Lagipula pertanyaannya adalah: kenapa (ditangkap di rumah) saat demo 2 Desember? Kenapa bukan sebelumnya, sesudahnya,atau saat beraksi di lapangan? Ini pertanyaan menarik mengingat pemerintah tidak kunjung mengungkap siapa aktor-aktor politik penunggang demo 411 yang dimaksud Jokowi. Sedangkan penangkapan tanggal 2 Desember itu dengan tegas polisi mengatakan penyelidikan terhadap Rachmawati dkk ini baru dilakukan 3 minggu terakhir. Jadi, info apa yang disuply polisi ketika tanggal 4 NovemberJokowi melempar isu soal aktor-aktor politik? Kebiasaan Orba mengarang cerita, menciptakan kambing hitam, dan membangun stigma rupanya memang gurih dan mak nyuss.. --- jetaimemucho1@... wrote:
Wow, tampil membela para penguasa dan statusquo! Bukan soal dia anak Sukarno atau bukan! Tuduhan itu betul apa nggak! Itu harus dibuktikan!! Yang jelas rejim ini sudah beberapa kali memperlihatkan kesewenang-wenangannya, bahkan dengan kekerasan aparat militer melanggar hak demokratis rakyat. Sudah berapa petani, aktivis lingkungan yang dikriminalisasi dan dijatuhi hukuman karena membela haknya??? Di mana anda berdiri? On Saturday, December 3, 2016 7:52 AM, Chalik Hamid wrote: Siapapun dia, anak proklamtor sekalipun, jika melakukan makar untuk menjatuhkan pemerintahan yang syah, harus ditindak dan diamankan. Pada Sabtu, 3 Desember 2016 1:03, inengahk@... menulis: Info di medsos, ibu ini strok karena darah tinggi, terbukti saat d… kemarin pakai kursi roda. From: ajeg Sejak krisis moneter 1997 aksi unjuk rasa biasa dilakukan siang hari setelah pukul 12. Baru kali ini ada "kesepakatan" antara polisi dan pendemo untuk beracara di pagi hari (mulai pk 08:00 hingga pk 13:00 WIB). Rachmawati ditangkap pada dini hari Jumat 2 Desember.Berita penangkapan beredar saat acara di Monas berlangsung. “Bagaimana Polrisekarang? Bukan rahasia umum lagi dimana kedudukan korps Bhayangkara sejakrezim jokowi berkuasa,” sindir Rachmawati Soekarnoputri. - Jumat, 2Desember 2016 | 08:44 WIB KenapaRachmawati Ditangkap Polisi Saat Demo 2 Desember? Ridwan POJOKSATU.id,JAKARTA – Penangkapan Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri mengejutkanbanyak pihak. Pasalnya, Rachmawati ditangkap dan ditahan polisi bersamaandengan demo 2 Desember yang dikenal dengan aksi 212. Informasidari kalangan internal Univeritas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputriditahan di Polda Metro Jaya. Polisi menjemput Rachmawati di kediamannya sekitarpukul 05.00 WIB tadi, Jumat (2/12). KenapaRachmawati Soekarnoputri ditangkap polisi? Hingga kini belum diketahuialasannya. Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan pers terkaitpenangkapan Rachmawati Soekarnoputri. Namundiduga, penangkapan Rachmawati Soekarnoputri terkait dengan sikap politiknyayang cukup keras mengkritik Presiden Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok. BahkanRachmawati juga beberapa kali melakukan pertemuan yang membahas situasi dankondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Pertemuan itu dicurigai oleh sebagaipertemuan yang mengarah pada tindakan makar. RachmawatiSoekarnoputri dicurigai sebagai dalang makar gara-gara mempolopori konsolidasitokoh nasional di Universitas Bung Karno (UBK) pada tanggal 20 November lalu. Rachmawatijuga dituduh mendompleng mendompleng agenda demo 2 Desember atau aksi 212 untukmenggulingkan Presiden Jokowi. Tudingan ituberdasarkan opini sebagian tokoh yang hadir di antaranya mantan MenkopolhukamTedjo Edhy yang menyatakan menduduki Gedung DPR/MPR sebagai salah satualternatif yang sah dalam mengembalikan undang-undang dasar kepada UUD 1945. Konsolidasitokoh nasional di Universitas Bung Karno dihadiri sejumlah tokoh seperti KetuaMajelis Syuro PBB MS Ka’ban, aktivis pergerakan Syahganda Nainggolan, mantanMenko Polhukam Tedjo Edhie Purdijtno, Happy Trenggono, Sri Bintang Pamungkas,Permadi, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Ketua Umum KAMMI KartikaNurrakhman, musisi Ahmad Dhani, tokoh Tionghoa Lieus Sungkarisma, FuadBawazier, Syarwan Hamid, ekonom Ichsanuddin Noorsy. Rachmawatimembantah keras dapa upaya makar dalam pertemuan itu. Sebab pertemuan tersebuthanyalah pertemuan biasa dengan topik-topik kritis berbagai persoalan bangsadan negara. “Ada apaKapolri Tito dan jajarannya? Terhinggap paranoid atau karena utang budi denganpenguasa,” kata Rachmawati Soekarnoputri, dalam keteranganya Senin(28/11/2016). Rachmawatimenegaskan bahwa UBK seringkali mengadakan beragam kegiatan. UBK juga pernahdijadikan acara pemaparan Pangdam Jaya, acara pernikahan, bakti sosial danlai-lain. Tentu saja kampus memiliki otoritas untuk mengadakan berbagaikegiatan tersebut. Rachmawatimembantah keras dapa upaya makar dalam pertemuan itu. Sebab pertemuan tersebuthanyalah pertemuan biasa dengan topik-topik kritis berbagai persoalan bangsadan negara. “Ada apaKapolri Tito dan jajarannya? Terhinggap paranoid atau karena utang budi denganpenguasa,” kata Rachmawati Soekarnoputri, dalam keteranganya Senin(28/11/2016). Rachmawatimenegaskan bahwa UBK seringkali mengadakan beragam kegiatan. UBK juga pernahdijadikan acara pemaparan Pangdam Jaya, acara pernikahan, bakti sosial danlai-lain. Tentu saja kampus memiliki otoritas untuk mengadakan berbagaikegiatan tersebut. Rachmamengingatkan, pada era Kapolda Metro Jaya dipegang Sutarman, juga pernahterjadi demonstrasi sehingga mahasiswa UBK bentrok dengan polisi. Dalambentrokan itu konon ada mahasiswa yang membawa batu dan bambu kayu. Polisi punmenembak mahasiswa dengan peluru tajam, dan jelas-jelas tindakan polisi inimelanggar protap. Mahasiswa pun mau membalas perlakuan polisi. Namun,sambung Rachma, atas kebijakan Sutarman dan pimpinan UBK, keduanya sepakatuntuk cooling down. Bahkan Sutarman dan pimpinan UBK sama-sama menjenguk korbandi RSCM. Ini contoh bukti Polisi independen mengambil langkah persuasif karenatidak terkooptasi kekuasaan. “Bagaimana Polrisekarang? Bukan rahasia umum lagi dimana kedudukan korps Bhayangkara sejakrezim jokowi berkuasa,” sindir Rachmawati Soekarnoputri. (ysa/sta/pojoksatu)
