NKRI adalah “propinsi” dari Arab Saudia, jadi perlu ada kementrian agama. 
hehehehehe

From: mailto:[email protected] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 12:53 AM
To: mailto:[email protected] ; 'Jonathan Goeij' 
Subject: [GELORA45] Negara Mayoritas Muslim Ini akan Copot Islam dari Agama 
Resmi

  

Di india semua agama tak amendapat pengakuan dari pemerintah.

Agama adalah urusan private, ini yang bagus karena negara ngurusin orang banyak 
jadi harus bekerja secara professional.

Akhir cerita, karena tak mau ketatang-keteteng  sampailah india di planet mars 
malah sampai di pluto.

Lantas kapan kita bisa menyusulnya???


From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 28, 2016 11:35 PM
To: Yahoogroups
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Negara Mayoritas Muslim Ini akan Copot 
Islam dari Agama Resmi


  

Yg akan dilakukan Bangladesh sangat tepat, tidak perlu agama2 resmi segala 
macam itu urusan pribadi bukan negara. Apakah Indonesia akan mengikuti?


---In [email protected], <djiekh@...> wrote :



Mungkin dari pengalaman dulu, terpaksa memisahkan diri dari Pakistan,

dan ingin supaya Bangladesh jangan berubh jadi seperti Pakistan.

Tiap kali pemerintahan Pakistan dicoup oleh golongan militer ?



2016-11-28 6:16 GMT+01:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service 
Indonesia]' inengahk@... [GELORA45] <[email protected]>:



  Kok bisa????????????????????????


  From: [email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com] 
  Sent: Monday, November 28, 2016 11:12 AM
  To: [email protected]
  Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Negara Mayoritas Muslim Ini akan Copot 
Islam dari Agama Resmi


    



  Wednesday, 16 November 2016, 04:48 WIB

  Negara Mayoritas Muslim Ini akan Copot Islam dari Agama Resmi
  Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Esthi Maharani

  wordpress.com



  Masjid Baitur Rouf, Bangladesh


  REPUBLIKA.CO.ID, DHAKKA – Sumber pemerintah Bangladesh mengungkap wacana yang 
cukup mengejutkan. Seperti dilansir Independent, negara berpenduduk mayoritas 
Muslim itu akan mencopot Islam dari daftar agama resmi.

  Menurut Abdur Razzak, wacana itu merespons dukungan untuk sekularisme. Adapun 
dia merupakan politikus terkemuka dari partai berkuasa, Awami League. Lebih 
lanjut, Abdur Razzak menghendaki agar persoalan agama dihapus dari konstitusi 
Bangladesh. Hal itu disampaikannya dalam diskusi terbuka di National Press 
Club, Dhakka.

  “Bangladesh adalah negara dengan masyarakat yang harmonis. Di sini kita hidup 
berdampingan dengan orang-orang dari pelbagai agama. Islam tidak sepatutnya 
ditempatkan sebagai agama negara di konstitusi Bangladesh,” ucap Abdur Razzak, 
seperti dikutip Independent, Selasa (15/11).

  “Saya pernah menyampaikan hal ini di luar negeri. Kini saya mengatakannya 
lagi, bahwa Islam akan ditanggalkan dari Undang-Undang Dasar Bangladesh kelak 
bila waktunya tiba,” sambung dia.

  Bangladesh terletak di Asia Selatan. Awalnya, negara tersebut merupakan 
pecahan dari Pakistan, yang memisahkan diri dari India setelah deklarasi 
kemerdekaan. Pada 1955, ia sempat bernama Pakistan Timur.

  Pada 1971, perang pecah dan menghasilkan pemisahan diri dengan Pakistan. 
Sejak saat itu, Bangladesh muncul sebagai negara merdeka yang menganut asas 
sekularisme, demokrasi multi-partai, dan sistem parlementer.

  Sekitar 88 persen penduduk Bangladesh beragama Islam. Karenanya, ia merupakan 
negara berpenduduk Muslim terbesar ketiga di dunia, setelah Indonesia dan 
Pakistan.






Kirim email ke