Kalau Pakistan dengan india berpisah lewat boikot bukan reperendum From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, December 20, 2016 11:02 AM To: [email protected] Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Polisi Tahan Ratusan Demonstran Papua
Malaysia dan Singapura keduanya jajahan Inggris, tidak jadi satu negara. Papua dan Indonesia juga ada faktor beda kepercayaan sama seperti Pakistan dan India. Satu2nya faktor yg membuat Papua bisa jadi daerah Indonesia itu ya kolaborasi dgn USA, tambang emas dikasihkan Freeport sedang TNI jaga "keamanan." ---In [email protected]<mailto:[email protected]>, <inengahk@...<mailto:inengahk@...>> wrote : Satu satu jalan untuk keamanan di papua, berlakukan papua otonomi kusus seperti di aceh. Dan beri mereka mengelola daerah sendiri, mungkin mau mendirikan daerah Kri… mandiri atau yang lainya Dan jangan ada pejabat non papua yang bertugas disana, walupun ada mungkin cuma a… saja From: Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] Sent: Tuesday, December 20, 2016 8:15 AM To: '[email protected]'; 'jonathangoeij@...' Subject: Polisi Tahan Ratusan Demonstran Papua Menurut saya rakyat papua tak mesti pisah dengan NKRI mengingat papua juga jajahan belanda. Dimana mana satu jajahan pasti menjadi 1 negara, kecuali seperti Pakistan dan india karena factor x (kepercayaan beda) sehingga terjadi revolusi Serawak yang merupakan jajahan inggris, susah betul direbut di jaman sukarno mengingat kita beda jajahan Sukarno berani mengakuinya mengingat serawak bekas Nusantara. Tapi susah juga karena selama dijajah, para penjajah sudah mendaftarkan di PBB sehingga sulit untuk digugat. From: [email protected]<mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, December 20, 2016 4:50 AM To: [email protected]<mailto:[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Polisi Tahan Ratusan Demonstran Papua Polisi Tahan Ratusan Demonstran Papua<http://www.voaindonesia.com/a/polisi-tahan-ratusan-demonstran-papua/3641742.html> 19.12.2016 * Associated Press [Para demonstran pro-kemerdekaan Papua berteriak dan mengacungkan tinju dari dalam truk polisi, di Jakarta (1/12). (Reuters/Darren Whiteside)] Para demonstran pro-kemerdekaan Papua berteriak dan mengacungkan tinju dari dalam truk polisi, di Jakarta (1/12). (Reuters/Darren Whiteside) Polisi di Jakarta telah memperingatkan penyelenggara protes namun menyerah dan mengizinkan sekitar 50 orang untuk berdemonstrasi di pusat kota. JAKARTA — Polisi menahan ratusan orang Senin (19/12) dalam protes-protes di seluruh Indonesia yang menuntut kemerdekaan Papua. Penangkapan dilakukan di kota-kota di Sulawesi, Jawa dan Papua namun para demonstrasi tetap berlangsung di sedikitnya 15 tempat, ujar Veronica Koman, pengacara untuk aktivis kemerdekaan Filep Karma. Koman mengatakan beberapa orang telah ditahan minggu lalu ketika minta izin untuk demonstrasi. Ia mengatakan kantor pusat Komite Nasional Pro-Kemerdekaan untuk papua di Jayapura telah divandalisasi dalam razia polisi Senin. Polisi di Jakarta telah memperingatkan penyelenggara protes namun menyerah dan mengizinkan sekitar 50 orang untuk berdemonstrasi di pusat kota. Hari Senin merupakan ulang tahun ke-55 deklarasi resmi kampanye militer Indonesia untuk mengambil alih Papua, saat itu Irian Barat, dari Belanda. Papua menjadi bagian Indonesia menyusul referendum yang diawasi PBB tahun 1969, dengan hanya melibatkan bagian kecil penduduk dan taktik tangan besi Indonesia. Para pendukung kemerdekaan di provinsi ini menginginkan referendum kedua dan tak terikat. Pemerintah Indonesia bertekad untuk mempertahankan wilayah kaya mineral itu dan juga khawatir konsesi apa pun akan mendorong gerakan separatis lainnya. [hd]
