http://www.antaranews.com/berita/599917/polisi-rencanakan-penangkapan-aktivis-pada-jumat-subuh

Polisi rencanakan penangkapan aktivis pada Jumat subuh
Senin, 5 Desember 2016 16:12 WIB | 3.375 Views
Pewarta: Imam Budilaksono
 
Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian. (ANTARA /Muhammad Adimaja)
   ...kita atur penangkapan subuh karena agar tidak ada waktu untuk 
menggulirkan dan menggoreng-goreng membangkitkan massa besar...
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan 
bahwa penangkapan 11 aktivis direncanakan pada Jumat (2/12) subuh.

"Kalau dipelintir keluar di media sosial, bapak-bapak paham betul kekuatan 
media sosial, mohon maaf, bagaimana sadisnya medsos bisa membalikkan semua," 
kata Tito dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR, Jakarta, Senin.

Tito menjelaskan bahwa kalau penangkapan dilakukan dua hari menjelang acara Doa 
Bersama pada Jumat (2/12) maka dikhawatirkan informasinya bisa bergeser 
seolah-olah ditujukan untuk menggembosi acara tersebut. 

Alasan itulah yang menurut dia membuat Polri memutuskan menangkap para aktivis 
pada Jumat (2/12) pagi supaya tidak sampai ada upaya penggerakan massa.

"Berbahaya sekali, karena itu kita atur penangkapan subuh karena agar tidak ada 
waktu untuk menggulirkan dan 'menggoreng-goreng' (untuk) membangkitkan massa 
besar," ujarnya.

Ia mengatakan penangkapan itu dilakukan karena polisi tidak ingin ada gangguan 
terhadap agenda acara Doa Bersama yang pesertanya berasal dari berbagai penjuru 
Indonesia.

Tito mengatakan peserta Doa Bersama berniat beribadah dan polisi tidak ingin 
mengganggu kesucian niat tersebut.

"Mereka datang meminta proses hukum Basuki Tjahaja Purnama yang di opini mereka 
sudah menistakan agama. Mereka melakukan ibadah, kami tidak ingin mengganggu 
kesucian ibadah sehingga kami melakukan penangkapan untuk mengamankan agenda 
itu," katanya.

Tito menegaskan bahwa kepolisian tidak ingin ada kekacauan dalam aksi 2 
Desember 2016.

Kirim email ke