http://indopos.co.id/pohon-tumbang-ditawar-ratusan-juta/


Kamis, 17 November 2016 - 23:51

Pohon Tumbang Ditawar Ratusan Juta


INDOPOS.CO.ID – Pohon ambon berukuran besar berusia ratusan tahun yang tumbang 
di depan Pendopo Bupati pekan lalu, banyak yang melakukan penawaran untuk 
membeli. Tak tanggung-tanggung, harga yang ditawarkan mencapai ratusan juta 
rupiah.

Demikian disampaikan Asisten Daerah (Asda) I Bidang Administrasi Pemerintahan 
Pemkab Serang Agus Erwana yang ditemui di kantor Badan Perencanaan Pembangunan 
Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Kamis (17/11).

Diungkapkan Agus, banyak orang yang datang ke Pemkab berniat untuk membeli 
bangkai pohon ambon yang tumbang di Pendopo. Namun, ditegaskan Agus, pohon 
tersebut tidak akan dijual karena merupakan hasil peninggalan sejarah yang 
harus dilestarikan. “Malah ada yang mau membeli sampai ratusan juta, banyak 
yang datang ke kita. Ada yang dari Baros, Cikande, sampai dari Jakarta,” 
ungkapnya.

Alasan pembeli, dijelaskan Agus, pohon berukuran jumbo seperti yang tumbang di 
pendopo sudah langka yang bisa dibuat mebeler berukuran besar dengan harga 
fantastis. “Kata yang ahli, harga meja yang lebarnya sampai 1,5 meter dengan 
panjang sekitar dua meter harganya di atas Rp80 juta. Oh pantes mahal, kita kan 
enggak tahu,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, untuk mencari pohon sebesar itu banyak orang yang mencarinya 
hingga ke luar provinsi seperti ke Lampung karena sudah langka. Lantaran itu, 
kata Agus, Pemkab berencana mendatangkan seorang ahli untuk meneliti usia pohon 
tersebut. Soalnya, banyak kalangan yang menanyakan usia pohon yang dinilai 
bersejarah tersebut. “Kita juga ingin tahu. Makanya, kami akan mendatangkan 
ahlinya,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Agus, Pemkab akan melihat laporan dari peneliti untuk 
mengetahui kepastian usia pohon sehingga diketahui sejarahnya sebelum 
diabadikan. Untuk kebijakan pohon akan dibuat seperti apa, Agus menunggu 
masukan dari Bupati Ratu Tatu Chasanah. “Batangnya akan kita manfaatkan untuk 
mebeler, meja-meja khusus peninggalan dulu, kita jadikan kenang-kenangan,” 
terangnya.

Untuk memotong pohon, lanjutnya, Pemkab mendatangkan ahlinya dan mengundang 
ahli desain mebeler. Untuk bekas reruntuhan, direncanakan akan dibuat semacam 
monumen. Anggaran pemotongan pohon sekira Rp4 juta sampai Rp7 juta. Selain 
peneliti, pihaknya juga akan mendatangkan arsitek untuk membentuk pohon 
tersebut dijadikan apa. “Mebeler rencananya disimpan di pendopo. Nanti bisa 
buat meja kerja bupati, bisa juga untuk meja tamu, semua dimanfaakan untuk itu, 
tidak ada yang dikeluarkan kecuali ranting,” tegasnya. “untuk membelah, sekitar 
satu minggu selesai,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Ratu Tatu Chasanah menilai, pohon memiliki nilai sejarah dan 
menjadi bagian dari Pendopo yang harus terus dijaga. Lantaran itu, Tatu 
berencana melestarikan pohon tersebut. “Karena pohon ini bagian dari heritage 
(warisan masa lalu) dan langka, saya pikir ini bagian yang harus kita 
lestarikan, sayang aja,” tegasnya. (zai/run/jpg)

Kirim email ke