Protes ke Megawati ini sekilas cuma memperlihatkantidak ada asap tanpa api.
Padahal, hehehe... itulah Golkar. - TerancamDigantikan Setya Novanto, Ade Komarudin “Curhat” ke Megawati Jumat, 25November 2016 | 16:23 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR AdeKomarudin mengakui pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri pada Jumat (25/11/2016) siang initerkait dengan rencana pergantian Ketua DPR. Rapat pleno DPP Partai Golkar sebelumnyasudah memutuskan menunjuk Setya Novanto untuk kembali menjabat sebagai KetuaDPR menggantikan Ade. "Kami tadi, saya khususnyamenyampaikan, dengan peristiwa kemarin saya mohon minta nasihat kepada Presidenkelima kita," kata Ade di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, JakartaPusat, usai pertemuan. Pertemuan berlangsung tertutup selamasekitar dua setengah jam. Megawati ditemani sejumlah pengurus DPP PDI-P, yakniKetua Fraksi PDI-P Utut Adianto, Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey,Wasekjen PDI-P Eriko Sotarduga dan Ketua DPP PDI-P nonaktif Puan Maharani. Ade mengatakan, Megawati pada dasarnyatidak ingin mencampuri urusan intenal Partai Golkar. Namun, Megawati sempatberpesan kepada Ade bahwa semuanya harus mengikuti aturan yang ada. "Buat beliau yang penting taataturan. Kalau DPR aturan DPR, kalau di partai aturan partai. Tanpa bermaksudintervensi Partai yang lain," ucap Ade. Rapat pleno DPP Partai Golkar yangmemutuskan Novanto kembali menjadi Ketua DPR dilakukan pada Senin (21/11/2016). Ketua Harian DPP Partai Golkar NurdinHalid mengatakan, keputusan ini diambil dengan mengacu pada putusan MahkamahKonstitusi terkait kasus "Papa Minta Saham" yang menyeret namaNovanto. Keputusan MK tersebut dikuatkan dengankeputusan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI yang tidak pernah menjatuhi hukumanuntuk Novanto. Adapun Novanto mundur dari kursi ketuaDPR pada Desember 2015 lalu karena tersangkut kasus "Papa MintaSaham". Novanto dituding mencatut nama Jokowiuntuk meminta saham kepada PT Freeport Indonesia. Posisi Novanto laludigantikan oleh Ade Komarudin. Penulis : IhsanuddinEditor : Krisiandi
