Nah bener kan gak tahan siajeg ini kalau rupiah sudah lemah, pasti dia nongol 
lagi dan mulai bashing lagi. Hehehehehe.

Tempo hari rupiah 14000, dia bashing Jokowi. 

Tapi lucunya rupiah menguat dari 14000 ke 13000, dia hilang.

Sekarang naik lagi dari 13000, dia mulai nongol lagi.

 

Hehehehehe industrialisasi dihubungkan dengan rupiah. Sederhana sekali jalan 
pikiran siajeg ini ya. Gampang sekali bikin industrialisasi suatu negara yg 
variablenya hanya 1: rupiah. Ini pendapat siajeg loh bukan ane. 

 

Hehehehehe lucu ya

Tapi lebih lucu temennya sijonathan diem aja. Gak komentar kalau rupiah lemah 
itu ada bagusnya.

 

Akan lebih lucu lagi kalau siajeg ini nulis begini nantinya: “kapan saya bilang 
rupiah lemah bagus? Buktikan mana tulisan saya yang bilang begitu!”.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, November 19, 2016 2:52 PM
To: [email protected]
Subject: [GELORA45] The Fed Beri Sinyal Kenaikan Bunga, Wall Street Terkoreksi

 

  

Kabar baik bagi pecinta rupiah lemah. 



Konon, peluang gede untuk mengekspor peniti & cangkul...





18/11/16 



USD = 13.475,-

 

---

 

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Bunga, Wall Street Terkoreksi

 

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Sabtu, 19/11/2016 11:21 WIB

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa saham Amerika Serikat menutup pekan ini dengan 
pelemahan menyusul pernyataan pejabat bank sentral (The Federal Reserve) yang 
mendorong kenaikan suku bunga acuan pada bulan depan. 

Pada Jumat (18/11) waktu setempat, indeks Dow Jones industrial average 
terkoreksi 35,89 poin atau 0,19 persen menuju level 18.867,93. Pelemahan juga 
terjadi pada indeks S&P 500, yang turun 5,22 poin atau 0,24 persen menjadi 
2.181,9. 
Nasib serupa juga dialami indeks Nasdaq Composite, yang melemah 12,46 poin atau 
0,23 persen ke level 5.321,51 setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi 
5.346,8.

Sekitar 6,69 miliar saham berpindah tangan pada perdagangan kemarin. Namun, 
volume transaksinya masih lebih rendah dari rata-rata perdagangan 20 sesi 
terakhir, yang berkisar 8,02 miliar. 

Pelemahan Wall Street terjadi seiring dengan meningkatnya ekspektasi kenaikan 
suku bunga The Fed . Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Thomson Reuters, 83 
persen responden optimistis The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada 
Desmber 2016. 

Hal ini selaras dengan pernyataan Presiden Fed St Louis, James Bullard, yang 
dikutip Reuters pada Jumat (18/11). Ia mengaku lebih condong atau mendukung 
kenaikan suku bunga pada bulan depan. 

Demikian pula dengan Presiden Fed Kansas City, Esther George yang mengatakan 
mendukung kenaikan suku bunga acuan tetapi Bank Sentral AS harus melakukannya 
secara bertahap. 

Komentar keduanya merupakan penjelasan tambahan atas pernyataan Ketua Dewan 
Gubernur The Fed Janet Yellen, yang pada hari sebelumnya, Kamis (17/11) 
menegaskan kenaikan suku bunga acuan akan dilakukan segera. 

Analis dan pelaku pasar menyimpulkan pernyataan para pejabat Teh Fed itu 
sebagai indikasi jelas bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan  
suku bunga pada bulan depan.

Di luar Amerika, pasar ekuitas Eropa ditutup sedikit lebih rendah di tengah 
menguatnya dolar AS. Indeks DAX 30 Jerman di Bursa Efek Frankfurt turun 0,2 
persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris turun 0,28 persen.




Sebelumnya di Asia, saham-saham di China melemah pada Jumat, salah satunya 
tercermin dari pelemahan indeks komposit Shanghai, yang minus 0,49 persen 
menjadi 3.192,86. Kendati demikian, bursa saham China masih melanjutkan 
kenaikan mingguan keenam berturut-turut berkat indikator stabilitas ekonomi 
yang menguat. (ags) 











 



Kirim email ke