2 minggu yg. lalu saya di Jakarta utk. 3 hari tapi jalannya macet luar biasa. Masak, jarak 2-3 km bisa memakan waktu 1 jam. Untungnya saya tinggal didepan mall, jadi ya cuma pergi ke mall saja. Tidak tahu bagaimana solusi utk. menatasi kemacetan jalan di Jakarta. Misalnya, dulu katanya, cuma mobil bernomor ganjil atau genap boleh jalan pada hari tertentu. Tetapi tidak menolong karena orang yg. berduit bisa beli beberapa mobil dgn. bernomor ganjil dan genap dll.
---In [email protected], <chalik.hamid@...> wrote : Pada Jumat, 30 Desember 2016 16:34, May Swan <subtu.827@...> menulis: SURAT DARI SINGAPUR == SABAR MENANTI == By MAY SWAN SABAR MENANTI adalah nama restoran Melayu/Padang di Kandahar Street, daerah Kampung Glam, Singapura. Sangat popular dengan masyarakat setempat dan para turis yang datang tertarik dengan peninggalan sejarah di Kampung Glam sebagai Malay Heritage District, Istana Kampung Glam dan Masjid Sultan berupa atraksi yang terdapat disitu. Pada jam jam makan siang susah dapat tempat duduk, selalu penuh sesak dengan office workers yang berdatangan dari sekitar kantor di Beach Road berdekatan dengan rumah makan tersebut. Maka, kalau masih tetap ingin makan disitu perlu sabar menanti. Di Singapura selain restoran terdapat ribuan tempat makan yang umumnya dikenal sebagai Hawkers Centre, Cooked Food Centre, Kopi Tiam dan Food Court tersebar di seluruh peloksok Singapura. Demikian banyaknya pilihan, seringkali membingungkan. Dari makanan Indonesia, Melayu, Western, Indian, Thai, Vietnamese, Filipina, Japanese dan beraneka ragam Chinese food, belum lagi Macdonald, KFC, Pizza, Starbucks dll semuanya komplit. Ada satu cara yang paling mudah untuk memberi indikasi stall mana yang dianggap paling sedap jualannya, perhatikan dimana ada antri panjang disitu terdapat makanan yang paling menarik. Hanya, kalau sedang kepepet waktu, cara ini bukan yang terbaik, karena tidak jarang harus ngantri paling kurang satu jam. Hill Street Tai Hwa Pork Noodle di Crawford Lane misalnya, seringkali harus ngantri hingga dua jam, no kidding, ya dua jam baru dapat makan semangkok mee! Parahnya disitu tidak ada ketentuan lunch hour atau dinner hour seperti tempat tempat makan lainnya, jam berapa pun penuh terus. Letaknya di lantai bawah HDB, tidak berpintu, tidak ada air conditioner, tempat duduk berdempet dempet, kursi dan mejanya dari plastic sudah usang lebih tua daripada usia George Michael ketika meninggal. Namun yang datang tidak putus putusnya, mereka sabar menanti, tidak terdengar sepata keluhan pun. Tapi, sejujurnya, untuk pork noodle, Hill Street Tai Hwa Pork Noodle tidak ada bandingannya. Sekali coba akan ketagihan selamanya. Mereka mendapat status Michelin Guide 2016. Masyarakat Singapura umumnya tidak sabaran, terlebih pula jika sedang nyopir di jalan raya. Ketika berhenti didepan lampu merah lalu lintas, lalu lampu berubah hijau, kalau mobil didepannya agak lambat sedikit, ya lambat satu, dua detik baru jalan, waah itu masalah besar baginya. Serentak membunyikan klaxon menyatakan iritasi. Padahal kita ketahui kota Singapura itu tidak besar besar sangat, jadi cepat cepat mau kemana? Lagi pula sepanjang jalan terdapat banyak traffic light, kalau tergesa gesa berhasil melewati traffic yang satu, ia juga langsung harus berhenti di traffic light satunya lagi. So, what’s the point? Dalam berhadapan dengan situsi demikian banyak yang mengatakan orang itu ingin thok tai secepat mungkin. Thok tai bahasa Chinese artinya menjalankan reincarnation. Bagi yang kurang menangkap makna ungkapan ini, bayangkan sebelum terjadi reincarnation tentunya perlu melalui sebuah proses tertentu. Nah proses ini lah yang dimaksud. Mungkin ini gejala klasik masyarakat yang hidup dalam sebuah daerah berpenduduk padat, sangat sensitive dengan lingkungannya. Angka penduduk Singapura 5.54 juta dan luas area termasuk pulau pulau kecil disekitar total 719.1 square Km, sedangkan jumlah mobil 575,353 menurut laporan akhir tahun lalu. Di Australia dan New Zealand misalnya terkesan yang nyopir mobil sangat sabar dan courteous. Tapi sebaliknya di Jakarta di tengah kemacetan berat lalu lintas pun sopir taxi tetap sabar, tidak mengeluh, tidak cemberutan. Nah, ini bagaimana pula menjelaskannya? Apa karena mereka yakin bahwa tidak lama lagi dengan akan terpilihnya Ahok sebagai Gubernur DKI situasi akan membaik? Dan harapan ini membuat mereka besar hati bersedia sabar menanti?
