From: B.DORPI P. Sent: Tuesday, December 6, 2016 7:50 AM To: !B.DORPI P. Subject: Re. [02]: Orang Tua Dan Sup
Sent: Dec 5, 2016 22:37 Orang Tua Dan Sup Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati meninggalkan budibaik, demikian antara lain bunyi kata sambutan Dubes RI untuk Negeri Belanda I Gusti Wesakapuja, dalam sebuah pertemuan mengenang setahun wafatnya saudara Sardjio Mintardjo. Pertemuan tersebut diadakan di sebuah gedung di Leiden yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leiden, pada hari Minggu 4 Desember 2016. Tampak hadi ratusan mahasiswa Indonesia di Leiden dan kota-kota lainnya di Belanda, Dubes RI untuk Belanda bersama stafnya, keluarga Pak Mintarjo, pengurus organisasi perempuan Indonesia di Belanda DIAN dan organisasi perhimpunan Persaudaraan. Pertemuan ini lebih dikenal dengan nama The Old Man and Soup, karena dalam setiap pertemuan di rumah Pak Min yang selalu terbuka bagi mahasiswa Indonesia, sering terhidang sup buntut masakan Pak Min. Mintardjo adalah seorang eksil, meninggal dunia setahun yang lalu. Rumah Pak Min selalu terbuka bagi para mahasiswa Indonesia di Leiden. Acara dimulai dengan pemutaran film dokumenter singkat, mengemukakan pendapat beberapa mahasiswa Indonesia tentang kebaikan dan kejujuran Pak Min di masa hidupnya. Pak Min selalu berpesan agar para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda belajar dengan baik dan jangan kembali ke Indonesia tanpa diploma gelar sarjana. Pak Min sering memesankan agar setelah selesai belajar, segera menyumbangkan pikiran dan tenaganya bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Setelah pembukaan oleh ketua PPI Leiden, Nazarudin, segera memberikan sambutannya Dubes RI untuk negeri Belanda I Gusti Wesakapuja. Puja mengakui bahwa banyak warga Indonesia yang tidak bisa pulang ke tanah air disebabkan perbedaan dan korban politik di masa lalu, namun kecintaan mereka tak pernah luntur terhadap Indonesia. Dubes mengulangi pesan Pak Min yang menyatakan kepada para masiswa jangan kembali ke Indonesia tanpa gelar sarjana, membuktikan sebuah kecintaan mendalam terhadap tanah air. Pa
