Bukti lagi bahwa infrastruktur yang sungguh-sungguh dibutuhkan rakyat tidak 
membutuhkan ngemis utang kepada pemodal asing. Megaproyek infrastruktur yang 
didorong Jokowi justru membuat petani sengsara karena tanah dan sumber 
nafkahnya dirampas.
Berkali-kali menuntut perbaikan jalan ke pemerintah daerah tidak direalisasi, 
warga Wonosobo melakukan betonisasi secara Swadaya.Wonosobo, 23 November 2016. 
ratusan warga dan anggota kelompok tani dusun Kandangan yang tergabung dalam 
Aliansi Gerakan Reforma Agraria ranting Banyumudal melakukan gotong royong 
betonisasi jalan utama penghubung dusun Ringkuk desa Rimpak, dusun Kandangan 
dan dusun Jenggil desa Banyumudal kecamatan Sapuran kabupaten Wonosobo Jawa 
tengah. gotong royong ini adalah kali kedua yang dilakukan warga dengan biaya 
secara swadaya. sampai saat ini baru sekitar 500 meter yang sudah berhasi di 
beton dari total panjang sekitar 3 KM jalan yang rusak parah.Menurut pak 
Martoyo (48) salah satu pimpinan AGRA ranting Banyumudal, betonisasi ini di 
lakukan tanpa ada bantuan dari pemerintah sedikitpun. Ia juga menjelaskan sudah 
ber kali-kali warga memita kepada pemerintah kabupaten dan juga kepada DPRD 
untuk memperbaiki jalan ini namun hanya di janjikan saja tidak ada prakteknya 
sampai sekarang. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju 
pasar dan penghubung dengan dua dusun tetangga lainnya. dan merupakan jalan 
yang sangat fital bagi penghidupan masyarakat Kandangan dan sekitarnya. Seperti 
untuk mengangkut hasil pertanian dan lain-lain.Sementara Tafhim, pimpinan AGRA 
Wonosobo yang juga berasal dari desa Banyumudal menjelaskan bahwa betonisasi 
secara swadaya yang dilakukan warga ini merupakan bentuk protes warga kepada 
pemerintah yang tidak serius menyikapi kebutuhan para petani dan masyarakat di 
pedesaan. berkali-kali mereka mendatangi pemerintah kabupaten maupun DPRD, 
namun tidak ada respon, hal ini justru semakin memupuk kesadaran diwarga bahwa 
orientasi pembangunan yang dilakukan pemerintah yang ribuan triliun itu memang 
bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk kepentingan kemudahan jalur 
distribusi serta perluasan pasar dan investasi kapital monopoli internasional 
yang terancam membusuk.Untuk membangun jalan sepanjang 500 meter tersebut warga 
melakukan iuran secara sukarela, mengingat secara ekonomi mayoritas warga 
adalah petani miskin. Tafhim juga menyampaikan untuk sampai ke dusun Kandangan 
ada sekitar 2 Km lebih lagi jalan yang masih rusak dan jika ada pihak-pihak 
yang ingin membantu warga di dua desa tersebut tentu warga akan sangat 
berterima kasih.

Kirim email ke