Kalau tidak salah pernah saya baca di medsos, pengelolaan listrik saat ini 
banyak mak…..dan pemerintahan akan segera mengikuti langkah singapura dan 
malaysia  dimana tidak salah per 1 kwh harganya 2 sent, kalau Indonesia minim 
bisa 2 ½ cent. Apakah itu sudah kepijakan itu bisa terhujud atau bagaimana?

From: Chan CT [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, January 04, 2017 8:42 AM
To: Tatiana Lukman; Yahoogroups; DISKUSI FORUM HLD; GELORA_In
Cc: Daeng; Lusi.D; Roeslan; Rachmat Hadi-Soetjipto; Mitri; Gol; Harry Singgih; 
Jonathan Goeij; Lingkar Sitompul; Ronggo A.; Mang Broto; Ajeg; Marsiswo 
Dirgantoro; Farida Ishaja; [email protected]; Billy Gunadi; 
[email protected]; Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia]; 
[email protected]; C. Manuputty; [email protected]; Oman 
Romana; Ratih
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, 2017 
Tarif Naik Tiap 3 Bulan

Saya tidak jelas bagaimana SUBSIDI listrik yang dijalankan pemerintah selama 
ini, ... mengapa harus dicabut begitu saja??? SUBSIDI itu sudah seharusnya 
diberlakukan bagi yang berHAK dan memang betul diperlukan, yaitu bagi bengguna 
listrik miskin dan mutlak jangan berikan subsidi itu pada orang KAYA! Jangan 
diberlakukan umum semua pengguna listrik yang akhirnya membebankan pemerintah.

Mudah saja kok, berilah pengguna listrik yg paling minim (dibawah 900 VA) 
GRATIS! Dengan pengertian kaum miskin, pasti dirumah tidak ada AC, bahkan 
mungkin tidak punya mesin-cuci baju, kulkas, ... yang ada hanya untuk lampu dan 
kipas-angin saja. Sedang pengguna listrik makin banyak makin mahal tarif 
listrik yang harus bayar, ... dan buat ketentuan berbeda pembayaran tarif 
listrik bagi kebutuhan pabrik, industri.

Jadi, pemerintah BETUL-BETUL bisa membantu kaum MISKIN dan tidak menunjang kaum 
berada yang tidak berhak menerima subsidi, ...

Salam,
ChanCT

From: Tatiana Lukman [email protected]<mailto:[email protected]> 
[GELORA45]
Sent: Tuesday, January 3, 2017 11:53 PM
To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; GELORA_In
Cc: Daeng ; Lusi.D ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Mitri ; Gol ; Harry 
Singgih ; Jonathan Goeij ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Mang Broto ; Ajeg ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Farida Ishaja ; 
[email protected]<mailto:[email protected]> ; Billy Gunadi ; 
[email protected]<mailto:[email protected]> ; Karma I Nengah [PT. Altus 
Logistic Service Indonesia] ; 
[email protected]<mailto:[email protected]> ; C. Manuputty 
; [email protected]<mailto:[email protected]> ; Oman Romana ; 
Ratih
Subject: [GELORA45] Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, 2017 Tarif Naik Tiap 3 Bulan




Hadiah Tahun Baru 2017 dari presiden Jokowi!!! Gimana, para pendukung Jokowi?? 
Maju terus Jokowi???? Seperti nyabutin bulu ayam! ayam yang sudah habis 
bulunyapun masih terus dicabuti oleh Jokowi!!!! Memang heibaat presiden 
"rakyat" ini!!! bagaimana mengharapkan kenaikan tarif listrik tidak berdampak 
pada rakyat???Logika penguasa tidak akan pernah sama dengan logika mereka yang 
dikuasai.

Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, 2017 Tari f Naik Tiap 3 Bulan
Galih Gumelar, CNN Indonesia
Jumat, 18/11/2016 13:55 WIB

[Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, 2017 Tarif Naik Tiap 3 Bulan]Pemerintah 
memastikan akan mencabut subsidi listrik yang selama ini dinikmati oleh 18,94 
juta pelanggan berdaya 900 Volt Ampere (VA) terhitung mulai 1 Januari 2017. 
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memastikan akan mencabut subsidi listrik 
yang selama ini dinikmati oleh 18,94 juta pelanggan berdaya 900 Volt Ampere 
(VA) terhitung mulai 1 Januari 2017.

Subsidi listrik yang akan dicabut itu berkisar 82,2 persen dari total jumlah 
pengguna listrik 900 VA yang sebanyak 23,04 juta pelanggan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal 
Ketenaglistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sa tya 
Zulfanitra menerangkan, pemerintah tidak akan sekaligus mencabut subsidi 
tersebut. Namun, subsidi akan dicabut dalam tiga tahap, di mana tarif listrik 
per kilowatt-hour (KWh) setiap periodenya akan naik 32 persen.

Dengan kenaikan yang bertahap, ia berharap dampak kenaikan lisriknya tak 
berdampak ke masyarakat.

"Nanti memang mekanismenya seperti itu supaya tidak terasa (kenaikan tarif 
listriknya) dan mencegah dampak inflasi di jangka pendek. Untuk itu, 900 VA non 
subsidi nanti tarifnya akan disesuaikan dalam jangka waktu dua bulan sekali," 
jelas Satya, Jumat (18/11).

Lebih rinci ia jelaskan, tarif listrik bagi golongan ini akan naik dari posisi 
saat ini Rp585 per KWh menjadi Rp774 per KWh per Januari. Kemu dian, tarifnya 
meningkat lagi menjadi Rp1.023 per KWh pada Maret dan menjadi Rp1.352 per KWh 
pada Mei.

Apabila dikalkulasi, maka tagihan rekening listrik pelanggan 900 VA non-subsidi 
akan meningkat dari angka saat ini Rp74 ribu menjadi Rp180 ribu pada Mei 2017 
atau ketika subsidi sepenuhnya dicabut. Dengan kata lain, anggaran masyarakat 
untuk membayar tagihan listrik 900 VA akan melonjak 143 persen dalam enam bulan 
mendatang.

Kendati demikian, Satya menilai pencabutan subsidi listrik ini dianggap langkah 
yang baik karena selama ini dianggap salah sasaran.

Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero), Benny Marbun menyebut, tagihan listrik 
bagi pengguna daya 900 VA sebesar Rp74.470 per bulan dianggap masih jauh dari 
harga keekonomiannya sebesar Rp185,79 ribu. Sehingga, pemerintah masih perlu 
mesubsidi tagihan listrik 23,04 juta pelanggan sebesar Rp111.234 per bulannya.

Sayangnya, kata dia, besaran subsidi pemerintah itu justru lebih besar 
dibanding porsi tarif yang dibayar masyarakat. Subsidi itu kemudian terkesan 
mubazir setelah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 
menunjukkan bahwa hanya 17,8 persen pengguna listrik 900 VA saja yang berhak 
menerima bantuan tersebut.

"Subsidi tahun ini sebesar Rp60 triliun sebagian besar lari ke mereka. 
Alasannya, sebanyak 36,43 persen dari pelanggan PLN adalah pelanggan golongan 
bersubsidi 900 VA," jelasnya.

B ukan Persoalan Besar?

Melengkapi ucapan Benny, Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan 
TNP2K, Ruddy Gobel menjelaskan, seharusnya pengguna listrik 900 VA yang 
subsidinya dicabut tak perlu khawatir tagihannya akan naik. Ia beralasan, 
pengeluaran listrik hanyalah komponen kecil dari pengeluaran masyarakat pada 
umumnya.

Ia mencontohkan, pengeluaran tagihan listrik hanya mengambil porsi 1,54 persen 
hingga 2,96 persen dari total pengeluaran masyarakat miskin selama sebulan. 
Jika pengeluaran listrik bagi golongan miskin saja tidak signifikan, seharusnya 
kenaikan tarif listrik bagi golongan mampu tak usah dipersoalkan.

"Bukannya tidak akan berpengaruh ke mereka, tapi ini dampaknya kecil. Bagi gol 
ongan mampu, kenaikan listrik ini tak akan mengubah kesejahteraan mereka," 
ujarnya.

Bahkan berdasarkan data TNP2K, Ruddy mengatakan sebanyak 74 persen subsidi 
listrik dinikmati oleh golongan mampu. Karenanya, ia berharap pelanggan listrik 
900 VA mau berbesar hati jika tagihan listriknya naik.

"Kelompok ini bukan hanya tidak tepat, tapi juga gede banget menikmati 
subsidinya. Kami minta berbesar hati untuk tidak menikmati subsidi lagi," jelas 
Ruddy.

(ags)




Kirim email ke