Tidak mati, atau lebih tepat harus dikatakan terjadi PERUBAHAN/PERKEMBANGAN dengan SOSIALISME/Komunisme, bung Jo! Karena kenyataan ajaran sosialisme yang selama lebih 70 tahunan dijalan di Sovyet dan lebih 30 tahun RRT itu terlalu ekstrim dan RADIKAL membasmi hak-milik kapitalis perseorangan, jadi hanya ada hak-milik NEGARA disitu. Dan akibatnya yang terjadi, sekalipun tidak mematikan inisiatif dan semangat kerja-keras perseorangan, setidaknya bisa dikatakan menekan/menghambat, ... dan ini bertentangan dengan prinsip sosialisme yang hendak mengembangkan tenaga produksi sebesar-besarnya dengan prinsip sosialis yang diajukan: “Setiap orang bekerja menurut kemampuan dan mendapatkan sesuai dengan hasil kerjanya!”
Sebaliknya juga, kapitalisme kalau dijalankan secara ekstrim, membiarkan pasar secara liberal, akan terjadi keserakahan-keserakahan yang merusak perkembangan dan kemajuan masyarakat secara sehat! Jadi, kedua isme itu, SOSIALISME dan KAPITALISME bukan dipertentangankan secara antagonis, tapi justru harus bisa dipadu mengambil jalan yang terbaik diantara kedua isme itu. Membuang yang salah dari kedua isme itu dan meneruskan yang dianggap baik-baik saja! Tentu didalam prktek juga akan terjadi masalah-masalah yang masih harus dihadapi dan dibetulkan, karena tingkat KESADARAN atau METAL manusianya belum nyandak, masih egoistis dan belum mencapai tingkat yang bisa mengabdi RAKYAT dengan sebaik-baiknya! Sedang HUKUM juga masih belum berhasil ditegakkan dengan baik, ... masih mesti SABAR sesuai proses perkembangan masyarakat yang ada, tidak bisa terburu nafsu. Ada hal-hal atau wilayah yang memang tidak seharusnya diberlakukan hukum-pasar, seperti pendidikan, kesehatan, tapi nampaknya juga tidak bisa sepenuhnya ditanggung negara, entah dengan cara mana yang terbaik, dibarat menggunakan sistem setiap orang diharuskan membeli asuransi kesehatan, misalnya. Sedang Ahok menggunakan sistim KIS (Kartu Sehat Indonesia) atau BPJS, ... entah bagaimana jalannya. Tapi, katanya sistem kesehatan di Cuba yang dijalankan sangat baik, setiap warga bisa mempunyai dokter private dengan pengobatan gratis, tapi pengeluaran negara untuk kesehatan tidak terus meningkat tinggi, ... entah bagaimana caranya. Perlu dipelajari, ...! Salam, ChanCT From: [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, November 29, 2016 7:26 AM To: [email protected] Subject: [GELORA45] Re: Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau Belum Rasanya idiologi komunisme dan sosialisme mati satu persatu. Saya baru di Vietnam sekarang ini. Vietnam mulai mengadopsi sistem Barat di segala bidang. Misalnya, di Vietnam tidak ada pelayanan medik yg. ditanggung pemerintah tanpa bayaran. Rakyat harus beli asuransi medik utk. mendapat pelayanan medik. Hanoi ketinggalan ekonominya oleh Danang (yg dulu termasuk South Vietnam) dimana Hanoi adalah ibukota dan kota terbesar di Vietnam. Saya belum melihat Saigon/Ho Chi Minh city, tentunya kota ini jauh lebih maju dari Hanoi.
