Halo teman2, khususnya u/p
yth. Pemerintah Obama, Institusi, Media, OPP2016 dan bangsa AS, *PilpresAS2016.b:** REVOTE = Menguji Suara RAKYAT * Saat ini Demokrasi AS memasuki suatu tahap sangat penting. Keputusan dan tindakan yang tepat dan benar, akan mencegah bangsa AS dari krisis yang sangat tidak kita inginkan. Karena itu, saya akan menyampaikan pandangan sebagai berikut *1. **Hasil Voting Kebalikan dari Hasil Polling = Indikasi Kesalahan* Jika kita perhatikan suatu grafik ataupun statistik, sebenarnya kita mengamati perilaku komunitas yang bergerak dengan pola-pola yang bersifat umum. Jika tampak perubahan pola yang kurang wajar, kita bisa mendeteksi adanya penyimpangan kondisi yang tersirat di dalam grafik itu. Adapun hasil Pilpres 2016 menunjukkan hasil terbalik dengan polling media secara umum, tanpa mengabaikan faktor deviasi yang lazim, perbedaan hasil itu juga bisa dicurigai sebagai indikasi/ petunjuk terjadi intervensi/ kesalahan tidak wajar terjadi dalam proses Pilpres. Sejumlah fakta dan pernyataan lain juga sebenarnya menyiratkan indikasi kecurangan. Namun sementara ini kita tidak perlu membahas terlalu melebar. *2. **Recount oleh Jill Stein = Harapan AS untuk Voting yang Benar* Walaupun secara pribadi Hillary dan Obama sudah siap menerima siapapun pemenang hasil Pilpres, namun janggalnya hasil pilpres 2016, menyebabkan sejumlah pihak meminta Obama melakukan penyelidikan yang menunda pengesahan hasil Pilpres 2016. Saya menghormati upaya Jill Stein (Kandidat Presiden Green Party) untuk melakukan hitung ulang atas hasil suara khususnya di Wisconsin, Michigan, Pensylvania. Dari satu sisi, saya percaya netralitas dan niat untuk mencari jawaban melalui proyek recount yang merupakan terobosan inisyatif Jill Stein sebagai pihak ketiga. Bahkan mengenai Michigan, Stein menyatakan jumlah kertas suara yang tidak terhitung secara benar sangatlah besar dan signifikan. Namun, mengenai efektifitasnya, saya ingin menyampaikan beberapa catatan tersendiri. Saya pernah sampaikan bahwa celah paling rawan terjadi kecurangan/ kejahatan hacking dan malware justru pada sistem digital voting (touch screen) yg tidak meninggalkan jejak fisik (bukti kertas suara). Saat ini yang bisa dilakukan hanyalah menghitung ulang Kertas Suara pada beberapa wilayah yang masih meninggalkan jejak dalam bentuk bukti kertas suara. Dari kenyataan itu, tentu Stein tentu tidak mungkin bisa melacak kecurangan yang terjadi pada sistim Touch Vote yang sangat rentan dan mudah dimanipulasi oleh para hax? Sebagai gambaran, tingkat kesulitan manipulasi data antara Touch Screen Vote dengan Paper Vote adalah seperti editing ribuan data MS Excel dalam sekejap yang dibandingkan dengan mengubah data pada ribuan lembar kertas yang menggunakan mesin ketik konvensional. *3. **Mengganti Lebih Murah dari Memperbaiki* Misalnya seseorang ditugaskan untuk menghitung berapa banyak butir dalam secangkir beras. Jika terjadi kesalahan, orang cenderung lebih suka menghitung dari awal lagi dibanding mencari letak kesalahan-kesalahannya. Mengenai hasil yang benar, tentu akan semakin akurat dan pasti karena beras yang dihitung itu adalah beras yang sama yang berada di dalam cangkir yang sama. Kadang-kadang ada perusahaan elektronik/ produk yang memberi jaminan. “Jika rusak/ cacat, kami ganti dengan produk baru”. Kenapa? Karena mereka sadar, memperbaiki itu lebih repot dan menghabiskan waktu mereka yang juga merugikan konsumen mereka. Karena itu, tentu akan lebih cepat, murah dan memuaskan konsumen, jika produsen mengganti produk bermasalah dengan produk baru yang sudah mereka produksi secara massal. Karena beda usia dengan anak saya Jehovan = 51,5 tahun, akhir tahun lalu saya memutuskan untuk masuk ikut asuransi kesehatan dengan bayaran polis Rp 300,000/ bulan. Sebelum dikabulkan, saya harus mengikuti test kesehatan pada laboratorium yang dirujuk perusahaan asuransi itu. Namun setelah hasil laboratorium selesai, saya kembali diminta untuk melakukan pemeriksaan ulang di laboratorium yang sama. Dan setelah itu hasil pemeriksaan kedua selesai, polis saya dikabulkan oleh perusahaan asuransi itu. Hingga saat ini, saya tidak mendapat penjelasan mengenai apa yang terjadi antara laboratorium dan perusahaan asuransi itu. Namun kepada istri, agen asuransi dan teman, saya katakan bahwa saya percaya bahwa hasil laboratorium yang pertama adalah terlalu baik bagi pria berusia 56.5 tahun umumnya. Jadi justru karena hasilnya yang dianggap ‘too good to be true’ itu, perusahaan asuransi sempat ragu sehingga meminta laboratorim yang sama (langganannya) untuk memastikannya dengan melakukan pemeriksaan ulang, Kenyataan, karena memang test laboratorium itu diterapkan sama kepada pria 56.5 tahun dalam kondisi kesehatan yang prima, hasil kedua test itu akan sama baik. Kita juga menyaksikan bahwa perusahaan asuransi itu tidak melakukan pemeriksaan instrument laboratorium yang mungkin menyebabkan hasil test saya terlalu bagus saat itu. Perusahaan asuransi itu merasa lebih praktis untuk meminta dan membayar biaya pemeriksaan ulang sebagai jawaban yang sempat mereka ragukan. Lalu apa bedanya? Jika hasil keduanya menunjukkan deviasi yang wajar, perusahaan asuransi itu akan jadi lebih percaya dan pasti bahwa hasil test pertama = hasil test kedua = sehat. Kebalikannya, jika terjadi deviasi yang tidak masuk akal, perusahaan itu berkesempatan untuk menolak ataupun mengoreksi perjanjian polis asuransi untuk saya. *4. **Uji & Koreksi = Lebih Baik dari Membiarkan Ketererlanjuran* Kita sudah menyadari bahwa proses mengganti kerusakan kompleks lebih murah, cepat dan bermanfaat dibanding rumitnya perbaikan. Lalu kapan koreksi itu sebaiknya dilakukan? Dalam melaksanakan hak demokrasi, rakyat AS memiliki hak sepenuhnya untuk memilih Hillary ataupun Trump sebagai Presiden AS. Segala konsekwensi akan dinikmati ataupun ditanggung oleh rakyat AS yang juga akan ikut dirasakan oleh komunitas global. Namun sebagai pelaksana Enrolment Process (proses estafet), Pemerintah Obama memiliki tanggung jawab etika untuk menyerahkan kepemimpinan kepada pemimpin yang sebenarnya berhak. Sementara terjadi kejanggalan hasil voting November 2016, Obama perlu memastikan tidak terjadinya kesalahan yang terlanjur untuk disesali. Dan untuk memastikan itu, Obama perlu melakukan suatu pengujian atas akurasi keputusan rakyat Amerika. Karena itu, saya berharap, dengan dukungan segenap bangsa AS, media massa/ media social, peserta& penyelengara pilpres, kongres dan institusi negara, serta segenap aparat pemerintahan untuk mendukung Obama dalam melaksanakan keputusannya. Sementara ini perhatian kita sempat terfokus menunggu hasil recount yang kegiatan dilaksanakan oleh Jill Stein dari Green Party. Namun saat ini, kita harap Presiden Obama sudah bersiap untuk melaksanakan 2 keputusan yang pernah disampaikannya, yaitu: Anulir pilpres 2016 + Revote 2017. *5. **Anulir2016 & Revote2017* Karena keraguan atas hasil pilpres 2016, Pemerintah Baru belum terbentuk. Karena itu saya ikut meminta segenap pihak Internal AS untuk mendukung Pemerintah Obama untuk melaksanakan Tanggung Jawab Enrolment secara baik dan benar. Sesuai dengan tanggapan Obama atas hasil recount oleh Jill Stein, saya juga ikut memohonkan perpanjangan waktu hingga Maksimal 2x3 bulan bagi Pemerintah Obama untuk melakukan Demisioner hingga pemerintah baru terbentuk secara pasti. Untuk itu, saya memohonkan agar rencana itu mendapat dukungan penuh dari segenap bangsa AS. Jika prosesnya berjalan baik, maka Presiden terpilih bisa dipastikan sesuai jadwal dan siap dilantik untuk bekerja secara baik. Teman2, Kondisi keraguan sementara ini, tentu bukanlah harapan terbaik kita. Namun agar kita tidak salah di jalan, biarlah kita menunda perjalanan di persimpangan sejenak untuk MENGUJI arah pada peta yang ada pada kita. Apakah arah yang akan ditempuh adalah sesuai dengan apa yang TUJUAN segenap penumpangnya. Jika memang BENAR? Silakan: LANJUTKAN ! Jika ternyata SALAH? Silakan: KOREKSI ! Teman2,*TRUMP *maupun *HILLARY* Jika percaya pada kedaulatan rakyat, baik *TRUMP *maupun *HILLARY* tidak perlu cemas akan penyelenggaraan REVOTE. Jika mereka percaya kepada keputusan rakyat Amerika sebagai pemegang hak demokrasi; Biarlah rakyat melakukan revote dengan menggunakan KERTAS SUARA. Semoga Tuhan membimbing bangsa Amerika dalam melewati jalur sempit yang curam ini dan melindungi kita semua. Amin. *Salam Amerika. **Salam Indonesia.* *Mulyadi Dharmadi* https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/pilpres-as
