Petruk kan masih alter egonya Semar, masih iso rumongso - kecuali hidungnya, mirip punya pinokio, hahaha...
Dilihat dari polah rumongso iso yang bikin kepradah kabehya lebih ke Lesmono kayaknya. Digabung tiga-tiganya ya rapopo. --- jonathangoeij@... wrote: sebenarnya lakon yg paling cocok itu petruk dadi ratu atau lesmono munggah bale?wahyu yg didapat itu jamus kalimosodo atau wahyu cakraningrat? --- ajegilelu@... wrote : Secara menyeluruh ini mah cuma kerikil yang paling tajam.Cuma akibat terkusut dari serentetan polah. Pertanyaan besar yang sebenarnya adalah polah Megawati yang secara otoriter merobah keputusan kongres partai tahun 2010. Secara sepihak mengalihkan amanat kongres yang menunjuk dirinya sebagai capres PDIP 2014 ke Jokowi - disertai embel-embel "sudah 10 tahun puasa kekuasaan". Jadi, jawaban tersingkatnya adalah: kekuasaan. Mengejar kekuasaan dengan segala cara sekalipun melalui lakon Lesmono munggah bale. Puja-puji seperti presiden rakyat, titisan dsb itu jelas sanjunganyang memanjakan sekaligus memabukkan. Layaknya ketimpa Wahyu Cakraningrat, tambahan lagi dikelilingi Sengkuni & Dorna, jadilah sang Lesmono melakoni anak polah emak kepradah. Tak mau kepradah sendirian, sang emak pun melancarkan formasi sokalima untuk menertibkan Lesmono, dan.. tadaaa..... Hehehe.... --- jonathangoeij@... wrote: Hal ini memang menimbulkan pertanyaan besar, pada 212 bapak presiden dan wakil juga menteri kabinet datang menghadiri bahkan dengan khusuk dan hikmat mendengarkan kotbah "sang imam besar" sedang pada 412 yg melambangkan kebhinekaan yg diadakan para pendukung justru tidak dianggap. --- ajegilelu@... wrote : Sekali lagi,waspadalah. Jangan dikira pemerintah solid, DPR solid, Koalisi solid,TNI-Polri solid, demonstran solid. Semua lagiasyik main ciluk-ba yang bikin situasi tambah serba sulit. Di bawah tekanan dari segala arah, Presiden (Joko Widodo) harus bisa pegang kendali. - Aksi 412 Disebut tidak Didukung Jokowi-JK | | Aksi 412 Disebut tidak Didukung Jokowi-... | | - Di Parade 412,Setya Novanto Sebut Jokowi Presiden Rakyat MINGGU, 04Desember 2016 | 11:00 WIB KetuaUmum Partai Nasdem Surya Paloh didampingi oleh Ketua DPR Setya Novanto saatmenghadiri Parade Kita Indonesia, 4 November 2016. Tempo/Egi Adyatama TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat SetyaNovanto memuji Presiden Joko Widodo di depan peserta Parade Kita Indonesia, diBundaran Hotel Indonesia, Ahad, 4 Desember 2016. Setnov menilai langkahpresiden menemui massa aksi 212 pada Jumat lalu, sebagai tindakan terpuji. "Kemarin Presiden sudah salat (Jumat) bersama rakyat. Ini menunjukkanbeliau merupakan presiden rakyat," kata pria yang juga merupakan KetuaUmum Partai Golkar itu. Dalam kesempatan itu, Setnov mengatakan kegiatan parade itu sebagai langkahuntuk menunjukkan kebhinnekaan Indonesia. Parade itu memang diiisi dengansejumlah kesenian dari berbagai daerah, seperti Bali, Jawa, hingga Sumatera."Kita jadikan ini sebagai momentum, kebhinnekaan kita," kata Setnov. Salah satu kader Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengatakan parade ini sebagailanjutan dari aksi 212 super damai berdoa di Lapangan Silang Monas kemarin.Tantowi Yahya, yang menjadi pemandu acara dalam parade itu, mengatakan acaraini bukan sebagai aksi tandingan dari aksi pada Jumat lalu. "Aksi ini merupakan aksi untuk menambah khasanah kebhinnekaan. Aksi inibukan untuk bersaing apalagi menyaingi (aksi 212)," kata Tantowi. Dia mengatakan parade ini diselenggarakan oleh koalisi partai politik pendukungpemerintah Jokowi, seperti Partai Golkar, Nasional Demokrat, juga PartaiPersatuan Pembangunan versi Djan Faridz. Dari pantauan Tempo, selainbendera Merah Putih, bendera Golkar dan NasDem ramai dibawa oleh massa aksi. Selain itu, tampak sejumlah tokoh pimpinan partai politik koalisi pendukungpemerintahan, antara lain Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PPP DjanFaridz, dan Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang juga hadir. Aksi ini digelar di sepanjang Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin yang melaksanakankegiatan rutin hari bebas kendaraan bermotor (car free day). Terdapatsepuluh panggung yang tersebar di beberapa titik. Selain dimeriahkan paradekesenian, ada orasi dari para pemimpin partai politik. EGI ADYATAMA
