Bagaimana dengan dana desa dari pemerintah tiap tahun

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, November 25, 2016 4:48 PM
To: Yahoogroups; DISKUSI FORUM HLD; GELORA_In
Cc: Roeslan; Lusi.D; Daeng; Gol; Mitri; Rachmat Hadi-Soetjipto; Harry Singgih; 
Jonathan Goeij; Ronggo A.; Lingkar Sitompul; Ajeg; Mang Broto; Farida Ishaja; 
Marsiswo Dirgantoro; [email protected]; Billy Gunadi; Djin Siauw
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Warga tani Wonosobo melakukan betonisasi 
secara Swadaya.


Bukti lagi bahwa infrastruktur yang sungguh-sungguh dibutuhkan rakyat tidak 
membutuhkan ngemis utang kepada pemodal asing. Megaproyek infrastruktur yang 
didorong Jokowi justru membuat petani sengsara karena tanah dan sumber 
nafkahnya dirampas.
[https://scontent-amt2-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/15232095_1171321589616602_695331067145171746_n.jpg?oh=9e311abbebc8debca5f3e6c624b47e9e&oe=58C5FB53]
Berkali-kali menuntut perbaikan jalan ke pemerintah daerah tidak direalisasi, 
warga Wonosobo melakukan betonisasi secara Swadaya.
Wonosobo, 23 November 2016. ratusan warga dan anggota kelompok tani dusun 
Kandangan yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria ranting 
Banyumudal melakukan gotong royong betonisasi jalan utama penghubung dusun 
Ringkuk desa Rimpak, dusun Kandangan dan dusun Jenggil desa Banyumudal 
kecamatan Sapuran kabupaten Wonosobo Jawa tengah. gotong royong ini adalah kali 
kedua yang dilakukan warga dengan biaya secara swadaya. sampai saat ini baru 
sekitar 500 meter yang sudah berhasi di beton dari total panjang sekitar 3 KM 
jalan yang rusak parah.
Menurut pak Martoyo (48) salah satu pimpinan AGRA ranting Banyumudal, 
betonisasi ini di lakukan tanpa ada bantuan dari pemerintah sedikitpun. Ia juga 
menjelaskan sudah ber kali-kali warga memita kepada pemerintah kabupaten dan 
juga kepada DPRD untuk memperbaiki jalan ini namun hanya di janjikan saja tidak 
ada prakteknya sampai sekarang. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama 
warga menuju pasar dan penghubung dengan dua dusun tetangga lainnya. dan 
merupakan jalan yang sangat fital bagi penghidupan masyarakat Kandangan dan 
sekitarnya. Seperti untuk mengangkut hasil pertanian dan lain-lain.
Sementara Tafhim, pimpinan AGRA Wonosobo yang juga berasal dari desa Banyumudal 
menjelaskan bahwa betonisasi secara swadaya yang dilakukan warga ini merupakan 
bentuk protes warga kepada pemerintah yang tidak serius menyikapi kebutuhan 
para petani dan masyarakat di pedesaan. berkali-kali mereka mendatangi 
pemerintah kabupaten maupun DPRD, namun tidak ada respon, hal ini justru 
semakin memupuk kesadaran diwarga bahwa orientasi pembangunan yang dilakukan 
pemerintah yang ribuan triliun itu memang bukan untuk kepentingan rakyat, 
melainkan untuk kepentingan kemudahan jalur distribusi serta perluasan pasar 
dan investasi kapital monopoli internasional yang terancam membusuk.
Untuk membangun jalan sepanjang 500 meter tersebut warga melakukan iuran secara 
sukarela, mengingat secara ekonomi mayoritas warga adalah petani miskin. Tafhim 
juga menyampaikan untuk sampai ke dusun Kandangan ada sekitar 2 Km lebih lagi 
jalan yang masih rusak dan jika ada pihak-pihak yang ingin membantu warga di 
dua desa tersebut tentu warga akan sangat berterima kasih.
[https://scontent-amt2-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/15170897_1171321609616600_4399460765599129900_n.jpg?oh=4ff6995bef3b5aced51ec4eb2c597cab&oe=58C28856]

Kirim email ke