Bapak Mulyadi, Abrahan Lincoln bukan presiden dari Partai Republik, beliau dari 
Partai Demokrat
--------------------------------------------
On Fri, 12/30/16, Mulyadi Dharmadi Liu [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> wrote:

 Subject: [GELORA45] PilpresAS2016.c: Resolusi Win-Win = Anulir2016+Revote2017
 To: 
 Date: Friday, December 30, 2016, 1:57 PM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Saya ingin menitipkan pesan ini
 khususnya untuk perhatian
 
 Mr. Barrack Obama, Mrs. Hillary
 Clinton, CNN, pak John Oei/ Kabari News, rekan media di AS
 ..
 
  
 
 Halo teman2,
 
 Desember 2016 ini, energi saya
 terfokus
 untuk berkontribusi yang mengarahkan pilpres AS kepada apa
 yang saya percaya
 baik dan benar. Dalam upaya riset dan mengetik, saya kurang
 bisa menikmati
 istirahat yang teratur, bahkan pernah dalam 45jam saya tidak
 tidur sama sekali.
 Mengingat trauma 19911231, serta menyadari kebutuhan tubuh
 fit dan pikiran
 jernih untuk karya yang baik, beberapa hari sebelumnya
  saya sengaja jeda kegiatan riset dan analisa
 agar kesehatan emosi dan fisik saya segar kembali. Atas
 saran bu Ansye, saya meninggalkan
 kesibukan rumah dan toko di Bogor untuk minap di Jakarta
 agar fokus
 menyelesaikan posting ini.
 
  
 
 Sementara ini, saya juga bersyukur
 telah sempat posting analisa dan saran bagi CNN, Presiden
 Obama dan Mrs.
 Hillary Clinton di..
 
 https://www.facebook.com/CNN.news/posts/1369440136457187
 
 Jika ada kesempatan, saya akan
 kirimkan terjemahan dan penjelasannya menyusul. Namun, untuk
 sementara, teman
 bisa menggunakan Google Translate untuk menterjemahkan ke
 bahasa Indonesia. Walau
 terjemahan itu masih terasa bahasa robotnya, saya kira akan
 cukup membantu bagi
 kita-kita yang  sehari-hari berbahasa
 Indonesia.
 
 Adapun dalam waktu yang mendesak
 sebelum penutupan 2016 menuju ke 2017, saya sekuat tenaga
 akan menyampaikan analisa,
 saran yang saya harap mencerahkan dan bermanfaat bagi
 Presiden Obama, Mrs.
 Clinton, Media Massa, Media Sosial, Pers, Institusi
 Ekesekutif, Legeslatif,
 Yudikatif serta teman2 dan masyarakat Amerika
 Serikat.
 
                                               
 
 
 PilpresAS2016.c:  Resolusi
 Win-Win = Anulir2016+Revote2017
 
  
 
 A.      
 Perbedaan kontras Hillary
 vs Donald Trump
 
 Kedua tokoh ini, walau sama-sama
 Capres dengan latar belakang kekayaan yang kuat, sebenarnya
 memiliki perbedaan
 yang sangat kontras. 
 
 Jika kita perhatikan sifat para
 (mantan) Presiden Partai Demokrat yang tampak pada Jimmy
 Carter, Bill Clinton,
 Obama, pada dasarnya mereka adalah pribadi-pribadi yang
 cenderung lebih fokus
 bagi kesejahteraan rakyat, suka damai dan membenci perang.
 Kebalikannya, jika
 kita perhatikan  sifat para mantan
 Presiden Partai Republik yang tampak pada Abraham Licoln,
 Ronald Reagan, George
 Bush, GW Bush, mereka sering kurang peduli kesejahteraan
 rakyat dan cenderung
 fokus menunjukkan kebanggaan militer dan pengaruh politik AS
 sebagai Adhi Daya yang
 menguasai PBB dan mengatur negara-negara lain.  Bahkan
 dalam sejarah yang saya simak, para
 Presiden dari Partai Republik ditandai aktivitas perang dan
 ekspansi militer
 yang mengorbankan perekonomian, sementara para Presiden dari
 Partai Demokrat
 ditandai dengan  fokus kepada kepentingan
 rakyat dan lebih mengandalkan diplomasi damai untuk
 menghindari perang.
 
 Dari ciri-ciri di atas, dengan mudah
 kita melihat bahwa Hillary Clinton menampilkan karakter umum
 seorang  Capres Partai Demokrat. Walau Clinton adalah
 keluarga AS yang kaya raya, Hillary Rotham yang berasal dari
 keluarga ekonomi
 menengah, yang sejak muda sudah menjadi aktivis dan politisi
 yang fokus pada
 kesejahteraan keluarga masyarakat AS. Sebagai seorang dari
 masyarakat ekonomi kuat
 yang taat pajak, Capres Hillary Clinton dengan sukarela
 tanpa ragu menyatakan
 kesediaan mengikuti program kenaikan pajak sebagai kewajiban
 kelompok kaya
 untuk mendukung pelayanan kesehatan yang murah (Obama Care)
 dan pendidikan taktis
 dan terjangkau oleh masyarakat kurang mampu. Hillary
 menganggap program-program
 itu adalah Investasi Pemerintah Amerika yang ditanamkan di
 dalam
 keluarga-keluarga Bangsa Amerika. Hillary percaya bahwa
 dukungan Pemerintah
 bagi rakyat Amerika akan lebih efektif jika disalurkan dari
 Bawah ke Atas
 dibandingkan dengan dukungan dari Atas ke Bawah. Sebagaimana
 kita saksikan
 dalam hubungan baiknya dengan Obama, Hillary adalah seorang
 yang sangat toleran
 kepada kelompok minoritas, serta sangat toleran terhadap
 perbedaan yang ada dalam
 masyarakat Amerika. Kebaikan Hillary juga bisa disaksikan
 dengan kontribusi
 kemanusiaan Clinton Foundation yang sering membantu
 orang-orang dari berbagai
 ras yang membutuhkan pertolongan.
 
 Pasca Presiden George Bush yang
 memanfaatkan
 resolusi PBB, teknologi militer ‘Reagan’ dan tentara
 Multi Nasional untuk
 memborbadir kota, ladang minyak dan menghancurkan ekonomi
 Irak, Presiden Bill
 Clinton, memimpin Amerika tanpa sekalipun melakukan perang.
 Pada saat
 kepemimpinan suami Hillary itulah, bangsa Amerika mengalami
 masa kejayaan ekonomi
 yang tertinggi dalam sejarah Amerika.  Ketika suaminya
 diketahui umum menghianati kesetiaan
 keluarga, dalam keadaan kecewa, Hillary tampil untuk
 mengampuni dan tetap
 mendukung karir suaminya. Jika banyak orang menilai bahwa
 Bill Clinton adalah
 Presiden AS yang hebat, saya yakin bahwa kehebatan Bill
 Clinton sebenarnya
 karena beliau banyak didukung oleh orang-orang di belakang
 layar yang hebat.
 Adapun pendukung yang utama adalah kehebatan istrinya
 sendiri, Hillary Clinton.
 
 
 Sejumlah literatur mengatakan bahwa Hillary Clinton memiliki
 kecerdasan
 akademis, kontribusi dan karir politik yang lebih cemerlang
 dibanding suaminya.
 Mengapa Bill lebih dahulu menjadi Presiden AS dibanding
 Hillary? Walaupun
 Amerika adalah negara yang menganggap kesetaraan gender,
 saya kira nilai-nilai
 pria sebagai kepala keluarga masih tetap dianut dalam budaya
 masyarakat
 Amerika. Mungkin karena itu pulalah, seperti juga baru Obama
 menjadi Presiden
 kulit berwarna pertama AS, baru Hillary Clintonlah menjadi
 Capres AS wanita
 yang signifikan dalam Pilpres AS. Menurut pengamatan saya,
 selain memiliki
 kecerdasan tinggi dan rendah hati, Hillary Clinton memiliki
 pribadi penyayang
 yang suka mengayomi. Dari berbagai informasi negatif yang
 saya simak, saya
 percaya bahwa hal-hal yang baik dalam diri Hillary jauh
 lebih kuat dibanding
 yang negatif, apalagi dibanding dengan perangai pesaingnya.
 
 
  
 
 B.  Kenapa
 Donald Trump yang sangat kaya raya kurang
 disukai
 
 Seandainya tempramen kasar dan
 egoisme Trump tidak usah diperhitungkan, saya kira orang
 tetap lebih suka
 kepada Hillary Clinton.   Menurut saya,
 Trump berhasil menjadi Capres adalah karena ia mengandalkan
 kekuatan
 kekayaannya dan karena banyak orang yang percaya bahwa
 Presiden yang kaya
 otomatis akan mendonasikan kekayaannya untuk menjadikan
 rakyatnya menjadi kaya
 seperti presidennya sendiri. Walau tidak mengomentari
 anggapan tersebut, saya
 akan tunjukkan beberapa kenyataan yang disaksikan rakyat
 Amerika.
 
 Bagi mereka yang pernah menyaksikan
 debat Capres yang dipandu Chris Wallace (Fox News), mungkin
 menyadari bahwa
 Donald Trump..
 
 1.      
 Donald Trunp
 Tidak Taat Pajak:  Trump Foundation tidak pernah membayar
 pajak
 sama sekali.
 
 2.      
 Donald Trump
 Sangat Benci Pajak:
 Rencana program kenaikan pajak bagi orang mampu, Trump
 sangat marah dan tidak
 tahan sehingga ia memaki Hillary (‘Dasar..! Perempuan
 brengsek! ’)
 
 3.      
 Dengan dalih
 demi mendorong
 perekonomian Amerika, Trump mempromosikan penurunan pajak
 (yang artinya bisnis
 Trump sangat banyak mendapat tambahan keuntungan karena
 pengurangan pajak itu)
 
 4.      
 Akan Hapuskan
 Pelayanan Medis Murah/ Obama,
 Menolak Pendidikan Taktis/ Hillary. Trump anggap sebagai
 program bodoh yang tidak
 berguna.
 
 5.      
 Membayar para
 hax (hackers?) serta
 pejabat negara-negara berkembang untuk membocorkan rahasia
 kekayaan negara
 mereka demi keuntungan Amerika. 
 
 Berbeda dengan Hillary yang sering
 mempertimbangkan segi etika, dasar alasan dan komunikasi,
 saya menganggap Donald
 Trump adalah pribadi terlalu fokus dengan orientasi uang.
 Menurut saya, pribadi
 yang berorientasi kepada uang cnderung menilai alasan,
 metode dan hasil dengan ukuran
 uang. Setiap rencana dianggap baik, jika akan mendatangkan
 uang. Setiap metode
 dianggap benar dan halal jika sudah dibeli dengan uang.
 Setiap upaya sudah dianggap
 berhasil jika bisa dibuktikan nilai uang yang dihasilkannya.
 
 
 Orang yang terlalu berorientasi pada
 uang,
 cenderung menganggap segala sesuatu yang tidak menghasilkan
 uang adalah nol.
 Misalnya..
 
 Program Kesehatan dan Pendidikan
 Murah = Pemborosan Bodoh/ Kerja Tanpa
 Hasil.
 
 Asal sanggup membayar, anak orang
 kaya bebas sesuka hati membunuhi binatang langka di
 hutan-hutan Afrika.
 
 Demi keuntungan besar perusahaannya,
 pengrusakan lingkungan dan ekosistem adalah halal dan perlu
 dilanjutkan tanpa
 ragu.
 
 Asalkan sanggup mendanai, tindakan
 hacking,
 mencuri informasi, menyuap, menipu, manipulasi, berbohong,
 mencaplok bisnis= Metode
 baik dan sah.
 
 Orang-orang kaya yang kuat,
 berkesempatan serta berhak untuk memanfaatkan, tidak peduli
 bahkan jika mau
 boleh menghabisi kepentingan yang lemah.
 
 
 Pasca Pilpres, Trump mengunjungi
 Jepang, negara yang terkenal hati-hati dengan kebijakan luar
 negrinya. Saat di
 Jepang, Trump dipuji sebagai seorang yang sangat percaya
 diri. Sementara itu di
 bangsa-bangsa lain, pengumuman hasil pilpres tidaklah
 disambut antusias para
 kepala negara maupun masyarakat asing. Saya perhatikan,
 reaksi dalam maupun
 luar negri cenderung formalitas ataupun ungkapan ketakutan
 untuk berkonfrontasi
 dengan Trump. Bahkan reaksi keras, justru tampak dari
 pemerintah Tiongkok yang
 saya kira juga kurang gembira atas pengumuman hasil
 pilpres.
 
 Sebagai orang Indonesia, saya
 menganggap bisnis Trump mengancam asset negara dan
 kedaulatan Indonesia.
 
 Skandal
 Freeport
 
 Grafik
 IDRUSD
 
 Asset-asset
 Indonesia
 
 Mentaben Indonesia Warga Negara
 Amerika
 
 Kepala Negara berpidato di panggung
 dengan menginjak bendera Negara.
 
 Nantinya
 
  
 
 B.      
 Pilpres yang Janggal.
 Wisconsin.
 Jill Stein. Judge Mark Goldsmith. Michigan. New York.
 Florida
 
  
 
 C1. Hampir semua
 rakyat Amerika dan analis sepakat menyatakan bahwa hasil
 Pilpres November 2016
 adalah diluar dugaan. 
 
 Namun jika para teknikal analis
 lebih
 cermat dan kritis dalam mempelajari statistik dan hasil
 polling yang sudah memprediksi
 kemenangan signifikan Hillary Clinton, akan melihat
 kemenangan telak
 kontradiktif oleh Trump dalam  pilpres
 itu adalah tidak logis dan sangat janggal.
 
 
 Suatu GRAFIK TEKNIKAL ataupun
 STATISTIK, pasti memiliki PERGERAKAN dengan +/-  DEVIASI
 (=Toleransi yang Wajar). 
 
 Setiap PERGERAKAN grafik teknikal,
 seharusnya
 bisa didefinisikan oleh ALASAN FUNDAMENTAL yang LOGIS dengan
 +/- DEVIASI (Nilai
 Toleransi yang bisa dianggap Wajar).
 
 
 Namun ...
 
 BEDA MENCOLOK Angka STATISTIK/
 POLLING
 dengan Angka Hasil PILRES 2016, 
 
 Yang menimbulkan Toleransi TERLALU
 BESAR untuk dianggap sebagai DEVIASI
 WAJAR,
 
 TANPA ALASAN FUNDAMENTAL yang bisa
 dijelaskan secara LOGIS,
 
 Yang menghasilkan PRODUK yang
 BERTOLAK
 BELAKANG; 
 
 Membuat saya menyimpulkan bahwa
 HASIL
 PILPRES 20161108 = JANGGAL.
 
  
 
 C2. Statistik
 Demokrat di Wisconsin
 
 Kecuali dukungan bagi Presiden
 Ronald
 ‘Cowboy’ Reagan (Partai Republik) untuk menggantikan
 Jimmy Carter (Partai Demokrat)
 yang dirongrong teroris Iran yang menyandera kedubes AS,
 Wisconsin adalah basis
 kekuatan Demokrat.  Selama puluhan tahun
 Partai Demokrat selalu lebih unggul dari partai Republik.
 Yang sangat aneh, hanya
 terjadi satu hari, yaitu hanya hari Selasa saat pilpres
 tanggal 8 November
 2016, hasil voting menyatakan bahwa partai Republik bersama
 Donald Trump yang memiliki
 gaya dan karakter tidak mencerminkan selera warga Wisconsin,
 dinyatakan
 pemenang pilpres. Seandainya recount Jill Stein akurat,
 dalam sebuah rekaman
 CCTV diketahui bahwa sejumlah joki suara memasukkan sejumlah
 kertas suara
 secara illegal. Mungkin kasus inilah yang menyebabkan
 kejadian aneh 20161108.
 
 Jadi, walau recount Winconsin dengan
 mudah akan menghitung kertas suara secara bukti fisik,
 mungkin saja akurat.
 Namun karena Jill stein tidak memasukkan faktor penambahan
 illegal ballot yang
 dimasukkan para joki suara, bisa menyebabkan kejanggalan
 produk pilpres di
 Wisconsin tidak terdeteksi.
 
 C3. Orientasi Jill
 Stein
 
 Jill Stein menargetkan untuk
 melakukan
 recount pada 3 states yang masih menggunakan kertas suara.
 Memang penggunaan
 kertas suara akan meninggalkan bukti yang kasat
 indera.
 
 C4. Kasus di
 Michigan
 
 C5. Kejanggalan
 Keputusan Hakim Mark Goldsmith di
 Michigan
 
  
 
 C.      
 Anulir2016 + Revote2017 =
 Keputusan Rakyat AS  = Win-Win
 Resolution
 
  
 
 D1. Serum/ Anti Virus
 Boleh Diberikan bagi Pasien Terindikasi
 Infeksi
 
 Setiap pemilu yang melibatkan jutaan
 orang, adalah wajar jika terjadi faktor deviasi, yaitu
 faktor penyimpangan umum
 yang wajar dan sangat kecil yang bisa ditoleransi/
 diabaikan. Biasanya deviasi
 terjadi karena faktor kesalahan yang bias/ kemiripan (warna
 pulpen yang terlalu
 pucat, misalnya) yang umumnya bukan suatu kesengajaan
 terstruktur dan biasanya
 tidak menghasilkan kesalahan signifikan sehingga yang
 nilainya bisa diabaikan
 karena tidak mempengaruhi kemenangan. Namun seandainya
 penyimpangan itu terlalu
 besar, sehingga menyiratkan suatu kecurangan/ kesengajaan
 yang terstruktur
 serta nilainya terlalu signifikan karena bisa mengubah hasil
 (produk) proyek,
 maka penyimpangan itu sudah tidak boleh lagi dianggap
 sebagai deviasi wajar.
 
 Saat ini, FBI belum bisa
 mengidentifikasi ataupun menemukan adanya virus ataupun
 hacker yang sudah
 mempenetrasi mesin ataupun jaringan mesin voting. Saya juga
 pernah menjelaskan
 bahwa jika dokter menemukan gejala infeksi pada pasien
 sementara laboratorium
 belum bisa mengidentifikasi bakteri ataupun virus yang
 menpenetrasi pasien,
 dengan pertimbangan resiko yang bisa di tolerir dan demi
 kepentingan pasien
 yang mendesak, dengan prosedur lazim seharusnya, dokter
 dibenarkan untuk
 menyarakan/ memberikan pengobatan sebagaimana seharusnya.
 Namun saya akan
 menyampaikan suatu pendekatan yang
 serupa.
 
 Suatu saat, kotak
 plastik berisi uang
 toko saya pernah dirusak dengan gunting sehingga sejumlah
 uang toko lenyap. Setelah
 mencari tempat uang itu diseluruh penjuru toko, saya segera
 menskors karyawan A
 yang kebiasaannya mencurigakan. Namun setelah saya
 rekontruksi, saya sadari
 bahwa A tidak  berada di tempat itu pada
 saat kejadian, namun justru B yang hadir pada tempat dan
 waktu yang tidak
 semestinya. Setelah itu, saya skors B dengan janji akan saya
 rehabilitasi jika
 saya menemukan bukti B tidak bersalah. Sebagai konsekwensi,
 saya meminta maaf
 kepada A. memberi kompensasi dan merehabiltasi dirinya. 
 Sekitar 2 minggu kemudian, karyawan C
 melaporkan bahwa ia menemukan uang itu di kamar kacung
 (office boy) D yang
 minap di rumah kami. Karena merasa tidak mungkin orang yang
 kurang cerdas
 seperti D berani melakukan hal itu, saya hanya menyimpan
 uang itu serta
 mempertahankan D untuk tetap tinggal di rumah kami, dengan
 harapan suatu hari
 saya bisa memaksa agar D menjelaskan siapa pencuri
 sebenarnya. 3 hari kemudian,
 D melarikan diri tanpa mengambil gaji yang sudah hampir
 genap bulannya. Kini
 teka-teki pencurian itu masih tersimpan rapat oleh D dan B
 yang tidak pernah
 saya panggil kembali. 
 
 Namun saya
 simpulkan bahwa memang B
 telah menggunting kunci kotak plastik itu dan menyembunyikan
 uangnya diantara
 barang-barang di toko. Karena B sudah saya skors dan tidak
 bisa masuk ke dalam
 toko, B meminta bantuan D yang lugu dan kurang cerdas itu.
 Mungkin karena D
 tidak rela menyerahkan uang curian B, D tetap menyimpan uang
 itu dibawah
 kasurnya. Karena gerak-gerik D yang sangat mencurigakan
 diperhatikan C, C
 berhasil menemukan uang curian itu dan melaporkan kepada
 saya. 
 
 Dari kejadian itu, saya perlihatkan
 bahwa berawal atas uang yang hilang secara tidak wajar
 setelah B hadir pada
 tempat dan waktu yang tidak semestinya, saya jelaskan kepada
 B bahwa saya
 mencurigai dan menduga dirinya sudah melakukan pembongkaran
 kotak uang itu.
 Karena itu, walau belum bisa membuktikan bahwa ia adalah
 pelaku pencurian, saya
 memutuskan untuk menskors dirinya sampai ditemukan petunjuk
 atau bukti yang
 baru. Seadainya kelak terbukti ia tidak bersalah, saya akan
 meminta maaf,
 memberikan kompensasi serta merehabiltasi nama baiknya.
 Kenyataan bahwa hingga
 saat ini baik B maupun D tidak datang kembali dan tidak
 pernah mempersoalkan
 hal itu, sedangkan saya telah mendapat kembali sebagian
 besar dari uang yang
 hilang. Ditambah gaji D yang saya sita, dikurangi kompensasi
 bagi A dan
 apresiasi kepada karyawan setia yang sudah mendukung, saya
 menganggap bahwa
 masalah itu sudah diselesaikan secara baik tanpa harus
 membuktikan,
 mengumumkan, mempermalukan siapa pencuri yang sesungguhnya.
 Adapun metode yang
 saya diterapkan disitu adalah Resolusi Win-Win Solution.
 Semua memperoleh
 haknya sebagaimana layak dan seharusnya. Hasil kemenangan
 didapat kembali tanpa
 harus mengalahkan, menghukum dan mempermalukan.
 
 
  
 
 Dari cerita tadi, kita bisa
 simpulkan
 bahwa:
 
 a.      
 Belum ditemukan
 bukti adanya penetrasi
 oleh virus/ kejahatan hacking, bukan berarti tidak ada
 virus/ bebas kejahatan
 hacking.
 
 b.      
 Berangkat dari
 ditemukan indikasi masalah
 yang mengancam, kita harus segera bertindak cepat pro aktif
 dengan cara
 mengorbankan sesuatu dengan kerugian kecil yang terukur,
 agar terhindar dari resiko
 rugi besar    dan masalah yang lebih
 parah.
 
  
 
 D2.  Revote lebih murah
 dan lebih efektif dibanding
 Rekoreksi
 
 Sebelumnya saya pernah sampaikan
 bahwa mengganti seringkali lebih mudah dan lebih murah
 dibanding dengan mencari
 kesalahan dan memperbaiki kesalahannya. Ini saya misalkan
 dengan
 perusahaan  elektronik yang lebih suka
 menjamin penggantian barang rusak dalam masa garansi dengan
 barang yang baru.
 Begitu juga yang sering dilakukan para teknisi soft ware
 komputer dalam
 mengatasi kerusakan soft ware bermasalah yang tidak bisa
 diatasi oleh Anti
 Virus. Umumnya,mereka melakukan instal ulang. Kecuali para
 programmer yang
 adalah pencipta software itu sendiri, hampir tidak ada
 teknisi yang mau memperbaiki
 software yang rusak. 
 
 Perusahaan asuransi yang meragukan
 hasil test sample dari saya karena dinilai terlalu bagus,
 pernah meminta saya
 untuk melakukan test ulang dengan sampel baru di
 laboratorium yang sama. Perusahaan
 asuransi itu lebih memilih meminta pengambilan sample baru
 dan membayar test
 ulang dibanding meminta laboratorium itu untuk melakukan
 penyelidikan untuk
 mencari tahu apakah ada kesalahan dengan hasil yang terlalu
 baik bagi
 kebanyakan orang seusia saya. 
 
 Kejanggalan dalam proses pilpres
 adalah
 sangat rumit untuk diperbaiki. Dari kesalahan yang satu,
 bisa menjadi
 perdebatan yang tiada habis dan bisa merembet pada
 persoalan-persoalan yang
 sebelumnya tidak ada. 
 
 Karena :  Biaya Perbaikan = Ganti
 Baru + Rumit + Mahal,
 
 
 Maka  
 :  Ganti Baru = Biaya lebih ringan,
 Proses lebih Cepat dan Hasil lebih Meyakinkan.
 
 
 Karena itu, 
 
 1.      
 Berawal dari
 Produk Pilpres20161108
 yang janggal,
 
 2.      
 Didukung rekaman
 CCTV (para joki yang
 masukkan illegal voting) di Wisconsin. Aturan di beberapa
 States (New York
 misalnya) yang mengizinkan orang-orang melakukan voting
 tanpa harus  menunjukkan ID. Jumlah ballot yang jauh
 melebihi penduduk (seperti di Detroit dan di
 Florida)
 
 3.      
 Didukung sikap
 hakim Mark Goldsmith yang
 janggal dan membingungkan (terburu-buru memerintah recount
 dan tiba-tiba  menghentikan recount yang sedang
 berlangsung) di
 Michigan,
 
 4.      
 Didukung Laporan
 Jill Stein yang
 mengatakan 75 ribu ballot yang tidak diproses, sejumlah
 ballot dihitung
 berulang-ulang, serta jumlah ballot yang melebihi jumlah
 voter.
 
 5.      
 Kecurigaan
 terjadinya penetrasi
 virus/ malware oleh para hacker (asing) pada jaringan
 e-voting yang belum
 berhasil dibuktikan oleh FBI.
 
 Saya ingin mengusulkan kepada
 Lembaga
 Legeslatif, dan Lembaga Yudikatif, untuk mendukung
 pelaksanaan resolusi keputusan
 presiden yang pernah disampaikan Presiden Obama selaku
 pimpinan Lembaga
 Eksekutif Anulir Hasil 20161108 dan Voting Ulang secara
 komprehensif,
 antisipatif terhadap kesalahan/ pelanggaran dengan
 menggunakan metode kertas
 suara dengan ID yang baku, yang saya usulkan akan siap dan
 bisa untuk
 dilaksanakan antara 1 Feburari hingga 31 Maret
 2017.
 
  
 
 D.     
 Harapan & Perspektif
 2017-2020
 
 Saya percaya bahwa
 Anulir20161108+Revote2017 adalah suatu resolusi win-win
 solution yang adil dan
 untuk menghasilkan hasil produk berdasarkan kehendak dan
 keputusan rakyat AS
 yang murni. Seandainya ketiga lembaga demokrasi AS
 (Eksekutif, Legeslatif dan
 Yudikatif) menyetujui, dengan dukungan Media Pers, Media
 Sosial dan segenap
 rakyat serta kekuatan dalam negri AS, saya berharap Revote
 yang baik akan
 diikuti oleh mayoritas rakyat. Dari proses revote yang baik
 dan benar, kita
 harapkan AS akan mendapatkan Pemimpin Baru yang sesuai
 dengan Keputusan Rakyat
 AS yang murni. Dengan dipastikan legalitas Presiden Baru=
 Keputusan Murni
 Rakyat AS, kita harapkan akan mendapat dukungan kepercayaan
 dari segenap rakyat
 dan kekuatan internal AS, yang juga akan dihargai oleh dunia
 internasional.  Dengan prestasi pemulihan
 yang sudah 8 tahun dilakukan oleh Barrack Obama, dengan
 kerja yang baik dari
 kekuatan internal AS serta hubungan baik secara
 internasional, saya yakin
 Presiden Baru bisa melenggang dengan langkah santai, untuk
 bisa meraih
 kemakmuran dan kejayaan ekonomi yang melebihi prestasi AS
 dan masa kepemimpinan
 Bill Clinton. 
 
 Walau saat sekolah tidak suka
 belajar,
 namun setelah tidak kuliah saya justru sangat semangat untuk
 belajar.  Berikut prinsip-prinsip yang saya pahami dalam
 ilmu kepemimpinan. 
 
 Dalam jenjang Leadership Program
 AsiaWorksTrainings di Jakarta, kami dilatih untuk menyadari
 bahwa ada
 kecenderungan 2 karakter manusia: Taker (memanfaatkan orang
 lain) dan Giver
 (sumber daya yang memberi manfaat bagi orang lain). Pemimpin
 yang baik adalah
 pemimpin Giver bagi orang-orang yang akan
 dipimpinnya.
 
 Saya juga beruntung berkesempatan
 mengikuti program yang dipimpin coach kami, Anthony Robbins
 di Leadership
 Academy/ San Diego. Kepemimpinan mengalami evolusi dari
 metode primitif hingga
 modern. Dalam teori primitif, pemimpin harus memiliki
 kehebatan fisik (otot/
 pasukan/ senjata/ uang) untuk mengalahkan dan bisa memaksa
 orang-orang untuk
 patuh kepemimpinannya. Dalam teori modern, seorang pemimpin
 tidak harus memiliki
 keunggulan fisik, namun perlu memiliki kemampuan
  mengkomunikasikan kebijakan agar orang-orang percaya
 bahwa pemimpin itu mampu memanggil dan mengoptimalkan
 keunggulan sumber daya
 yang tersembunyi dalam pribadi orang-orang yang dipimpinnya.
 
 
 Sebagaimana prinsip demokrasi di
 Amerika, bangsa Amerika berhak memutuskan siapa yang akan
 memimpin mereka.
 Kedua kandidat memiliki kekayaan pribadi yang besar.
 
 
 Jika ada Capres yang sangat
 mengandalkan
 kekayaannya bahkan seandainyapun ia berjanji untuk
 membagi-bagikan kekayaannya
 untuk rakyat Amerika, maka dalam waktu singkat kekayaan
 Presiden itu akan habis
 dan tidak ada harta lagi yang bisa dibagikan.
 
 
 Saya berpendapat bahwa seorang
 Presiden kaya tidaklah menjamin akan meningkatkan
 kesejahteraan rakyatnya.  Jika bisa memilih, saya sarankan
 agar rakyat
 memilih pemimpin yang memiliki karakter Giver bukan Taker. 
 Giver bukan artinya membagi-bagikan uang
 kepada rakyat, ataupun sebatas taat 
 untuk membayar pajak. Namun pilihlah calon yang mau
 menginvestasikan
 dedikasinya bagi kepentingan segenap rakyatnya. Bahkan
 investasi seorang
 Presiden juga harus mampu menjangkau mereka yang kurang
 mampu bersaing dengan
 kelompok yang lebih kuat dan mampu mengajak pihak yang lebih
 kuat untuk ikut
 program kontribusi untuk mendukung mereka yang ekonominya
 kurang kuat. Dan saya
 percaya, investasi terbaik dari seorang Presiden adalah
 investasi yang akan
 mampu bertumbuh dan tetap bertahan hingga masa mendatang.
 Investasi yang baik
 adalah investasi dalam kesehatan masyarakat, karena rakyat
 yang sehat akan
 menjadikan negara yang kuat. Demikian pula, investasi d
 bidang pendidikan.
 Rakyat yang pintar tidak harus terus menerus meminta
 sumbangan dari orang lain.
 Kenapa? Karena sebenarnya sudah memiliki sumber daya raksasa
 yang tersembunyi
 dalam pribadi mereka. Pendidikan yang baik adalah upaya
 untuk membangunkan,
 menumbuhkan dan mengoptimalkan sumber daya dalam diri
 manusia. Sumber daya
 raksasa itulah yang juga pernah membangkitkan Bill Gates
 mengkontribusikan
 Windows bagi seluruh dunia. Dan saat ini ada lebih dari
 seratus juta raksasa
 yang masih mampu bertumbuh dalam rakyat Amerika. Dan itulah
 yang akan
 menjadikan Amerika sebagai negri para raksasa yang akan
 mengajak bangsa-bangsa
 lain untuk bangkit seperti mereka.
 
  
 
 Teman2,
 
 Saat ini waktu di Jakarta semakin
 mendekati tengah siang hari. Sesuai target, saya harus
 memposting apa yang
 sudah saya kerjakan sebelum siang hari 20161230. Karena
 mendesaknya waktu, saya
 mohon maaf jika banyak kesalahan ketik dalam postingan ini.
 Namun harapan saya
 agar segala makna positif yang terkandung dalam postingan
 ini, bisa teman-teman
 bangsa Amerika pertimbangkan manfaatkan demi kebaikan kita
 semua.
 
  
 
 Selamat Memperingati Natal Isa
 Almasih 2016 bagi umat Kristiani yang merayakan.
 
 
 Kasih Karunia dan Damai Sejahtera
 Allah Rahmani dan Rahimi yang melampui akal menyertai kita
 semua. Amin.
 
 Selamat Tahun Baru bagi segenap
 kawan
 dan saudaraku.
 
 Kita bersyukur akan segala berkat
 yang kita nikmati selama tahun 2016.
 
 Tuhan menyertai kita sepanjang Tahun
 Baru 2017 dan senantiasa. 
 
 Amin.
 
  
 
 Salam sejahtera bagi kita
 semua,
 
 Salam
 Amerika. Salam
 Indonesia.
 
 Mulyadi Dharmadi
 
 https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/pilpres-as
 
 Bogor, 20161230.
 14:00
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819 --
   #yiv8245824819ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp #yiv8245824819hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp #yiv8245824819ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
 #yiv8245824819ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
 #yiv8245824819ygrp-lc #yiv8245824819hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
 #yiv8245824819ygrp-lc .yiv8245824819ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819activity span
 .yiv8245824819underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p
 span.yiv8245824819yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819file-title a, #yiv8245824819
 div.yiv8245824819file-title a:active, #yiv8245824819
 div.yiv8245824819file-title a:hover, #yiv8245824819
 div.yiv8245824819file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a,
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:active,
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:hover,
 #yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 div#yiv8245824819ygrp-mlmsg
 #yiv8245824819ygrp-msg p a span.yiv8245824819yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv8245824819 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819photos div div {
 border:1px solid
 #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8245824819 .yiv8245824819replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg select,
 #yiv8245824819 input, #yiv8245824819 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg pre, #yiv8245824819
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg #yiv8245824819logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-msg
 p#yiv8245824819attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-reco
 #yiv8245824819reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv8245824819 
 

Kirim email ke