kekuasaan neo-Mojopahit diganggu oleh anak-anak piara mereka seperti FPI, MMI, MIT, etc untuk mendirikan khalifat? From: ajeg Di Markas Kopassus, Jokowi Sebut Pasukan Cadangan Bisa Dia Kerahkan Saat Darurat Kamis 10 November 2016 | 11:57 WIB <http://assets.kompas.com/data/photo/2016/11/10/111733820161110-044201780x390.jpg> Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat diberikan penjelasan mengenai alutsista Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Kamis (10/11/2016). JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan cadangan yang setiap saat dapat digerakkannya jika negara dalam kondisi darurat. "Di sini ada Sandi Yudha, Satuan Komando dan Gultor. Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, darurat, bisa saya gerakkan," ujar Jokowi usai memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016). "Sebagai panglima tertinggi, lewat Panglima TNI, (dapat digerakkan) untuk keperluan-keperluan khusus," lanjut dia. Meski demikian, Jokowi membantah bahwa kehadiran serta aktivitasnya itu lantaran negara dalam keadaan darurat. Kehadiran Presiden adalah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. "Enggak (dalam keadaan darurat). Ini kan Hari Pahlawan. Tadi kan saya bilang 'kalau' (keadaan darurat)," ujar Jokowi. Presiden memberikan pengarahan kepada 1.720 personel Kopassus mulai dari tingkat bintara hingga perwira. Sebelum memberikan pengarahan, Jokowi mendapat penjelasan soal mematikannya alat utama sistem persenjataan milik Kopassus. Usai memberikan pengarahan, Presiden menghampiri satu per satu prajurit untuk bersalaman. Prajurit itu berteriak "komando" saat berjabat tangan dengan Presiden. Penulis : Fabian Januarius Kuwado Editor : Sandro Gatra
