http://www.antaranews.com/berita/595423/presiden-jokowi-silaturahim-dengan-kiai-ulama-ponpes-banten-jabar

Presiden Jokowi silaturahim dengan kiai-ulama ponpes Banten-Jabar
Kamis, 10 November 2016 16:19 WIB | 510 Views
Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
 
Presiden Joko Widodo (ANTARA /Puspa Perwitasari)
  Saya yakin para ulama adalah pilar-pilar penopang NKRI. Indonesia yang kita 
bangun bersama berdiri atas perjuangan para ulama, kyai, habib, ustadz, santri, 
dan termasuk Kyai As`ad Syamsul Arifin yang kemarin telah dianugerahi gelar 
pahlawan nasional. 
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar silaturahim 
dengan kyai dan ulama pimpinan pondok pesantren di wilayah Banten dan Jawa 
Barat di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

"Saya yakin para ulama adalah pilar-pilar penopang NKRI. Indonesia yang kita 
bangun bersama berdiri atas perjuangan para ulama, kyai, habib, ustadz, santri, 
dan termasuk Kyai Asad Syamsul Arifin yang kemarin telah dianugerahi gelar 
pahlawan nasional," demikian pandangan yang disampaikan Presiden pada 
kesempatan itu.

Presiden Joko Widodo juga berterima kasih atas sumbangsih upaya para kyai dan 
ulama yang telah menyejukkan suasana sehingga kondisi di sejumlah daerah pada 
saat terjadinya demonstrasi 4 November 2016 dalam keadaan kondusif dan aman.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah saya tahu dari informasi yang 
saya terima, ikut mendinginkan suasana, ikut menyejukkan suasana, dari dahulu 
sampai sekarang sehingga kita lihat di daerah-daerah juga dalam keadaan sejuk, 
kondusif, dan aman," ujar Presiden.

Presiden juga mengakui bahwa pihaknya membutuhkan dukungan nasihat dan tuntunan 
dari para ulama yang mampu menjalin persatuan Indonesia di tengah keragaman 
yang ada. 

Tak hanya itu, Presiden meyakini bahwa masyarakat pun juga memiliki pandangan 
dan kebutuhan yang sama.

"Nasihat dan tuntunan yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian itulah yang 
selalu kita nanti-nanti, bukan saja oleh pemerintah, tetapi juga oleh umat," 
katanya.

Di penghujung pengantarnya, Presiden Joko Widodo berbesar hati untuk mendengar 
dan menerima segala masukan-masukan terhadap segala kebijakan pemerintah, baik 
itu terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang kini sedang ditangani 
Polri, maupun terhadap kebijakan pemerintah lainnya.

"Sekali lagi kami mohon saran, mohon masukan, demi kebaikan kita bersama," kata 
Presiden.

Sekitar 78 kyai dan ulama pimpinan pondok pesantren (PP) di wilayah Banten dan 
Jawa Barat diundang oleh Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut. 

Hadir di antaranya K.H. Ariman Anwar dari PP Nurul Anwar, K.H. Sarkowi dari PP 
Al-Fataniyah, Abuya Muhtadi dari PP Raudhatul Ulum, K.H. Maimun Ali dari PP 
Subulussalam, Rofiq Azhar dari PP Zahrotul Haq, K.H. Burhanudin Marzuki dari PP 
Qotrunnada Depok, dan K.H. Zainuddun Mashum Ali dari PP Alhamidiyah

Adapun pejabat yang mendampingi Presiden dalam acara silaturahim tersebut ialah 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan 
Staf Khusus Presiden Johan Budi S.P. 
Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke