apakah maksudnya sekala dan niskala? Benar bung tadi salah ketik jonatan From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 28, 2016 12:10 PM To: [email protected] Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Polisi Sudah Terima Laporan Soal Rizieq
---In [email protected]<mailto:[email protected]>, <inengahk@...<mailto:inengahk@...>> wrote : Kalau kami di hindu antara di alam niskala dan niskala (alam speritual dan alam nyata) adalah sama. Makanya apa istilah makrokosmos dan mikrokosmos, cuma dibumi 1 tahun jumlahnya 30 bulan sedangkan di sorga (alam para dewa) setahun jumlahnya 1 hari. Menurut wayang ceng blong yang saya tonton setiap hari lewat dvd, katanya di alam sana ada bank, ada LPD, ada asuransi, ada mobil, pesawat dll Kalau pesawat para dewa namanya Vimana yang mampu melintasi alam semesta dalam waktu 1 detik. Dewa tidak makan nasi dan minum seperti kita tapi beliau mimun tirta amerti makanya beliau hidup abadi Dan saya dapat info dari pendeta dengan referensi yang beliau pegang, katanya dewa siwa dulunya manusia biasa, yang bertapa secara terus menerus sampai sekarang. Beliau punya nak namanya dewa Ganesa sedangkan istrinya namnaya dewi uma/durga From: [email protected]<mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, December 28, 2016 9:58 AM To: [email protected]<mailto:[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Polisi Sudah Terima Laporan Soal Rizieq Polisi Sudah Terima Laporan Soal Rizieq<http://politik.rmol.co/read/2016/12/27/274047/Polisi-Sudah-Terima-Laporan-Soal-Rizieq-> POLITIK SELASA, 27 DESEMBER 2016 , 09:12:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA [Polisi Sudah Terima Laporan Soal Rizieq]<http://rmol.co/images/berita/normal/581533_11204527122016_Habieb-Rizieq-Syihab.jpg> Foto/Net RMOL. Pentolan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) yang juga pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habieb Rizieq Syihab kemarin dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penistaan agama. Yang melaporkan adalah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). "Kami melaporkan Habib Rizieq terkait penistaan agama," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako kepada wartawan di Gedung Palayanan Satu Atap, Polda Metro Jaya, Jakarta, kemarin. PMKRI melaporkan Rizieq atas pembicaraannya yang direkam, dan ramai di media sosial. Rizieq dilaporkan karena ceramahnya soal ucapan selamat Natal, di Pondok Kelapa, Jakarta, Minggu (25/12). "Pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada tanggal 25 kemarin yang menyatakan bahwa 'Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?' dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut. Jujur sebagai Ketua Umum PP-PMKRI, kami merasa terhina, merasa tersakiti dengan ucapan yang disampaikan Saudara Habib Rizieq Shihab ini," tegasnya. Penelusuran Rakyat Merdeka, video yang dimaksud hingga semalam masih ada di jejaring Youtube. Salah satunya berjudul "Gara-gara Ceramah Ini, Habib Rizieq Dilaporkan Ke Polisi". Di video berdurasi kurang dari lima menit itu menggambarkan Rizieq sedang berceramah ihwal ucapan Natal. Dalam video tersebut, Rizieq mengimbau kepada jamaah agar saling menghormati antar umat beragama, termasuk tidak mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Rizieq berpendapat, kalau memberikan selamat, sama saja melanggar aqidah Islam. "Artinya, selamat hari raya Yesus Kristus sebagai anak Tuhan, itu yang ngga boleh saya jawab," ucap Rizieq. Setelah itu, Rizieq juga menjelaskan jika perkatakan itu tidak mampu menjelaskan, maka dapat dijawab Lam Yalid Walam Yulad, "Allah tidak beranak dan juga tidak diperanakkan," tambahnya. Nah, di ceramah itu juga, atas dasar penjelasan mengenai tidak mengucapkan selamat Natal, Rizieq pun sampai berdiri mengatakan seharusnya umat Islam yang tersinggung jika diminta mengucapkan selamat Natal. Dia bilang, "Kalau Yesus anak Tuhan, bidannya siapa? Tanya Rizieq yang disambut gelak tawa hadirin. Nah, perkataan itulah yang membuat PMKRI tersinggung." Selain Rizieq, PMKRI juga melaporkan pemilik akun Fauzi Ahmad, dan Saya Reza. Ketiga orang tersebut dilaporkan karena penistaan agama melalui media elektronik. Barang bukti yang dilampirkan adalah softcopy video. Pada laporan itu, PP PMKRI melaporkan Habib Rizieq, akun Instagram @fauzi_ahmad_fiiqolby, dan akun Twitter @SayaReya. Angelo berharap, polisi bergerak cepat menangani kasus ini. Demi mengawal proses ini, Angelo mengatakan PMKRI akan membentuk tim kuasa hukum dari alumnus PMKRI. "Semua alumni PMKRI akan kita kumpulkan untuk jadi lawyer. Sampai saat ini ada 25," kata Angelo. Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel membantah Rizieq yang juga Imam Besar FPI melakukan penistaan agama. Karena itu, Novel berencana melaporkan balik PP PMKRI yang telah melaporkan Habib Rizieq ke SPKT Polda Metro Jaya. "Sangat tidak mungkin seorang Habib Rizieq menistakan agama. Karena dalam perjuangan kita itu sangat-sangat tidak boleh menistakan agama," ujar Novel saat dikonfirmasi wartawan, semalam. Novel menuding pelapor melakukan fitnah terhadap Rizieq. Bahkan, kata dia, laporan ini dilayangkan hanya untuk mengalihkan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Itu hanya fitnah, tuduhan yang mengada-ada dan pengalihan isu supaya kita tidak fokus terhadap kasus Ahok. Jadi itu fitnah murahan yang ditujukan kepada Habib Rizieq," ucap Novel. "Kita akan laporkan balik atas pencemaran nama baik. Karena memfitnah," tambahnya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengamini pihaknya telah menerima adanya laporan dari PP PMKRI terhadap Rizieq. Dia bilang, akan memproses kasus ini seperti kasus lainnya, sesuai prosedur hukum. "Nggak usah dibanding-bandingan (dengan kasus Ahok), kita tetap menjunjung profesionalitas. Apa ada bukti permulaan atau tidak, kita lihat nanti," ujar Awi kepada Rakyat Merdeka. Pakar hukum dan Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung, Prof. Asep Warlan Yusuf menyarankan seluruh warga Indonesia bijak menyikapi pelaporan ini. Pasalnya, ini dapat menjadi reaksi atas heboh kasus Ahok yang tengah berlangsung. "Ini ujian pendewasaaan umat Islam maupun Kristen. Jadi, serahkan semua kepada hukum. Jangan emosi, kalau emosi berbahaya," ujar Asep kepada Rakyat Merdeka. ***
