Tidak akan ada demo 2 Desember, kata Presiden

Selasa, 29 November 2016 12:15 WIB | 1.609 Views

Pewarta: Agus Salim



Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Kantor 
Berita ANTARA, TVRI dan RRI di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 
(13/10/2016).(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)



Tidak ada demo, yang ada adalah doa bersama... 



Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak akan ada 
demonstrasi pada 2 Desember, yang ada adalah acara doa bersama. 

"Tidak ada demo, yang ada adalah doa bersama, baik sebelum maupun setelah 
shalat Jumat," katanya usai menjadi Pembina Upacara HUT Ke-45 Korpri di Silang 
Monas Jakarta, Selasa. 

Presiden menyatakan bahwa berbagai unsur dalam masyarakat yang ingin menggelar 
aksi sudah berkomitmen untuk hanya menggelar acara doa bersama.

Setelah menggelar demonstrasi 4 November untuk menuntut proses hukum perkara 
penistaan agama yang dituduhkan kepada gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki 
Tjahaja Purnama (Ahok), pada 18 November Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI 
(GNPF MUI) mengumumkan rencana menggelar aksi Bela Islam III pada 2 Desember 
2016.

Mereka berjanji menggelar aksi super damai dengan niat untuk beribadah dan 
berdoa bersama di sepanjang jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran Hotel 
Indonesia (HI).

Pada 28 November GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa demonstrasi 2 Desember 2016 
akan digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, bukan di sepanjang 
jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI seperti rencana semula.

GNPF MUI dan Polri juga bersepakat bahwa aksi yang dilakukan di luar Monas di 
luar jam yang disepakati bukan bagian dari Aksi Bela Islam III.




Editor: Maryati



Kirim email ke