Ini satu pendapat yang cukup menarik, ... adanya bisnis waralaba macam STARBUCK 
dijadikan ukuran kota itu sudah maju oleh Jokowi. Benarkah begitu?

Saya tidak mengerti bagaimana ilmu bisnis waralaba itu berjalan, tapi saya bisa 
melihat praktisnya saja, STARBUCK baru akan dibuka berjalan seandainya kota itu 
sudah MAJU tentu TIDAK SALAH! Karena saya perhatikan di beberapa kota di 
Tiongkok dan khususnya di HK dimana saya tinggal, kopi STARBUCK itu terhitung 
MAHAL, hampir seporsi nasi/mie untuk makan siang/malam. Jadi, kalau saja kota 
itu masih terb elakang, masih MISKIN taraf hidup penduduknya, bagaimana akan 
MAMPU minum kopi di STARBUCK??? 

Kalau yang sederhana begini saja, nenek yang satu ini sudah tidak bisa melihat, 
hanya berteriak-teriak kebudayaan imperialisme, apa bedanya dengan seorang 
PETINJU yang serampangan meninju lawannya???

Bukankah sudah seharusnya kita dengan lebih baik mempelajari bagaimana 
mereka/kapitalisme berbisnis bisa sampai begitu maju dan besar, sehingga kita 
mampu bersaing dan mengalahkan yang dituduh imperialisme itu! BEGITU SERU 
LENIN, agar komunis-komunis juga bisa bisnis, berdagang berhadapan dan 
mengalahkan kapitalis-kapitalis yang sudah maju lebih dahulu! Begitulah yang 
yang dijalankan PKT sekarang ini, dengan bisnis dan perdangan berhadapan dengan 
kapitalis-kapitalis didunia, bahkan BERHASIL keluar menjadi penyaing kuat dan 
dirasakan mereka menjadi “ANCAMAN”!

Jadi BETUUUUL, kata bung Nesare itu, pelajari ilmu bisnis mereka yang sudah 
maju lebih dahulu, ... gunakan untuk melawan imperialisme itu! Bangsa yang 
cerdas dan pandai, kalau saja tahu ternyata STARBUCK meenggunakan bahan kopi 
Gayo/Aceh, kenapa pengusaha Indonesia tidak kerjakan sendiri, ... begitu juga 
dengan SDA yang begitu kayanya, tapi kita TETAP saja harus import barang 
jadinya dengan harga jauh lebih tinggi berlipat-ganda, ...

Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 4:29 AM
To: [email protected] 
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum




Bung salah mengerti.

Artikelnya bilang bisnis franchise/waralaba bukan starbucks.

Saya setuju dengan Jokowi bahwa bisnis ekonomi itu ada konsep unggul dan tidak 
unggul. Ini teori comparative advantage yg menjadi dasar ilmu ekonomi.

Kalau suatu negara punya comparative advantage atas suatu barang/jasa, 
sebaiknya dieksport.

Kalau suatu negara tidak punya comparative advantage atas suatu barang/jasa, 
sebaiknya import barang itu karena akan lebih murah.

 

Starbucks adalah salah satu bisnis franchise. Begitu juga es teler 77 yang 
kepunyaan orang Indonesia.

Bisnis franchise ini memang menunjukkan adanya perkembangan ekonomi pada satu 
daerah.

 

Dimana2 kalau ada starbucks, Walmart, mcdonalds, berbondong2 daerah itu diserbu 
orang2. Bisnis2 berdatangan disekitarnya. Kenapa? Karena orang tahu daerah itu 
akan banyak dikunjungi orang. Ini artinya ada pergerakan ekonomi misalnya harga 
tanah naik dll.

 

Mungkin maksud bung adalah supaya bisnis Indonesia yang harus maju. Ini bisnis. 
Bisnis itu termasuk starbucks. 

Kalau Indonesia mau tertutup dan hanya mau mengembangkan bisnis Indonesia saja, 
negara lain juga akan melakukan hal yg sama yaitu: menutup bisnis Indonesia 
dinegaranya. Ini artinya menutup diri. Contoh negara ini adalah: korea utara yg 
tinggal satu2nya negara yg menutup diri.

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 28, 2016 2:48 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>
Cc: Lusi.D <[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; Daeng 
<[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri 
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; 
Harry Singgih <[email protected]>; Jonathan Goeij 
<[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo 
A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Mang Broto 
<[email protected]>; Marsiswo Dirgantoro <[email protected]>; Farida 
Ishaja <[email protected]>; [email protected]; Billy Gunadi 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; Karma I Nengah [PT. Altus 
Logistic Service Indonesia] <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau Belum

 

  

Wow, Starbucks jadi lambang kemajuan kota di Indonesia!!!!! Jokowi ini presiden 
Republik Indonesia atau Republik Starbucks???? Masyaallah!!!! Begitu kultusnya 
Jokowi dengan multinasional dan kebudayaan imperialista! Jadi kopi dan minuman 
kita sendiri tidak dapat dijadikan lambang di negerinya sendiri??? Gimana 
perusahaan lokal bisa berkompetisi dengan Starbucks kalau pemerintah tidak 
melindunginya?

Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau Belum


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, bisnis waralaba atau 
franchise bisa menjadi simbol suatu kota itu sudah maju atau belum.

 

Bagaimana tidak, dalam sambutannya di acara Pameran World Franchise Summit 
Indonesia 2016. Orang nomor satu di Indonesia itu menyebutkan, seperti gerai 
kopi Starbucks yang sudah menguasai kota-kota di Indonesia.

"Jaman sekarang hadir tidaknya suatu waralaba sudah menjadi lambang kemajuan 
tingkat kota itu, apalagi untuk generasi muda, anak muda biasa kalau jalan ada 
Starbucks-nya tidak," kata Jokowi di JCC, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Jokowi melanjutkan, jika suatu kota sudah terdapat gerai starbucks coffee maka 
bisa dibilang kota tersebut memiliki citra kelas internasional. Namun, kata 
Jokowi, merambahnya waralaba asing di Indonesia tersebut menjadi potensi yang 
harus dimanfaatkan para pelaku usaha di Indonesia.

Pasalnya, banyak waralaba asli Indonesia yang telah memiliki lebih dari puluhan 
gerai, namun masih belum berani merambah ke kancah internasional.

"Banyak sekali kita, tadi disampaikan Pak anang (Ketua AFI) Es Teler 77, 
sekarang 180 gerai, bayangkan, berapa alpukat yang diserap berapa nangka yang 
disetrap es telller 77 gak bisa bayangkan kita, hal-hal kecil yang sangat besar 
skali, baba rafii 1200 outlet, berapa tenaga kerja yang diserap, banyak 
sekali," tandasnya.

(rzy)

 

(rzy)

0 Komenta





Kirim email ke