http://sp.beritasatu.com/home/terduga-teroris-ditangkap-di-palu-berniat-bentuk-kelompok-baru/117859

Terduga Teroris Ditangkap di Palu Berniat Bentuk Kelompok Baru
Selasa, 3 Januari 2017 | 12:35


[PALU] Irwanto alias Abu Muhammad, terduga teroris yang berencana meledakkan 
sejumlah gereja dan tempat kelompok Syiah di Kota Palu, Sulawesi Tengah 
(Sulteng) pada malam pergantian tahun 2016 ke 2017, namun terlebih dahulu 
digagalkan aparat, diketahui berniat membentuk kelompok baru setelah kekuatan 
kelompok Santoso di Poso sudah tidak berdaya lagi.

“Tersangka berniat membentuk kelompok baru yang terdiri atas ikhwan-ikhwan muda 
karena mereka mengangap kelompok Santoso yang ada di Gunung Biru Poso sudah 
terjepit,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, Senin (2/1).

Saat ini, tersangka Irwanto masih diamankan di markas Polda Sulteng untuk 
pengembangan kasus ini lebih lanjut. Polisi juga sedang menyelidiki dari mana 
terduga teroris ini berafiliasi.

Kepada polisi, Irwanto juga mengaku sudah dua kali melakukan percobaan 
peledakan bom di Jalan Masjid Raya Kota Palu, namun saat itu tersangka masih 
melakukan uji coba dengan menggunakan botol fresh care dan sumbu.

Irwanto alias Abu Muhammad (30) ditangkap oleh aparat Detasemen Khusus (Densus) 
88 Anti Teror di Jalan Bali, Kelurahan Lolu Utara Kecamatan Palu Timur, Kota 
Palu, Sabtu (31/12-2016) sekitar pukul 13.20 Wita. Penangkapan itu dilakukan 
selang beberapa jam sebelum rencanannya melakukan pengeboman beberapa gereja 
dan tempat kelompok Syiah di Kota Palu.

Selanjutnya aparat melakukan penggeledahan di rumah kontrakan pelaku di Jalan 
Monginsidi, Lorong 2, Palu Timur, dan mengamankan sejumlah barang bukti di 
antaranya satu buah pisau, tiga buah buku panduan tentang jihad, dan cara 
merakit bom, dua botol parfum, dua buah buku tuntunan doa jihad, serta satu 
buah ponsel merek Mito tanpa baterai yang diduga akan dijadikan pemicu bom.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa uang tunai Rp77 
ribu, beberapa lembar pakaian serta sebuah kaos bertuliskan tahanan 
Nusakambangan Nomor 353.

Sebelumnya Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi menyatakan Operasi 
Tinombala Poso yang segera berakhir pada 3 Januari 2017, akan diperpanjang 
hingga 3 April 2017 untuk mengejar sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) 
yang hingga saat ini masih bersembunyi di hutan pegunungan Poso.

“Kami akan melanjutkan Operasi Tinombala untuk mencari 9 DPO (Daftar Pencarian 
Orang) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tesisa sampai semuanya 
tertangkap,” kata Rudy

Sembilan DPO tersebut masing-masing tujuh orang berasal dari Bima, Nusa 
Tenggara Barat (NTB) dan dua lainnya asal Poso.

Tujuh DPO asal Bima adalah Firdaus alias Daus alias Barak Rangga, Kholid, Asgar 
alias Jaid alias Pak Guru, Qatar alias Farel, Abu Alim, Nae alias Galuh dan 
Basir alias Romzi.

Sementara dua orang asal Poso adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora, dan Moh Faisal 
alias Namnung alias Kobar. [159]

Kirim email ke