Di indonesia ada 6 keyakinan, kayaknya tak satupun mau sembahyang di jalan raya. Benar juga apa yang dikakan para pejabat kita karena : para pemadam kebakaran akan terhambat jika ada kebakaran, ibu-ibu akan melahirkan dijalan jika sang istri sedang hamil tua dan mau melahirkan, ambulan tak bisa bisa mengantar pasien ke UGD saat kondisi pasien parah hingga meninggal dunia
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, November 27, 2016 11:46 PM To: Yahoo! Inc.; Jaringan Kerja Indonesia; Gelora 45; Sastra Pembebasan; Yahoo! Inc.; DISKUSI FORUM HLD Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Trs: [wahana-news] Soal Aksi 2 Desember, Kapolri: Ada Agenda Gelap untuk Jatuhkan Pemerintah Tampilkan pesan asli Pada Minggu, 27 November 2016 13:40, "'Tsasando' [email protected]<mailto:[email protected]> [wahana-news]" <[email protected]<mailto:[email protected]>> menulis: https://news.detik.com/berita/d-3350256/soal-aksi-2-desember-kapolri-ada-agenda-gelap-untuk-jatuhkan-pemerintah Senin 21 Nov 2016, 12:16 WIB Soal Aksi 2 Desember, Kapolri: Ada Agenda Gelap untuk Jatuhkan Pemerintah Muhammad Fida Ul Haq - detikNews Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan adanya dugaan aksi 2 Desember punya tujuan terselubung. Aksi ini diduga Polri disusupi upaya menjatuhkan pemerintah. "Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintah," kata Tito kepada wartawan usai jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). Kapolri memastikan aksi yang akan digelar di Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin dilarang. Maklumat akan dikeluarkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. "(Aksi 2 Desember di Jl Sudirman-MH Thamrin) Dipastikan dilarang," tegas Tito. Menurut Tito, aksi damai yang diawali salat Jumat harusnya digelar di masjid-masjid. Jangan sampai menutup jalan protokol yang akan merugikan banyak masyarakat. Aksi damai ini digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI. "Kalau mau salat Jumat di Istiqlal, Monas, Lapangan Banteng monggo. Tapi kalau di jalan raya yang menutup di jalan vital, strategis Jakarta, tidak bisa," ujarnya. (fdn/fjp)
