---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Mau prona atau apapun, silahkan menuntut kalau memang ada hak milik.Ini hak 
warganegara.Pengadilan yg akan memutuskan. BUKAN ENTE! Ente disinikan teriak2 
bilang ahok/DKI salah.Kapasitas ente apa?Ente udah ngerti belum persoalannya? 
Ente tahu enggak didaerah2 banyak sekali terjadi, rakyat buka tanah dimana2 
karena harga tanah tidak ada, ditanami lalu setelah harga tanah2 pada naik, 
rakyat2 ini berbondong2 mendaftarkan diri sbg pemilik. Ada yg dikasih oleh BPN. 
Ini terjadi dimana2 diseluruh Indonesia termasuk tanah adat.Ini masalah hukum! 
Sudah baca ini belum? Gimana prona ini penuh dengan pertanyaan dari segi 
hukumnya?https://m.tempo.co/read/news/2015/08/27/231695436/penggusuran-bukit-duri-ahok-tak-percaya-sertifikat-prona
 ente kan soknya itu justifikasi ahok/DKI salah krn menggusur orang yg punya 
hak milik!Ini kan kamuflase ente saja. Bikin2 alasan saja.Sebetulnya ente itu 
cupat saja orangnya. Suka jadi pahlawan HAM. Pokoknya orang miskin harus 
ditolong.Sedangkan Indonesia itu negara hukum bukan negara perseorangan. Duit 
pemerintah itu bukan duit perseorangan.Lucunya orang2 tergusur dari kampung2 
kumuh ini yg ente persoalkan.Sedangkan orang2 miskin segitu banyak diindonesia, 
ente diam saja!Tuh banyak yg bunuh diri krn tidak bisa bayar uang sekolah, uang 
rumah sakit dll. Ini persoalan bangsa Indonesia menata hidupnya. Ente teriak2 
berkoar2 mencemoh orang saja bisanya.Solusinya tidak ada! Cupatnya ente itu 
disitu!!!Dah ngerti belum?!!! Nanti ada isu banjir, ente mencerca lagi. 
Sedangkan daerah kumuh ini mau dibersihkan krn salah satu pusat banjir.Gak ada 
habis2nya ente mencerca ini. bisanya hanya mencerca, mencemoh saja!Rupiah jatuh 
dicerca, rupiah naik kabur.Kereta api cepat dibangun dicerca, orang naik andong 
lambat dicerca juga dengan alasan dimana duitnya, koq bangun transportasi umum 
saja tidak mampu.Dst….dst… Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, November 27, 2016 11:20 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik   diantara para tergusur 
banyak juga yg memiliki Sertifikat Hak Milik yg didapat melalui Program 
PronaKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional > Program > 
Legalisasi Aset > Program-Program > Sertipikasi PRONA
|  |
|  | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional > Program > 
Legalisasi Aset &g... |  |  |  |
| View on www.bpn.go.id | Preview by Yahoo |  |  |
|  |
|  |  |  |  |  |  |

 tetapi kelihatannya ditentang Ahok:"Kaya (warga) Bukit Duri, ada sertifikat 
hak milik di pinggir sungai. Itu karena dulu ada Program Prona justifikasi atas 
orang miskin dikasih, itu yang konyol dulu," kata Ahok di Balai Kota, Jalan 
Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 
(26/9/2016).http://news.metrotvnews.com/metro/Obz9pvZN-ahok-kritik-program-prona
 

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :Orang biasa menuntut yang 
muluk muluk, supaya kalau ada kompromi, saling merendahkan tuntutan, masih 
dapat tuntutan sebenarnya yang diinginkan. 2016-11-27 16:34 GMT+01:00 Marco 
45665 comoprima45@... [GELORA45] <[email protected]>:


 Adalah  sangat berbeda antara TUNTUAN dan HAK , demikian pula antara MENUNTUT  
dan MEMPUNYAI HAK.. >>  MUNTUTAN DAN MENUNTUT  adalah cenderung KEINGINAN 
SUBJEKTIVE PRIBADI SESORANG ataupun kELOMPOK  Tanpa harus  terikat dan atau 
Tanpa  HARUS MEMPUNYAI  HAK HUKUM atas suatu yang TIDAK BERHAK SECARA HUKUM 
UNTUK DIMILIKINYA atau MENJADI HAKNYA   ( MISALNY : hanya karena Kebiasaan atau 
karena Tradisi bahwa yang bersangkutan Biasa atau sudah lama MBermukin dikawan 
/ atau Lawan yang dihuninya , ataupun lahan Kebun yang bisa Merka   tanami dan 
atau dia Mereka biasa pergunakan sebagai Mata Pencaharian dan sumber Hidup , 
dan atau karena punya NIiai Historis ... misalnya Turun temurun sudah Biasa 
Tinggal atau Hidup disuar=tu Tempat - bangunan ataupun Lahan yang secara Turun 
/ temurun pula seo- olah2 diwarisi,  dirawtnya , diolehnya dan dipergunakan , 
kendatppun tanpa suatuDikrit, Authorisasi (Wewenanng ) Hukum dan atau Secra 
Autehentik  Tanpa registrasi dan IZIN Pemilikan ( dalam hal in  >  IZIN  dan 
Hak PEMILIKAN TANAH DAN BANGUNAN dan atau  >> SEDANGKAN HAK adalah segala 
Prioritas Objektive seseorang atau Komunitas/ Golongan  atas  DISPOSISI ATAU  
PENGGUNAAN   ( De Facto)  dan HAK MILIK HUKUM (de Ieure > YANG Tercatat, 
ter-regestrasi pada NOTARIS dan atau pada Badan2 Hukum yang mewakilinya  
(Kantor Pusat Kadaster /Cadastral Office/ , Advokat, Catatan Sipil dan  
berdasarkan Bukti2 Hukum yang bisa dibenarkan dan disyahkan sebagai Bukti Hukum 
oleh Badan Hukum  ) atas sesuatu PEMILIKAN ( TANAH , BANGUNAN, WARISAN dalam 
segala Bentuknya , atau Hak Adminstrative ( Perawatan, Penggunaaan dan 
Pemeliharaan dan rekonstruksi  dan atau Menyewakan dan taua menjual objekt 
terkait ) .  Dengan Kata lain:  ** SUATU TUNTUTAN tidak selalu automatis adalah 
SUATU HAK seseorang atau golongan terhadap SUATU OBJEKT PEMILIKAN .( Milsalnya 
Tanah, Lahan atau Bangunan, dll semacamnya) ** Tetapi suatu HAK bisa dijadikan 
SUATU TUNTUTAN dan atau menjadi OBJEKT  dari HAK HUKUMNYA  ( Kecuali jika Orang 
yang langsung bersangkutan dan Mempunyai HAK HUKUM tidak MenuntuHaknya dan atau 
Tidak mempermasalahkannya sebgai Suatu TUNTUTAN atas Hak Hukumnya....) 
2016-11-27 12:52 GMT+01:00 nesare1@... [GELORA45] <[email protected]>:
 Kasusnya di PTN itu bervariasi. Ada yg punya hak tanah ada yg tidak.Kalau yg 
punya hak tanah ya memang wajib menuntut. Begitu juga yg tidak punya hak 
tanahpun silahkan menuntut.Hasilnya ditentukan dipersidangan. Yang tidak benar 
adalah ente yg bikin2 semuanya digusur. Ahok salah. DKI tidak 
berperikemanusiaan. Semua tergusur harus diganti rugi, dikasih uang sedangkan 
dasarnya pengeluaran kas DKI tidak ada. Gimana ada oknum yang menyewakan tanah 
negara ke rakyat? Oknum2 ini yg bikin onar krn mrk dirugikan oleh policy DKI 
utk membersihkan pemukiman kumuh yg adalah tanah DKI. Sebagian besar mau  dan 
sudah pindah. Sebagian kecil yg tidak dan tentunya alasan2nya berbeda krn ada 
kepentingan2 disitu termasuk sandyawan. Ini yang disebut ariel bahwa ahok tidak 
bisa memuaskan semua orang krn kebijakan tata kota.Bupati purwakarta yg baik 
dedy mulyadi kasih uang kerohiman 20 juta ketika membersihkan jalan kemuning yg 
adalah tanah negara. Tetapi belum ada rusun. Dedy berencana bikin rusun utk 
para tergusur ini. ini kebalikannya ahok sudah bikin rusun tetapi tidak mau 
ganti rugi. Tidak ada bedanya kebijakannya. Hanya hasilnya yg berbeda 
dipurwakarta tidak ribut, di DKI ribut. Kenapa ribut? Karena itu factor ahok, 
banyak politik yg bermain. Ente yg tidak mengerti teriak2 seakan2 itu masalah 
HAM, masalah penggusuran saja. ini cupat.Persis masalah al maidah itu bukan 
masalah Alquran nya tetapi masalah manusianya, masalah kepentingannya. INI YANG 
SALAH! ENTE YANG SALAH! Rizal ramli yg kelihatan anti ahok itu sebetulnya 
takutnya sama ISLAM yg nongol. Kenapa? Karena ahok ngomongnya ceplas ceplos. 
Ini kata ariel politik telanjang. Rizal takut ahok salah ngomongnya itu 
menghadirkan momok ISLAM. Ketika jin kartubi keluar dari botol, susah utk 
dimasukkan kembali kedalam botok itu. Jadi ada keprihatinan diluar sepak 
terjang ahok. Bukan itu yg ditakuti banyak orang. Yang ditakuti banyak orang 
adalah menciptakan “buto hijo”.Ini ada benarnya ketakutan ini. ariel tidak 
bilang dia takut. Saya juga tidak bilang perlu ditakuti. Takut tidak takut akan 
nongol sendiri “buto hijo” ini. Tetapi memang benar dengan politik telanjangnya 
ahok akan memudahkan “buto hijo” ini nongol lebih cepat. Militer ya siap2 
bermain lagi. Inilah kekuatan Indonesia dimata bung Karno sbg: nasakom yg tidak 
bisa dipungkiri. Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected] om] 
Sent: Saturday, November 26, 2016 8:20 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik  banyak yg menuntut, 
bahkan warga menang di ptun juga penggusuran jalan terus, selain itu juga hakim 
diganti ditengah jalan. yg terjadi benar2 main sok pada saat berkuasa. 

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Mengapa mereka digusur 
begitu saja tanpa ganti rugi sama sekali?Ini pertanyaan yang sah dan harus 
dijawab terutama oleh ente yang merasa harus diganti rugi.Kenapa harus diganti 
rugi?Kalau tanahnya sah, ya jelas DKI harus ganti rugi.Kalau DKI tidak mau 
ganti rugi, ya DKI harus dituntut. Memangnya ada yang menuntut? Kalau ada apa 
alasan tuntutannya? Nesare  From: [email protected] 
[mailto:[email protected] om] 
Sent: Saturday, November 26, 2016 3:17 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik  Diantara mereka yang 
jadi korban tata-kota itu berapa banyak yang diungsikan ke rusun, berapa banyak 
yang keleleran. Diantara mereka yg diungsikan ke rusun itu berapa banyak yang 
sanggup bayar sewa bulanan, berapa banyak yang dalam proses diusir karena tidak 
sanggup bayar, berapa banyak yang sudah diusir. Mengapa mereka digusur begitu 
saja tanpa ganti rugi sama sekali? ---“Kebijakan tata kota ahok” jelas sekali 
adalah: menarik tanah negara, mengungsikan mereka2 yg telah menduduki tanah 
negara ke rusun yg telah disiapkan dan lebih baik drpd perumahan kumuh yg 
selalu banjir!Emangnya ente pikir ariel ngomong tata kotanya ahok salah?! Mau 
maen2 bahasa ya?!!Ariel tidak bilang tata kota ahok itu salah!!!!!! Makanya dia 
tidak pakai kata penggusuran!!!!!
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Tanya sana sama 
ariel!Dalam artikel yg ditulisnya, ariel tidak menulis satu katapun 
penggusuran. Artinya dia tidak melihat itu penggusuran.Ente yg memelintir dan 
memfitnah ariel bilang ada penggusuran! Kalau ane pikir mestinya dia 
kasihanlah. Ane juga kasihan. Kasihannya bukan sama mereka2 ini saja. 
kasihannya sama semua rakyat Indonesia yg miskin karena banyak dikibulin 
termasuk dikibulin sama negara ente! Walaupun kasihan ane mengerti ahok gak 
boleh ngasih duit seenak udelnya dari kas DKI kepada mereka yg diungsikan dan 
tidak mendapat pekerjaan ini. orang miskin banyak di DKI. Kalau orang2 yg 
diungsikan ini ditolong dasarnya apa? kalau dasarnya kemanusiaan, ya semua 
orang miskin harus ditolong donk! Bukan hanya yg diungsikan ini saja! begitu 
juga kalau mau menolong mereka2 ini utk mendapat pekerjaan, ya gak boleh hanya 
kelompok yg diungsikan ini donk, harus semua rakyat yg tidak mendapatkan 
pekerjaan! “Kebijakan tata kota ahok” jelas sekali adalah: menarik tanah 
negara, mengungsikan mereka2 yg telah menduduki tanah negara ke rusun yg telah 
disiapkan dan lebih baik drpd perumahan kumuh yg selalu banjir!Emangnya ente 
pikir ariel ngomong tata kotanya ahok salah?! Mau maen2 bahasa ya?!!Ariel tidak 
bilang tata kota ahok itu salah!!!!!! Makanya dia tidak pakai kata 
penggusuran!!!!! Ente yg pake kata penggusuran krn ente bilang ahok salah!! Ini 
yg harus ente jelaskan salahnya dimana???!!!  Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected] om] 
Sent: Saturday, November 26, 2016 11:29 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik   memangnya Ariel tidak 
kasihan sama para tergusur?menurut anda apa yg dimaksud Ariel dgn "kebijakan 
tata-kota"?

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :"lapisan kelas bawah yg 
menjadi korban" itu memang orang yang “tergusur” akibat kebijakan tata kotanya. 
Ini kenyataanya!Yang tidak benar adalah klaim ente mengatakan ariel setuju sama 
ente yaitu: menyalahkan ahok!Gak ada istilah “penggusuran” dalam kamus ariel 
makanya dia tulis “Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada 
kegagalannya memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi 
korban kebijakan tata-kotanya. ”. TAPI ARIEL BUKAN MENULIS “lapisan kelas bawah 
yg menjadi korban”! INI ENTE YG NULIS UTK MENCATUT ARIEL SEAKAN2 ARIEL 
MENYALAHKAN AHOK DAN KASIHAN SAMA PARA “TERGUSUR”! Seluruh artikelnya ariel 
sangat simpatik dengan ahok dan mengecam kemas2 politik yg dipakai utk 
menyerang ahok! Goblok dipelihara! Sudah goblok ngeyel sampai sekarang! Ayo 
terusin ane mau lihat lari kemana. Ane telanjangi terus. Jangan khawatir. 
Nesare  From: [email protected] [mailto:[email protected] om] 
Sent: Friday, November 25, 2016 5:41 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik   Disini Ariel 
menggunakan kata2 yg diperhalus, "lapisan kelas bawah yg menjadi korban" 
menurut saya yg dimaksud beliau adalah para tergusur atau korban penggusuran, 
sedang "kebijakan tata-kota" yg dimaksud adalah penggusuran2 itu.   Nesare: 
dimana ariel bilang ada penggusuran? Kalimat yg ente persoalkan “Secara 
politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya memuaskan sebagian 
tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya.” 
Ini benar. Ahok tidak bisa kasih rumah dan kasih pekerjaan kepada orang2 yg 
menduduki tanah negara secara tidak legal. Ini masalah penanganan rakyat karena 
ada kebijakan tata kota (membersihkan daerah kumuh dan sumber banjir serta 
tanah milik negara). Kenapa tidak bisa kasih rumah dan kasih pekerjaan karena 
itu hukumnya memang tidak boleh. Itupun ahok/DKI sudah mengeluarkan dana diluar 
planning karena ada yang protes. Ini masalah kemanusiaan saja ahok/DKI 
mengucurkan duit itu. Seyogyanya secara hukum tidak boleh. Koq orang salah 
menduduki tanah orang malah minta ganti rugi??!! Ane dana riel tidak melihat 
itu ada penggusuran! Baca tulisannya! Cari ada kata penggusuran dan gusur tidak 
dalam artikel itu! TIDAK ADA!!!!

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Jonathan: Sekarang anda 
mencatut Ariel Heryanto?Nesare: maksudnya apa ini? gimana ane mencatut ariel? 
Buat apa ane mencatut pendapat ariel sedangkan pendapat ane dan ariel sama 
yaitu: tidak ada penggusuran, yang ada adalah ahok tidak bisa? Jonathan: Orang 
lain yg anda bilang "dilahan/tanah orang lain" itu siapa?Nesare: ente, kelompok 
fpi, kelompok ekstrim kiri, kelompok2 lain yg menggunakan issue ini utk 
menjatuhkan ahok dll. Baca baik2 tulisan ariel secara keseluruhan dan terutama 
yang ini: Ariel: Secara politik, titik terlemah Ahok terletak pada kegagalannya 
memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah yang menjadi korban 
kebijakan tata-kotanya.  Lalu bandingkan dengan komentar ente yg memelintir 
pendapat ariel:Jonathan: ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah 
penggusuran yg tidak ditangani dengan baik ituJonathan: memangnya apa yg salah 
dgn kata2 ini "Ariel Heryanto kelihatannya juga melihat masalah penggusuran yg 
tidak ditangani dengan baik itu"Jonathan: Ariel Heryanto kelihatannya juga 
melihat masalah penggusuran yg tidak ditangani dengan baik itu. Heran juga 
kenapa kok Ahok bersikukuh tidak memberi ganti rugi atau uang kerohiman yang 
layak, selain para tergusur itu memang layak menerima (dan memang sudah 
seharusnya begitu) juga hal itu tidak begitu sukar dilakukan. Ahok seakan 
menciptakan lubang kelemahan dirinya sendiri.  Nesare: dimana ariel bilang ada 
penggusuran? Kalimat yg ente persoalkan “Secara politik, titik terlemah Ahok 
terletak pada kegagalannya memuaskan sebagian tidak kecil lapisan kelas bawah 
yang menjadi korban kebijakan tata-kotanya.” Ini benar. Ahok tidak bisa kasih 
rumah dan kasih pekerjaan kepada orang2 yg menduduki tanah negara secara tidak 
legal. Ini masalah penanganan rakyat karena ada kebijakan tata kota 
(membersihkan daerah kumuh dan sumber banjir serta tanah milik negara). Kenapa 
tidak bisa kasih rumah dan kasih pekerjaan karena itu hukumnya memang tidak 
boleh. Itupun ahok/DKI sudah mengeluarkan dana diluar planning karena ada yang 
protes. Ini masalah kemanusiaan saja ahok/DKI mengucurkan duit itu. Seyogyanya 
secara hukum tidak boleh. Koq orang salah menduduki tanah orang malah minta 
ganti rugi??!! Ane dana riel tidak melihat itu ada penggusuran! Baca 
tulisannya! Cari ada kata penggusuran dan gusur tidak dalam artikel itu! TIDAK 
ADA!!!! Ariel bilang itu titik lemah ahok. Kenapa? Karena titik itulah yang 
dipakai orang2 utk menyerang dia termasuk ente, kelompok ekstrim kiri, kelompok 
FPI dll.Sudah ngerti belum sampai sini? Ente itu dimana letaknya? Hehehehehe. 
Lucu sekali ente ini ekstrim kiri bukan, ekstrim kanan bukan, agamais tidak 
ngangku! Eh ngaku2 pahlawan HAM kesiangan!!! ENTE JANGAN MEMFITNAH ORANG 
LAIN!!!! Nesare   From: [email protected] [mailto:[email protected] 
om] 
Sent: Friday, November 25, 2016 1:56 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Ahok, Penista Kemasan Politik 





Kirim email ke