Kabar baik bagi pecinta rupiah lemah. 
Konon, peluang gede untuk mengekspor peniti & cangkul...
18/11/16 
USD = 13.475,-
---
The Fed BeriSinyal Kenaikan Bunga, Wall Street Terkoreksi Agust Supriadi,CNN 
Indonesia | Sabtu, 19/11/2016 11:21 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa saham 
Amerika Serikat menutup pekan inidengan pelemahan menyusul pernyataan pejabat 
bank sentral (The Federal Reserve)yang mendorong kenaikan suku bunga acuan pada 
bulan depan. 

Pada Jumat (18/11) waktu setempat, indeks Dow Jones industrial 
averageterkoreksi 35,89 poin atau 0,19 persen menuju level 18.867,93. Pelemahan 
jugaterjadi pada indeks S&P 500, yang turun 5,22 poin atau 0,24 persen 
menjadi2.181,9. 
Nasib serupa juga dialami indeks Nasdaq Composite, yang melemah 12,46 poin 
atau0,23 persen ke level 5.321,51 setelah sebelumnya mencatatkan rekor 
tertinggi5.346,8.

Sekitar 6,69 miliar saham berpindah tangan pada perdagangan kemarin. 
Namun,volume transaksinya masih lebih rendah dari rata-rata perdagangan 20 
sesiterakhir, yang berkisar 8,02 miliar. 

Pelemahan Wall Street terjadi seiring dengan meningkatnya ekspektasi 
kenaikansuku bunga The Fed . Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Thomson 
Reuters, 83persen responden optimistis The Fed akan menaikkan suku bunga 
acuannya padaDesmber 2016. 

Hal ini selaras dengan pernyataan Presiden Fed St Louis, James Bullard, 
yangdikutip Reuters pada Jumat (18/11). Ia mengaku lebih condong atau 
mendukungkenaikan suku bunga pada bulan depan. 

Demikian pula dengan Presiden Fed Kansas City, Esther George yang 
mengatakanmendukung kenaikan suku bunga acuan tetapi Bank Sentral AS harus 
melakukannyasecara bertahap. 

Komentar keduanya merupakan penjelasan tambahan atas pernyataan Ketua Dewan 
GubernurThe Fed Janet Yellen, yang pada hari sebelumnya, Kamis (17/11) 
menegaskankenaikan suku bunga acuan akan dilakukan segera. 

Analis dan pelaku pasar menyimpulkan pernyataan para pejabat Teh Fed itusebagai 
indikasi jelas bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akanmenaikkan  suku 
bunga pada bulan depan.

Di luar Amerika, pasar ekuitas Eropa ditutup sedikit lebih rendah di 
tengahmenguatnya dolar AS. Indeks DAX 30 Jerman di Bursa Efek Frankfurt turun 
0,2persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris turun 0,28 persen.

Sebelumnya di Asia, saham-saham di China melemah pada Jumat, salah 
satunyatercermin dari pelemahan indeks komposit Shanghai, yang minus 0,49 
persenmenjadi 3.192,86. Kendati demikian, bursa saham China masih 
melanjutkankenaikan mingguan keenam berturut-turut berkat indikator stabilitas 
ekonomiyang menguat. (ags) 



Kirim email ke