Ini artikel bagus. . .berguna bagi publik yg sering kesulitan membedakan mana jurnalisme mana propaganda, mana berita akurat mana berita bohong. [ Wawancara dengan Ketua Dewan Pers Yosep “Stanley” Adi Prasetyo. Stanley terpilih menjadi Ketua Dewan Pers periode 2016-2019 bersama wakil ketua dan tujuh anggota yang mewakili unsur dari wartawan, pimpinan perusahaan pers, serta tokoh masyarakat dan ahli di bidang pers atau komunikasi plus bidang lain. Sembilan orang ini dipilih oleh organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers ]
"Media yang Gelap & Dibuat Buzzer Akan Ditutup Otomatis" " .. Ketua Dewan Pers Yosep “Stanley” Adi Prasetyo <https://tirto.id/m/yosep-stanley-adi-prasetyo-kG> mengatakan bahwa setiap bulan ada saja laporan terkait media yang menyebarkan berita atau artikel palsu alias hoax. “Laporan ini,” katanya, “kita tindak-lanjuti untuk memverifikasi media dan berita yang disebarkan tersebut … [termasuk] dengan mengecek struktur, alamat, dan kontak redaksi.” Pengaduan yang diterima Dewan Pers sangat beragam. Ada foto rekayasa artis, ada rekayasa cuitan akun Twitter pesohor, ada pula kasus pencemaran nama baik terhadap pemuka organisasi. Ada juga kasus media abal-abal yang menyebarkan kampanye culas, memainkan kerja propaganda, kelewatan partisan, yang berasal dari kedua kubu calon presiden 2014. Tetapi ada pula kasus serius ketika peran Dewan Pers sangat dibutuhkan sebagai mediator. .. " Selengkapnya: https://tirto.id/media-yang-gelap-amp-dibuat-buzzer-akan-ditutup-otomatis-cdHo <https://tirto.id/media-yang-gelap-amp-dibuat-buzzer-akan-ditutup-otomatis-cdHo> A.H.
