Koq sebenarnya?

 

Lincoln itu adalah republican. Lincoln adalah president pertama setelah 
republican party berdiri. Republican party adalah anti slavery. Democratic 
party adalah pro slavery. 

Johnson yg democrat bisa sama2 dengan Lincoln menang pemilu krn waktu itu 
adalah era national union. Partainya namanya national union party yg dipakai 
oleh Lincoln dan Johnson yg menang total dalam pemilu 1864. Ini saatnya civil 
war dan masalah slavery sangat penting. Makanya Lincoln perlu merangkul orang 
democrat yg pro slavery. Republican party level states tetap pake nama 
republican party. National union party hanya utk pemilu 1864.

Lincoln menang mengalahkan Stephen douglas yg sampai sekarang debatnya dikenang 
dan disebut sbg Lincoln-douglas debate utk one and one debate disamping policy 
debate.

Setelah Lincoln dibunuh, Johnson naik jadi presiden tapi krn dia tidak anti 
slavery, dia di impeach dan diganti oleh grant.

 

Ujung2nya gak ada bedanya republican vs. democrat. Dulunya republican moderat 
dan anti slavery. Sekarang krn sdh established banyak republican jadi 
konservatif. Jadi dulu Lincoln milih jadi republican itu krn tujuannya dia 
adalah anti slavery dimana democrat pro slavery. Itu saja. gak ada yg aneh 
antara republican dan democrat.

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, December 31, 2016 12:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] PilpresAS2016.c: Resolusi Win-Win = 
Anulir2016+Revote2017

 

  

 

Lincoln sebenarnya Republican, tetapi waktu maju pemilu maju dgn partai baru 
National Union Party dgn beliau (yg Republican) sbg calon presiden sedang sbg 
wakil presiden Andrew Johnson yg Democrat.



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , 
<dalerika@... <mailto:dalerika@...> > wrote :

Bapak Mulyadi, Abrahan Lincoln bukan presiden dari Partai Republik, beliau dari 
Partai Demokrat
--------------------------------------------

On Fri, 12/30/16, Mulyadi Dharmadi Liu yohanesmulyadiliu@... 
<mailto:yohanesmulyadiliu@...>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:

Subject: [GELORA45] PilpresAS2016.c: Resolusi Win-Win = Anulir2016+Revote2017
To: 
Date: Friday, December 30, 2016, 1:57 PM


 









Saya ingin menitipkan pesan ini
khususnya untuk perhatian

Mr. Barrack Obama, Mrs. Hillary
Clinton, CNN, pak John Oei/ Kabari News, rekan media di AS
..

 

Halo teman2,

Desember 2016 ini, energi saya
terfokus
untuk berkontribusi yang mengarahkan pilpres AS kepada apa
yang saya percaya
baik dan benar. Dalam upaya riset dan mengetik, saya kurang
bisa menikmati
istirahat yang teratur, bahkan pernah dalam 45jam saya tidak
tidur sama sekali.
Mengingat trauma 19911231, serta menyadari kebutuhan tubuh
fit dan pikiran
jernih untuk karya yang baik, beberapa hari sebelumnya
 saya sengaja jeda kegiatan riset dan analisa
agar kesehatan emosi dan fisik saya segar kembali. Atas
saran bu Ansye, saya meninggalkan
kesibukan rumah dan toko di Bogor untuk minap di Jakarta
agar fokus
menyelesaikan posting ini.

 

Sementara ini, saya juga bersyukur
telah sempat posting analisa dan saran bagi CNN, Presiden
Obama dan Mrs.
Hillary Clinton di..

https://www.facebook.com/CNN.news/posts/1369440136457187

Jika ada kesempatan, saya akan
kirimkan terjemahan dan penjelasannya menyusul. Namun, untuk
sementara, teman
bisa menggunakan Google Translate untuk menterjemahkan ke
bahasa Indonesia. Walau
terjemahan itu masih terasa bahasa robotnya, saya kira akan
cukup membantu bagi
kita-kita yang  sehari-hari berbahasa
Indonesia.

Adapun dalam waktu yang mendesak
sebelum penutupan 2016 menuju ke 2017, saya sekuat tenaga
akan menyampaikan analisa,
saran yang saya harap mencerahkan dan bermanfaat bagi
Presiden Obama, Mrs.
Clinton, Media Massa, Media Sosial, Pers, Institusi
Ekesekutif, Legeslatif,
Yudikatif serta teman2 dan masyarakat Amerika
Serikat.

                                              


PilpresAS2016.c:  Resolusi
Win-Win = Anulir2016+Revote2017

 

A.      
Perbedaan kontras Hillary
vs Donald Trump

Kedua tokoh ini, walau sama-sama
Capres dengan latar belakang kekayaan yang kuat, sebenarnya
memiliki perbedaan
yang sangat kontras. 

Jika kita perhatikan sifat para
(mantan) Presiden Partai Demokrat yang tampak pada Jimmy
Carter, Bill Clinton,
Obama, pada dasarnya mereka adalah pribadi-pribadi yang
cenderung lebih fokus
bagi kesejahteraan rakyat, suka damai dan membenci perang.
Kebalikannya, jika
kita perhatikan  sifat para mantan
Presiden Partai Republik yang tampak pada Abraham Licoln,
Ronald Reagan, George
Bush, GW Bush, mereka sering kurang peduli kesejahteraan
rakyat dan cenderung
fokus menunjukkan kebanggaan militer dan pengaruh politik AS
sebagai Adhi Daya yang
menguasai PBB dan mengatur negara-negara lain.  Bahkan
dalam sejarah yang saya simak, para
Presiden dari Partai Republik ditandai aktivitas perang dan
ekspansi militer
yang mengorbankan perekonomian, sementara para Presiden dari
Partai Demokrat
ditandai dengan  fokus kepada kepentingan
rakyat dan lebih mengandalkan diplomasi damai untuk
menghindari perang.

Dari ciri-ciri di atas, dengan mudah
kita melihat bahwa Hillary Clinton menampilkan karakter umum
seorang  Capres Partai Demokrat. Walau Clinton adalah
keluarga AS yang kaya raya, Hillary Rotham yang berasal dari
keluarga ekonomi
menengah, yang sejak muda sudah menjadi aktivis dan politisi
yang fokus pada
kesejahteraan keluarga masyarakat AS. Sebagai seorang dari
masyarakat ekonomi kuat
yang taat pajak, Capres Hillary Clinton dengan sukarela
tanpa ragu menyatakan
kesediaan mengikuti program kenaikan pajak sebagai kewajiban
kelompok kaya
untuk mendukung pelayanan kesehatan yang murah (Obama Care)
dan pendidikan taktis
dan terjangkau oleh masyarakat kurang mampu. Hillary
menganggap program-program
itu adalah Investasi Pemerintah Amerika yang ditanamkan di
dalam
keluarga-keluarga Bangsa Amerika. Hillary percaya bahwa
dukungan Pemerintah
bagi rakyat Amerika akan lebih efektif jika disalurkan dari
Bawah ke Atas
dibandingkan dengan dukungan dari Atas ke Bawah. Sebagaimana
kita saksikan
dalam hubungan baiknya dengan Obama, Hillary adalah seorang
yang sangat toleran
kepada kelompok minoritas, serta sangat toleran terhadap
perbedaan yang ada dalam
masyarakat Amerika. Kebaikan Hillary juga bisa disaksikan
dengan kontribusi
kemanusiaan Clinton Foundation yang sering membantu
orang-orang dari berbagai
ras yang membutuhkan pertolongan.

Pasca Presiden George Bush yang
memanfaatkan
resolusi PBB, teknologi militer ‘Reagan’ dan tentara
Multi Nasional untuk
memborbadir kota, ladang minyak dan menghancurkan ekonomi
Irak, Presiden Bill
Clinton, memimpin Amerika tanpa sekalipun melakukan perang.
Pada saat
kepemimpinan suami Hillary itulah, bangsa Amerika mengalami
masa kejayaan ekonomi
yang tertinggi dalam sejarah Amerika.  Ketika suaminya
diketahui umum menghianati kesetiaan
keluarga, dalam keadaan kecewa, Hillary tampil untuk
mengampuni dan tetap
mendukung karir suaminya. Jika banyak orang menilai bahwa
Bill Clinton adalah
Presiden AS yang hebat, saya yakin bahwa kehebatan Bill
Clinton sebenarnya
karena beliau banyak didukung oleh orang-orang di belakang
layar yang hebat.
Adapun pendukung yang utama adalah kehebatan istrinya
sendiri, Hillary Clinton.


Sejumlah literatur mengatakan bahwa Hillary Clinton memiliki
kecerdasan
akademis, kontribusi dan karir politik yang lebih cemerlang
dibanding suaminya.
Mengapa Bill lebih dahulu menjadi Presiden AS dibanding
Hillary? Walaupun
Amerika adalah negara yang menganggap kesetaraan gender,
saya kira nilai-nilai
pria sebagai kepala keluarga masih tetap dianut dalam budaya
masyarakat
Amerika. Mungkin karena itu pulalah, seperti juga baru Obama
menjadi Presiden
kulit berwarna pertama AS, baru Hillary Clintonlah menjadi
Capres AS wanita
yang signifikan dalam Pilpres AS. Menurut pengamatan saya,
selain memiliki
kecerdasan tinggi dan rendah hati, Hillary Clinton memiliki
pribadi penyayang
yang suka mengayomi. Dari berbagai informasi negatif yang
saya simak, saya
percaya bahwa hal-hal yang baik dalam diri Hillary jauh
lebih kuat dibanding
yang negatif, apalagi dibanding dengan perangai pesaingnya.


 

B.  Kenapa
Donald Trump yang sangat kaya raya kurang
disukai

Seandainya tempramen kasar dan
egoisme Trump tidak usah diperhitungkan, saya kira orang
tetap lebih suka
kepada Hillary Clinton.   Menurut saya,
Trump berhasil menjadi Capres adalah karena ia mengandalkan
kekuatan
kekayaannya dan karena banyak orang yang percaya bahwa
Presiden yang kaya
otomatis akan mendonasikan kekayaannya untuk menjadikan
rakyatnya menjadi kaya
seperti presidennya sendiri. Walau tidak mengomentari
anggapan tersebut, saya
akan tunjukkan beberapa kenyataan yang disaksikan rakyat
Amerika.

Bagi mereka yang pernah menyaksikan
debat Capres yang dipandu Chris Wallace (Fox News), mungkin
menyadari bahwa
Donald Trump..

1.      
Donald Trunp
Tidak Taat Pajak:  Trump Foundation tidak pernah membayar
pajak
sama sekali.

2.      
Donald Trump
Sangat Benci Pajak:
Rencana program kenaikan pajak bagi orang mampu, Trump
sangat marah dan tidak
tahan sehingga ia memaki Hillary (‘Dasar..! Perempuan
brengsek! ’)

3.      
Dengan dalih
demi mendorong
perekonomian Amerika, Trump mempromosikan penurunan pajak
(yang artinya bisnis
Trump sangat banyak mendapat tambahan keuntungan karena
pengurangan pajak itu)

4.      
Akan Hapuskan
Pelayanan Medis Murah/ Obama,
Menolak Pendidikan Taktis/ Hillary. Trump anggap sebagai
program bodoh yang tidak
berguna.

5.      
Membayar para
hax (hackers?) serta
pejabat negara-negara berkembang untuk membocorkan rahasia
kekayaan negara
mereka demi keuntungan Amerika. 

Berbeda dengan Hillary yang sering
mempertimbangkan segi etika, dasar alasan dan komunikasi,
saya menganggap Donald
Trump adalah pribadi terlalu fokus dengan orientasi uang.
Menurut saya, pribadi
yang berorientasi kepada uang cnderung menilai alasan,
metode dan hasil dengan ukuran
uang. Setiap rencana dianggap baik, jika akan mendatangkan
uang. Setiap metode
dianggap benar dan halal jika sudah dibeli dengan uang.
Setiap upaya sudah dianggap
berhasil jika bisa dibuktikan nilai uang yang dihasilkannya.


Orang yang terlalu berorientasi pada
uang,
cenderung menganggap segala sesuatu yang tidak menghasilkan
uang adalah nol.
Misalnya..

Program Kesehatan dan Pendidikan
Murah = Pemborosan Bodoh/ Kerja Tanpa
Hasil.

Asal sanggup membayar, anak orang
kaya bebas sesuka hati membunuhi binatang langka di
hutan-hutan Afrika.

Demi keuntungan besar perusahaannya,
pengrusakan lingkungan dan ekosistem adalah halal dan perlu
dilanjutkan tanpa
ragu.

Asalkan sanggup mendanai, tindakan
hacking,
mencuri informasi, menyuap, menipu, manipulasi, berbohong,
mencaplok bisnis= Metode
baik dan sah.

Orang-orang kaya yang kuat,
berkesempatan serta berhak untuk memanfaatkan, tidak peduli
bahkan jika mau
boleh menghabisi kepentingan yang lemah.


Pasca Pilpres, Trump mengunjungi
Jepang, negara yang terkenal hati-hati dengan kebijakan luar
negrinya. Saat di
Jepang, Trump dipuji sebagai seorang yang sangat percaya
diri. Sementara itu di
bangsa-bangsa lain, pengumuman hasil pilpres tidaklah
disambut antusias para
kepala negara maupun masyarakat asing. Saya perhatikan,
reaksi dalam maupun
luar negri cenderung formalitas ataupun ungkapan ketakutan
untuk berkonfrontasi
dengan Trump. Bahkan reaksi keras, justru tampak dari
pemerintah Tiongkok yang
saya kira juga kurang gembira atas pengumuman hasil
pilpres.

Sebagai orang Indonesia, saya
menganggap bisnis Trump mengancam asset negara dan
kedaulatan Indonesia.

Skandal
Freeport

Grafik
IDRUSD

Asset-asset
Indonesia

Mentaben Indonesia Warga Negara
Amerika

Kepala Negara berpidato di panggung
dengan menginjak bendera Negara.

Nantinya

 

B.      
Pilpres yang Janggal.
Wisconsin.
Jill Stein. Judge Mark Goldsmith. Michigan. New York.
Florida

 

C1. Hampir semua
rakyat Amerika dan analis sepakat menyatakan bahwa hasil
Pilpres November 2016
adalah diluar dugaan. 

Namun jika para teknikal analis
lebih
cermat dan kritis dalam mempelajari statistik dan hasil
polling yang sudah memprediksi
kemenangan signifikan Hillary Clinton, akan melihat
kemenangan telak
kontradiktif oleh Trump dalam  pilpres
itu adalah tidak logis dan sangat janggal.


Suatu GRAFIK TEKNIKAL ataupun
STATISTIK, pasti memiliki PERGERAKAN dengan +/-  DEVIASI
(=Toleransi yang Wajar). 

Setiap PERGERAKAN grafik teknikal,
seharusnya
bisa didefinisikan oleh ALASAN FUNDAMENTAL yang LOGIS dengan
+/- DEVIASI (Nilai
Toleransi yang bisa dianggap Wajar).


Namun ...

BEDA MENCOLOK Angka STATISTIK/
POLLING
dengan Angka Hasil PILRES 2016, 

Yang menimbulkan Toleransi TERLALU
BESAR untuk dianggap sebagai DEVIASI
WAJAR,

TANPA ALASAN FUNDAMENTAL yang bisa
dijelaskan secara LOGIS,

Yang menghasilkan PRODUK yang
BERTOLAK
BELAKANG; 

Membuat saya menyimpulkan bahwa
HASIL
PILPRES 20161108 = JANGGAL.

 

C2. Statistik
Demokrat di Wisconsin

Kecuali dukungan bagi Presiden
Ronald
‘Cowboy’ Reagan (Partai Republik) untuk menggantikan
Jimmy Carter (Partai Demokrat)
yang dirongrong teroris Iran yang menyandera kedubes AS,
Wisconsin adalah basis
kekuatan Demokrat.  Selama puluhan tahun
Partai Demokrat selalu lebih unggul dari partai Republik.
Yang sangat aneh, hanya
terjadi satu hari, yaitu hanya hari Selasa saat pilpres
tanggal 8 November
2016, hasil voting menyatakan bahwa partai Republik bersama
Donald Trump yang memiliki
gaya dan karakter tidak mencerminkan selera warga Wisconsin,
dinyatakan
pemenang pilpres. Seandainya recount Jill Stein akurat,
dalam sebuah rekaman
CCTV diketahui bahwa sejumlah joki suara memasukkan sejumlah
kertas suara
secara illegal. Mungkin kasus inilah yang menyebabkan
kejadian aneh 20161108.

Jadi, walau recount Winconsin dengan
mudah akan menghitung kertas suara secara bukti fisik,
mungkin saja akurat.
Namun karena Jill stein tidak memasukkan faktor penambahan
illegal ballot yang
dimasukkan para joki suara, bisa menyebabkan kejanggalan
produk pilpres di
Wisconsin tidak terdeteksi.

C3. Orientasi Jill
Stein

Jill Stein menargetkan untuk
melakukan
recount pada 3 states yang masih menggunakan kertas suara.
Memang penggunaan
kertas suara akan meninggalkan bukti yang kasat
indera.

C4. Kasus di
Michigan

C5. Kejanggalan
Keputusan Hakim Mark Goldsmith di
Michigan

 

C.      
Anulir2016 + Revote2017 =
Keputusan Rakyat AS  = Win-Win
Resolution

 

D1. Serum/ Anti Virus
Boleh Diberikan bagi Pasien Terindikasi
Infeksi

Setiap pemilu yang melibatkan jutaan
orang, adalah wajar jika terjadi faktor deviasi, yaitu
faktor penyimpangan umum
yang wajar dan sangat kecil yang bisa ditoleransi/
diabaikan. Biasanya deviasi
terjadi karena faktor kesalahan yang bias/ kemiripan (warna
pulpen yang terlalu
pucat, misalnya) yang umumnya bukan suatu kesengajaan
terstruktur dan biasanya
tidak menghasilkan kesalahan signifikan sehingga yang
nilainya bisa diabaikan
karena tidak mempengaruhi kemenangan. Namun seandainya
penyimpangan itu terlalu
besar, sehingga menyiratkan suatu kecurangan/ kesengajaan
yang terstruktur
serta nilainya terlalu signifikan karena bisa mengubah hasil
(produk) proyek,
maka penyimpangan itu sudah tidak boleh lagi dianggap
sebagai deviasi wajar.

Saat ini, FBI belum bisa
mengidentifikasi ataupun menemukan adanya virus ataupun
hacker yang sudah
mempenetrasi mesin ataupun jaringan mesin voting. Saya juga
pernah menjelaskan
bahwa jika dokter menemukan gejala infeksi pada pasien
sementara laboratorium
belum bisa mengidentifikasi bakteri ataupun virus yang
menpenetrasi pasien,
dengan pertimbangan resiko yang bisa di tolerir dan demi
kepentingan pasien
yang mendesak, dengan prosedur lazim seharusnya, dokter
dibenarkan untuk
menyarakan/ memberikan pengobatan sebagaimana seharusnya.
Namun saya akan
menyampaikan suatu pendekatan yang
serupa.

Suatu saat, kotak
plastik berisi uang
toko saya pernah dirusak dengan gunting sehingga sejumlah
uang toko lenyap. Setelah
mencari tempat uang itu diseluruh penjuru toko, saya segera
menskors karyawan A
yang kebiasaannya mencurigakan. Namun setelah saya
rekontruksi, saya sadari
bahwa A tidak  berada di tempat itu pada
saat kejadian, namun justru B yang hadir pada tempat dan
waktu yang tidak
semestinya. Setelah itu, saya skors B dengan janji akan saya
rehabilitasi jika
saya menemukan bukti B tidak bersalah. Sebagai konsekwensi,
saya meminta maaf
kepada A. memberi kompensasi dan merehabiltasi dirinya. 
Sekitar 2 minggu kemudian, karyawan C
melaporkan bahwa ia menemukan uang itu di kamar kacung
(office boy) D yang
minap di rumah kami. Karena merasa tidak mungkin orang yang
kurang cerdas
seperti D berani melakukan hal itu, saya hanya menyimpan
uang itu serta
mempertahankan D untuk tetap tinggal di rumah kami, dengan
harapan suatu hari
saya bisa memaksa agar D menjelaskan siapa pencuri
sebenarnya. 3 hari kemudian,
D melarikan diri tanpa mengambil gaji yang sudah hampir
genap bulannya. Kini
teka-teki pencurian itu masih tersimpan rapat oleh D dan B
yang tidak pernah
saya panggil kembali. 

Namun saya
simpulkan bahwa memang B
telah menggunting kunci kotak plastik itu dan menyembunyikan
uangnya diantara
barang-barang di toko. Karena B sudah saya skors dan tidak
bisa masuk ke dalam
toko, B meminta bantuan D yang lugu dan kurang cerdas itu.
Mungkin karena D
tidak rela menyerahkan uang curian B, D tetap menyimpan uang
itu dibawah
kasurnya. Karena gerak-gerik D yang sangat mencurigakan
diperhatikan C, C
berhasil menemukan uang curian itu dan melaporkan kepada
saya. 

Dari kejadian itu, saya perlihatkan
bahwa berawal atas uang yang hilang secara tidak wajar
setelah B hadir pada
tempat dan waktu yang tidak semestinya, saya jelaskan kepada
B bahwa saya
mencurigai dan menduga dirinya sudah melakukan pembongkaran
kotak uang itu.
Karena itu, walau belum bisa membuktikan bahwa ia adalah
pelaku pencurian, saya
memutuskan untuk menskors dirinya sampai ditemukan petunjuk
atau bukti yang
baru. Seadainya kelak terbukti ia tidak bersalah, saya akan
meminta maaf,
memberikan kompensasi serta merehabiltasi nama baiknya.
Kenyataan bahwa hingga
saat ini baik B maupun D tidak datang kembali dan tidak
pernah mempersoalkan
hal itu, sedangkan saya telah mendapat kembali sebagian
besar dari uang yang
hilang. Ditambah gaji D yang saya sita, dikurangi kompensasi
bagi A dan
apresiasi kepada karyawan setia yang sudah mendukung, saya
menganggap bahwa
masalah itu sudah diselesaikan secara baik tanpa harus
membuktikan,
mengumumkan, mempermalukan siapa pencuri yang sesungguhnya.
Adapun metode yang
saya diterapkan disitu adalah Resolusi Win-Win Solution.
Semua memperoleh
haknya sebagaimana layak dan seharusnya. Hasil kemenangan
didapat kembali tanpa
harus mengalahkan, menghukum dan mempermalukan.


 

Dari cerita tadi, kita bisa
simpulkan
bahwa:

a.      
Belum ditemukan
bukti adanya penetrasi
oleh virus/ kejahatan hacking, bukan berarti tidak ada
virus/ bebas kejahatan
hacking.

b.      
Berangkat dari
ditemukan indikasi masalah
yang mengancam, kita harus segera bertindak cepat pro aktif
dengan cara
mengorbankan sesuatu dengan kerugian kecil yang terukur,
agar terhindar dari resiko
rugi besar    dan masalah yang lebih
parah.

 

D2.  Revote lebih murah
dan lebih efektif dibanding
Rekoreksi

Sebelumnya saya pernah sampaikan
bahwa mengganti seringkali lebih mudah dan lebih murah
dibanding dengan mencari
kesalahan dan memperbaiki kesalahannya. Ini saya misalkan
dengan
perusahaan  elektronik yang lebih suka
menjamin penggantian barang rusak dalam masa garansi dengan
barang yang baru.
Begitu juga yang sering dilakukan para teknisi soft ware
komputer dalam
mengatasi kerusakan soft ware bermasalah yang tidak bisa
diatasi oleh Anti
Virus. Umumnya,mereka melakukan instal ulang. Kecuali para
programmer yang
adalah pencipta software itu sendiri, hampir tidak ada
teknisi yang mau memperbaiki
software yang rusak. 

Perusahaan asuransi yang meragukan
hasil test sample dari saya karena dinilai terlalu bagus,
pernah meminta saya
untuk melakukan test ulang dengan sampel baru di
laboratorium yang sama. Perusahaan
asuransi itu lebih memilih meminta pengambilan sample baru
dan membayar test
ulang dibanding meminta laboratorium itu untuk melakukan
penyelidikan untuk
mencari tahu apakah ada kesalahan dengan hasil yang terlalu
baik bagi
kebanyakan orang seusia saya. 

Kejanggalan dalam proses pilpres
adalah
sangat rumit untuk diperbaiki. Dari kesalahan yang satu,
bisa menjadi
perdebatan yang tiada habis dan bisa merembet pada
persoalan-persoalan yang
sebelumnya tidak ada. 

Karena :  Biaya Perbaikan = Ganti
Baru + Rumit + Mahal,


Maka  
:  Ganti Baru = Biaya lebih ringan,
Proses lebih Cepat dan Hasil lebih Meyakinkan.


Karena itu, 

1.      
Berawal dari
Produk Pilpres20161108
yang janggal,

2.      
Didukung rekaman
CCTV (para joki yang
masukkan illegal voting) di Wisconsin. Aturan di beberapa
States (New York
misalnya) yang mengizinkan orang-orang melakukan voting
tanpa harus  menunjukkan ID. Jumlah ballot yang jauh
melebihi penduduk (seperti di Detroit dan di
Florida)

3.      
Didukung sikap
hakim Mark Goldsmith yang
janggal dan membingungkan (terburu-buru memerintah recount
dan tiba-tiba  menghentikan recount yang sedang
berlangsung) di
Michigan,

4.      
Didukung Laporan
Jill Stein yang
mengatakan 75 ribu ballot yang tidak diproses, sejumlah
ballot dihitung
berulang-ulang, serta jumlah ballot yang melebihi jumlah
voter.

5.      
Kecurigaan
terjadinya penetrasi
virus/ malware oleh para hacker (asing) pada jaringan
e-voting yang belum
berhasil dibuktikan oleh FBI.

Saya ingin mengusulkan kepada
Lembaga
Legeslatif, dan Lembaga Yudikatif, untuk mendukung
pelaksanaan resolusi keputusan
presiden yang pernah disampaikan Presiden Obama selaku
pimpinan Lembaga
Eksekutif Anulir Hasil 20161108 dan Voting Ulang secara
komprehensif,
antisipatif terhadap kesalahan/ pelanggaran dengan
menggunakan metode kertas
suara dengan ID yang baku, yang saya usulkan akan siap dan
bisa untuk
dilaksanakan antara 1 Feburari hingga 31 Maret
2017.

 

D.     
Harapan & Perspektif
2017-2020

Saya percaya bahwa
Anulir20161108+Revote2017 adalah suatu resolusi win-win
solution yang adil dan
untuk menghasilkan hasil produk berdasarkan kehendak dan
keputusan rakyat AS
yang murni. Seandainya ketiga lembaga demokrasi AS
(Eksekutif, Legeslatif dan
Yudikatif) menyetujui, dengan dukungan Media Pers, Media
Sosial dan segenap
rakyat serta kekuatan dalam negri AS, saya berharap Revote
yang baik akan
diikuti oleh mayoritas rakyat. Dari proses revote yang baik
dan benar, kita
harapkan AS akan mendapatkan Pemimpin Baru yang sesuai
dengan Keputusan Rakyat
AS yang murni. Dengan dipastikan legalitas Presiden Baru=
Keputusan Murni
Rakyat AS, kita harapkan akan mendapat dukungan kepercayaan
dari segenap rakyat
dan kekuatan internal AS, yang juga akan dihargai oleh dunia
internasional.  Dengan prestasi pemulihan
yang sudah 8 tahun dilakukan oleh Barrack Obama, dengan
kerja yang baik dari
kekuatan internal AS serta hubungan baik secara
internasional, saya yakin
Presiden Baru bisa melenggang dengan langkah santai, untuk
bisa meraih
kemakmuran dan kejayaan ekonomi yang melebihi prestasi AS
dan masa kepemimpinan
Bill Clinton. 

Walau saat sekolah tidak suka
belajar,
namun setelah tidak kuliah saya justru sangat semangat untuk
belajar.  Berikut prinsip-prinsip yang saya pahami dalam
ilmu kepemimpinan. 

Dalam jenjang Leadership Program
AsiaWorksTrainings di Jakarta, kami dilatih untuk menyadari
bahwa ada
kecenderungan 2 karakter manusia: Taker (memanfaatkan orang
lain) dan Giver
(sumber daya yang memberi manfaat bagi orang lain). Pemimpin
yang baik adalah
pemimpin Giver bagi orang-orang yang akan
dipimpinnya.

Saya juga beruntung berkesempatan
mengikuti program yang dipimpin coach kami, Anthony Robbins
di Leadership
Academy/ San Diego. Kepemimpinan mengalami evolusi dari
metode primitif hingga
modern. Dalam teori primitif, pemimpin harus memiliki
kehebatan fisik (otot/
pasukan/ senjata/ uang) untuk mengalahkan dan bisa memaksa
orang-orang untuk
patuh kepemimpinannya. Dalam teori modern, seorang pemimpin
tidak harus memiliki
keunggulan fisik, namun perlu memiliki kemampuan
 mengkomunikasikan kebijakan agar orang-orang percaya
bahwa pemimpin itu mampu memanggil dan mengoptimalkan
keunggulan sumber daya
yang tersembunyi dalam pribadi orang-orang yang dipimpinnya.


Sebagaimana prinsip demokrasi di
Amerika, bangsa Amerika berhak memutuskan siapa yang akan
memimpin mereka.
Kedua kandidat memiliki kekayaan pribadi yang besar.


Jika ada Capres yang sangat
mengandalkan
kekayaannya bahkan seandainyapun ia berjanji untuk
membagi-bagikan kekayaannya
untuk rakyat Amerika, maka dalam waktu singkat kekayaan
Presiden itu akan habis
dan tidak ada harta lagi yang bisa dibagikan.


Saya berpendapat bahwa seorang
Presiden kaya tidaklah menjamin akan meningkatkan
kesejahteraan rakyatnya.  Jika bisa memilih, saya sarankan
agar rakyat
memilih pemimpin yang memiliki karakter Giver bukan Taker. 
Giver bukan artinya membagi-bagikan uang
kepada rakyat, ataupun sebatas taat 
untuk membayar pajak. Namun pilihlah calon yang mau
menginvestasikan
dedikasinya bagi kepentingan segenap rakyatnya. Bahkan
investasi seorang
Presiden juga harus mampu menjangkau mereka yang kurang
mampu bersaing dengan
kelompok yang lebih kuat dan mampu mengajak pihak yang lebih
kuat untuk ikut
program kontribusi untuk mendukung mereka yang ekonominya
kurang kuat. Dan saya
percaya, investasi terbaik dari seorang Presiden adalah
investasi yang akan
mampu bertumbuh dan tetap bertahan hingga masa mendatang.
Investasi yang baik
adalah investasi dalam kesehatan masyarakat, karena rakyat
yang sehat akan
menjadikan negara yang kuat. Demikian pula, investasi d
bidang pendidikan.
Rakyat yang pintar tidak harus terus menerus meminta
sumbangan dari orang lain.
Kenapa? Karena sebenarnya sudah memiliki sumber daya raksasa
yang tersembunyi
dalam pribadi mereka. Pendidikan yang baik adalah upaya
untuk membangunkan,
menumbuhkan dan mengoptimalkan sumber daya dalam diri
manusia. Sumber daya
raksasa itulah yang juga pernah membangkitkan Bill Gates
mengkontribusikan
Windows bagi seluruh dunia. Dan saat ini ada lebih dari
seratus juta raksasa
yang masih mampu bertumbuh dalam rakyat Amerika. Dan itulah
yang akan
menjadikan Amerika sebagai negri para raksasa yang akan
mengajak bangsa-bangsa
lain untuk bangkit seperti mereka.

 

Teman2,

Saat ini waktu di Jakarta semakin
mendekati tengah siang hari. Sesuai target, saya harus
memposting apa yang
sudah saya kerjakan sebelum siang hari 20161230. Karena
mendesaknya waktu, saya
mohon maaf jika banyak kesalahan ketik dalam postingan ini.
Namun harapan saya
agar segala makna positif yang terkandung dalam postingan
ini, bisa teman-teman
bangsa Amerika pertimbangkan manfaatkan demi kebaikan kita
semua.

 

Selamat Memperingati Natal Isa
Almasih 2016 bagi umat Kristiani yang merayakan.


Kasih Karunia dan Damai Sejahtera
Allah Rahmani dan Rahimi yang melampui akal menyertai kita
semua. Amin.

Selamat Tahun Baru bagi segenap
kawan
dan saudaraku.

Kita bersyukur akan segala berkat
yang kita nikmati selama tahun 2016.

Tuhan menyertai kita sepanjang Tahun
Baru 2017 dan senantiasa. 

Amin.

 

Salam sejahtera bagi kita
semua,

Salam
Amerika. Salam
Indonesia.

Mulyadi Dharmadi

https://sites.google.com/site/yohanesmulyadiliu/pilpres-as

Bogor, 20161230.
14:00










#yiv8245824819 #yiv8245824819 --
#yiv8245824819ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp #yiv8245824819hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp #yiv8245824819ads {
margin-bottom:10px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad {
padding:0 0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad p {
margin:0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mkp .yiv8245824819ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
#yiv8245824819ygrp-lc {
font-family:Arial;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
#yiv8245824819ygrp-lc #yiv8245824819hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor
#yiv8245824819ygrp-lc .yiv8245824819ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity span {
font-weight:700;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity span span {
color:#ff7900;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819activity span
.yiv8245824819underline {
text-decoration:underline;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819attach {
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819attach div a {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819attach img {
border:none;padding-right:5px;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819attach label a {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 blockquote {
margin:0 0 0 4px;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819bold {
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819bold a {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p a {
font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p span {
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv8245824819 dd.yiv8245824819last p
span.yiv8245824819yshortcuts {
margin-right:0;}

#yiv8245824819 div.yiv8245824819attach-table div div a {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 div.yiv8245824819attach-table {
width:400px;}

#yiv8245824819 div.yiv8245824819file-title a, #yiv8245824819
div.yiv8245824819file-title a:active, #yiv8245824819
div.yiv8245824819file-title a:hover, #yiv8245824819
div.yiv8245824819file-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a,
#yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:active,
#yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:hover,
#yiv8245824819 div.yiv8245824819photo-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv8245824819 div#yiv8245824819ygrp-mlmsg
#yiv8245824819ygrp-msg p a span.yiv8245824819yshortcuts {
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819green {
color:#628c2a;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}

#yiv8245824819 o {
font-size:0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819photos div {
float:left;width:72px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819photos div div {
border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819reco-category {
font-size:77%;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819reco-desc {
font-size:77%;}

#yiv8245824819 .yiv8245824819replbq {
margin:4px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
sans-serif;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg select,
#yiv8245824819 input, #yiv8245824819 textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg pre, #yiv8245824819
code {
font:115% monospace;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-mlmsg #yiv8245824819logo {
padding-bottom:10px;}


#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-msg p a {
font-family:Verdana;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-msg
p#yiv8245824819attach-count span {
color:#1E66AE;font-weight:700;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-reco
#yiv8245824819reco-head {
color:#ff7900;font-weight:700;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
li a {
font-size:130%;text-decoration:none;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
li {
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-sponsor #yiv8245824819ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 8px;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text {
font-family:Georgia;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-text tt {
font-size:120%;}

#yiv8245824819 #yiv8245824819ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;
}
#yiv8245824819 



Kirim email ke