Masih di Kemayoran, sepulang dari mengunjungi Kennedy pada 1963,Bung Karno 
langsung mengatakan dia semakin yakin Indonesia 
sudah berada di atas rel yang benar. Maksudnya, menjadi 
bangsa sosialis yang tidak ikut blok Kanan maupun Kiri, alias 
Non Blok.

Seandainya Kennedy tidak dibunuh - yang kemudian merembet 
ke Gestok / penggulingan Soekarno - besar kemungkinan 
sejarah AS tidak bertambah cemong oleh terkaing-kaingnya AS 
lari dari Vietnam setelah babak-belur di Teluk Babi, Kuba. Sebab, 
April '63 itu JFK berjanji kepada BK untuk menarik keterlibatan AS 
di Vietnam mulai tahun 1964.


   --- SADAR@... wrote:

Tidak mati, atau lebih tepat harus dikatakan terjadi PERUBAHAN/PERKEMBANGAN 
dengan SOSIALISME/Komunisme, bung Jo! Karena kenyataan ajaran sosialisme yang 
selama lebih 70 tahunan dijalan di Sovyet dan lebih 30 tahun RRT itu terlalu 
ekstrim dan RADIKAL membasmi hak-milik kapitalis perseorangan, jadi hanya ada 
hak-milik NEGARA disitu. Dan akibatnya yang terjadi, sekalipun tidak mematikan 
inisiatif dan semangat kerja-keras perseorangan, setidaknya bisa dikatakan 
menekan/menghambat, ... dan ini bertentangan dengan prinsip sosialisme yang 
hendak mengembangkan tenaga produksi sebesar-besarnya dengan prinsip sosialis 
yang diajukan: “Setiap orang bekerja menurut kemampuan dan mendapatkan sesuai 
dengan hasil kerjanya!” Sebaliknya juga, kapitalisme kalau dijalankan secara 
ekstrim, membiarkan pasar secara liberal, akan terjadi keserakahan-keserakahan 
yang merusak perkembangan dan kemajuan masyarakat secara sehat!  Jadi, kedua 
isme itu, SOSIALISME dan KAPITALISME bukan dipertentangankan secara antagonis, 
tapi justru harus bisa dipadu mengambil jalan yang terbaik diantara kedua isme 
itu. Membuang yang salah dari kedua isme itu dan meneruskan yang dianggap 
baik-baik saja! Tentu didalam prktek juga akan terjadi masalah-masalah yang 
masih harus dihadapi dan dibetulkan, karena tingkat KESADARAN atau METAL 
manusianya belum nyandak, masih egoistis dan belum mencapai tingkat yang bisa 
mengabdi RAKYAT dengan sebaik-baiknya! Sedang HUKUM juga masih belum berhasil 
ditegakkan dengan baik, ... masih mesti SABAR sesuai proses perkembangan 
masyarakat yang ada, tidak bisa terburu nafsu. Ada hal-hal atau wilayah yang 
memang tidak seharusnya diberlakukan hukum-pasar, seperti pendidikan, 
kesehatan, tapi nampaknya juga tidak bisa sepenuhnya ditanggung negara, entah 
dengan cara mana yang terbaik, dibarat menggunakan sistem setiap orang 
diharuskan membeli asuransi kesehatan, misalnya. Sedang Ahok menggunakan sistim 
KIS (Kartu Sehat Indonesia) atau BPJS, ... entah bagaimana jalannya. Tapi, 
katanya sistem kesehatan di Cuba yang dijalankan sangat baik, setiap warga bisa 
mempunyai dokter private dengan pengobatan gratis, tapi pengeluaran negara 
untuk kesehatan tidak terus meningkat tinggi, ... entah bagaimana caranya. 
Perlu dipelajari, ...! Salam,ChanCT
From: bhjo@...
Rasanya idiologi komunisme dan sosialisme mati satu persatu. Saya baru di 
Vietnam sekarang ini. Vietnam mulai mengadopsi sistem Barat di segala bidang. 
Misalnya, di Vietnam tidak ada pelayanan medik yg. ditanggung pemerintah tanpa 
bayaran. Rakyat harus beli asuransi medik utk. mendapat pelayanan medik. Hanoi 
ketinggalan ekonominya oleh Danang (yg dulu termasuk South Vietnam) dimana 
Hanoi adalah ibukota dan kota terbesar di Vietnam. Saya belum melihat Saigon/Ho 
Chi Minh city, tentunya kota ini jauh lebih maju dari Hanoi.

   

Kirim email ke