Hal ini memang menimbulkan pertanyaan besar, pada 212 bapak presiden dan wakil 
juga menteri kabinet datang menghadiri bahkan dengan khusuk dan hikmat 
mendengarkan kotbah "sang imam besar" sedang pada 412 yg melambangkan 
kebhinekaan yg diadakan para pendukung justru tidak dianggap. 

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

 
 Sekali lagi, waspadalah. Jangan dikira pemerintah solid, 
 DPR solid, Koalisi solid, TNI-Polri solid, demonstran solid. 
 Semua lagi asyik main ciluk-ba yang bikin situasi tambah 

 serba sulit.
 

 Di bawah tekanan dari segala arah, Presiden (Joko Widodo) 

 harus bisa pegang kendali.
 

 -
 

 
 Aksi 412 Disebut tidak Didukung Jokowi-JK 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/04/ohnpld257-aksi-412-disebut-tidak-didukung-jokowijk
 

 Aksi 412 Disebut tidak Didukung Jokowi-... 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/04/ohnpld257-aksi-412-disebut-tidak-didukung-jokowijk
 

 -

 

 
 Di Parade 412, Setya Novanto Sebut Jokowi Presiden Rakyat
  
 MINGGU, 04 Desember 2016 | 11:00 WIB

 
 Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh didampingi oleh Ketua DPR Setya Novanto 
saat menghadiri Parade 

 Kita Indonesia, 4 November 2016. Tempo/Egi Adyatama 
  
 TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto memuji 
Presiden Joko Widodo di depan peserta Parade Kita Indonesia, di Bundaran Hotel 
Indonesia, Ahad, 4 Desember 2016. Setnov menilai langkah presiden menemui massa 
aksi 212 pada Jumat lalu, sebagai tindakan terpuji.
 
 "Kemarin Presiden sudah salat (Jumat) bersama rakyat. Ini menunjukkan beliau 
merupakan presiden rakyat," kata pria yang juga merupakan Ketua Umum Partai 
Golkar itu.
 
 Dalam kesempatan itu, Setnov mengatakan kegiatan parade itu sebagai langkah 
untuk menunjukkan kebhinnekaan Indonesia. Parade itu memang diiisi dengan 
sejumlah kesenian dari berbagai daerah, seperti Bali, Jawa, hingga Sumatera. 
"Kita jadikan ini sebagai momentum, kebhinnekaan kita," kata Setnov.
 
 Salah satu kader Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengatakan parade ini sebagai 
lanjutan dari aksi 212 super damai berdoa di Lapangan Silang Monas kemarin. 
Tantowi Yahya, yang menjadi pemandu acara dalam parade itu, mengatakan acara 
ini bukan sebagai aksi tandingan dari aksi pada Jumat lalu.
 
 "Aksi ini merupakan aksi untuk menambah khasanah kebhinnekaan. Aksi ini bukan 
untuk bersaing apalagi menyaingi (aksi 212)," kata Tantowi.
 
 Dia mengatakan parade ini diselenggarakan oleh koalisi partai politik 
pendukung pemerintah Jokowi, seperti Partai Golkar, Nasional Demokrat, juga 
Partai Persatuan Pembangunan versi Djan Faridz. Dari pantauan Tempo, selain 
bendera Merah Putih, bendera Golkar dan NasDem ramai dibawa oleh massa aksi.
 
 Selain itu, tampak sejumlah tokoh pimpinan partai politik koalisi pendukung 
pemerintahan, antara lain Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Djan 
Faridz, dan Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang juga hadir. 
 
 Aksi ini digelar di sepanjang Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin yang 
melaksanakan kegiatan rutin hari bebas kendaraan bermotor (car free day). 
Terdapat sepuluh panggung yang tersebar di beberapa titik. Selain dimeriahkan 
parade kesenian, ada orasi dari para pemimpin partai politik.
 
 EGI ADYATAMA
 

 




Kirim email ke